Langsung ke konten utama

Menengok Persiapan Jakarta menyambut Asian Games 2018 dalam Ngobrolbareng Tempo

Masih ingat tentang kisah BandungBondowoso yang diminta oleh Roro Jongrang untuk membuat 1000 Candi hanya dalam waktu semalam?

Kesaktian Bandung Bondowoso yang dalam semalam dapat membuat 1000 Candi ini sering dijadikan kiasan untuk melakukan sesuatu yang berat ataupun banyak dalam waktu singkat. Misalnya saja saat jaman kuliah sarjana dulu, istilah menjadi “Bandung Bondowoso” kerap kali kami gunakan jika kami harus mengerjakan tugas coding dalam waktu sehari saja, kami terkadang juga menyebutnya Sistem Kebut Semalam. Dan nampaknya istilah ini juga cocok dikenakan oleh Indonesia, dimana untuk kali perama ada negara yang menyelanggarakan Asian Games dengan waktu kurang dari 4 tahun.

Fakta unik bahwa Jakarta dan Palembang, Indonesia merupakan Bandung Bondowoso nya Asian Games ke-18 ini diawali dengan mundurnya Hanoi, Vietnam menjadi tuan rumah pada tahun 2014 lalu. Persiapan Indonesia untuk menyambut perhelatan akbar di Asia ini tentu juga tidak main-main. Bahkan, ini kali pertama Asian Games diadakan di dua kota sekaligus. Bagaimana ya persiapannya?

Ngobrol Tempo - Persiapan Jakarta menyambut Asian Games 2018



Terlihat banyak ruas jalan di Jakarta dihiasi dengan atribut Asian Games, mulai dari baliho, banner, mural dan ornamen warna warni lain khas Asian Games 2018. Mulai dari warga dan masyarakat sekitar dan tentu saja pemerintah, semuanya menyambut Asian Games 2018. Persiapannya sendiri terus dikejar oleh Jakarta. Saya mengikuti acara Ngobrol bareng Tempo yang dihadiri langsung oleh Pak Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pak Teuku Sahir yaitu Wakil Dirut Ancol dan Wakil Presiden INASGOC yaitu Pak Sjafrie Sjamsoeddin pada 26 Juli lalu untuk mengetahui seberapa jauh Jakarta mempersiapkan Asian Games. Acara ini dibuka dengan tarian lenggang betawi dipadukan dengan freestyle sepeda, keren!

Dari segi infrastruktur tentu Jakarta masih mengerjar hal tersebut. Perluasan Ganjil Genap dan Anjuran untuk menggunakan angkutan umum merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk Asian Games. Selain itu, tentu saja, kali hitam sentiong yang sempat menjadi ramai karena Pak Sandiaga Uno tidak mau menyebutnya seperti yang warga sebutkan yaitu Kali hitam ini juga sedang difikirkan solusinya.



Selain dari segi infrastruktur Jakarta, Ancol yang merupakan salah satu venue yang menjadi lokasi pertandingan untuk cabang olahraga jetski dan layar ini ternyata salah satu lokasi terbaik Jetski di dunia lho!  Ancol terlihat sangat mempersiapkan venuenya dengan baik. Selain lokasi pertandingan, Ancol juga menyiapkan berbagai macam event dalam rangka memeriahkan Asian Games 2018. Acaranya macam-macam nih, mulai dari beragam atraksi, hiburan dan festival bernuansa. Tajuk yang digunakan Ancol kali ini adalah Ancol Asian Festival 2018. Kalian bisa mengunjungi Ancol Kampung Betawi di Pasar Seni, Asia Lantern Festival di Pantai Ancol, Ancol Aquathion di Pantai Lagoon dan Ancol Kemerdekaan Festival di Pantai Carnaval.

Ngobrol bareng Tempo ini semakin seru saat Q&A karena ternyata tidak hanya pertanyaan namun peserta juga memberikan masukan terkait persiapan Jakarta menyambut Asian Games 2018. Misalnya saja masukan dari ketua Disabilitas Kreatif Indonesia yang berharap ada pendaftaran volunteer khusus yang tidak bisa online sehingga bisa dilayani secara offline. Ada lagi saran dari peserta lain terkait kendaraan khusus yang beroperasi saat Asian Games dan beberapa diskusi lainnya. Pertanyaan tentang Polusi Udara juga dijawab oleh pak Wakil Gubernur dengan solusi yang sudah mulai dikerjakan seperti misalnya perluasan ganjil genap tadi.



Saya really appreaciate sama INASGOC si, karena bener-bener berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan Asian Games ini. Selain itu tentu warga Jakarta yang juga seakan-akan berlomba mempercantik wilayahnya bahkan dengan modal sendiri! Mantabs.

Mari kita sukseskan Bersama Asian Games 2018, Semoga Atlet Indonesia bisa memperoleh target setidaknya 20 medali emas dan masuk 10 besar ya. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…