Langsung ke konten utama

Autumn in San Francisco – Kick off the Summit sambil Belajar Market Validation!

San Francisco, 19 October 2015

Teriknya mentari San Francisco membuat saya semakin bersemangat! Begitupula dengan ke-lima sahabat Top Contributor saya. Kami melangkah menyusuri beberapa blok area dari Union Square untuk kembali ke Hotel Hilton, tempat kami menginap. Kami sudah sepakat akan bertemu dengan Community Manager kami Isabella Wibowo, kami akrab memanggilnya ce Bella atau mbak Bella, saat Registrasi Google Top Contributor Summit 2015. Kebetulan registrasi acara Summit ini di Hotel Hilton.

Setelah mampir sejenak di Wallgreens seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya, kami akhirnya sampai di Hilton. Kami langsung bertemu dengan mbak Bella untuk mendapatkan pengarahan singkat yang intinya kami bisa melakukan registrasi saat itu juga lalu bisa langsung headshot alias foto professional yang dapat digunakan di TC Directory. Setelah itu bisa balik ke kamar untuk prepare karena jam 1 akan ada Pop-up studies yang saying banget kalau dilewatan.

Saya mulai antri dengan rapih di barisan registration desk. Mas dan Mbak bule cantik sudah siap menanti kami dengan ramah, pertanyaan singkat nama dan darimana Negara asal saya. Lalu dengan cepat mbak bule cantik memberikan saya seperangkat goodie bag atau welcome packet  dan badge nama saya. Saat itu saya merasa biasa saja.hehe. Karena memang acara Google biasanya selalu ada goodie bag, di Indonesia malah saya sering jadi panitia yang nyiapin goodie bag. Eits, tapi perasaan saya yang biyaaasaaa banget itu berubah 180 de ra ja t! Kenapa?

“Eh, ini ada moto 360-nya!?” ucap wilik lirih tapi keliatan banget kayak percaya gak percaya. Saya yang tadinya biasa aja bahkan cuman ngintip goodie bag, langsung buka isi tote bag saya ini apa aja.haha
Dan yap! Moto 360, Chromecast Audio, Google Cardbox dan Tshirt TC berhasil membuat saya senyum-senyum kegirangan! Wooii, ini beneran kan ya? Bukan mimpi? Haha, sumpah saya mungkin norak! Tapi ini beneran lho! Saya dapat Smartwatch, dan Chromecast Audio bahagianya kagak nahan euw!hoho

goodie

Ke-lima teman saya juga senang pastinya mendapatkan welcome packet ini, cuman mereka gak senorak saya.haha, lalu kami ngobrol sebentar dan sepakat untuk kembali bertemu  jam 1 tepat di tempat acara selanjutnya, yaitu Pop- Up Studies.

POP UP STUDIES! Konsep Validation Market yang oke banget!

Pertama masuk ruangan untuk Pop-up studies, saya cuman heran dan bergumam, “ini bakalan ngapain sih, kok hanya ada beberapa meja dan mulai banyak beberapa yang antri duduk.” Saya mulai masuk dan mencari paling tidak salah satu dari ke-lima teman saya. Saya bertemu dengan mbak Bella saat itu dan beliau memberi arahan, “oala..pikir saya.” Hehe. Kesalahan saya kurang membaca detail Agenda yang diberikan saat registrasi. Lha wong sudah dijelaskan juga activity-nya bakalan ngapain disitu. Peace pemirsah!hee

Disini saya mengunjungi beberapa meja. Mulai dari Google Chrome, Google Translate, Google Security dan product lainnya. Bahkan ada meja unik yang mengkhususkan untuk usia tertentu. Disini kami langsung satu meja dengan Googler, orang yang bekerja di Google, yang ikut terjun langsung men-develop product tersebut. Bahkan hampir semua meja langsung bertemu dengan product manager-nya!

Pop-up studies ini kami diminta langsung mencoba product Google dan menjawab beberapa pertanyaan dari Google. Bukan seperti di intrograsi atau bahkan dikte kuisioner. Bukaaann! Justru kayak ngobrol gitu. Di meja Google Chrome misalnya. Saya bertemu dengan  Mas Owen. Beliau adalah salah satu tim develop Google Chrome, kebetulan Product Managernya sedang “ngobrol” dengan TC juga di meja depan saya. Mas Owen memberikan sedikit pertanyaan awal setelah kami berkenalan, “biasanya kamu makek Chrome bukanya gimana?”
Eeeaa.. oke baiklah, saya gak ngerti pertanyaan ini beneran buat saya apa gak?haha, saya tanya balik deh, “eh, maksudnya? Ya saya klik iconnya Chrome seh mas”, ucap saya sambil membuka Chrome di laptop depan saya. Mas Owen mulai tersenyum dan memberikan saya beberapa pertanyaan lain.

[caption id="attachment_1635" align="aligncenter" width="395"]"Sehabis pertanyaan2 dari Mas Owen dan beberapa feedback dari saya, kami sempat ngobrol, ternyata background edukasi kami sama! Computer Science. Jadi ngalir deh ngobrolnya. Bahkan saya dikasih link website tempat dia belajar :D "Sehabis pertanyaan2 dari Mas Owen dan beberapa feedback dari saya, kami sempat ngobrol, ternyata background edukasi kami sama! Computer Science. Jadi ngalir deh ngobrolnya. Bahkan saya dikasih link website tempat dia belajar online selain di kampus dulu :D[/caption]

Pertanyaan yang diberikan Mas Owen ini bukan pertanyaan yang cuman bisa dijawab dengan Ya dan Tidak lho. Saya sampai butuh beberapa waktu untuk mulai mernjawab pertanyaannya. Jangan dimaklumi karena bahasa Inggris saya memang gak bagus, saya akan berusaha lagi biar kelak kalo ada beginian bisa langsung jawab, kan kasian Mas Owen nunggu. Saya sampai beberapa kali minta maaf kalau dia nunggu saya jawab, soalnya saya sedang mikir bahasa Inggris jawaban yang akan saya utarakan.hehe, sekali lagi, pertanyaan Mas Owen ini bukan Yes No Question. Saya bahkan kayak bercerita dan ngobrol sama dia, padahal intinya jawab pertanyaan dari dia.hehe, tentu sambil beberapa kali pagang laptop dia untuk praktek langsung.

Saya mulai berfikir, “Ah mungkin ini yang dinamakan conduct a survey saat validasi market!” Langsung mendapatkan feedback dari user. Cara-nya yang asik untuk validasi jadi buat user gak kayak dibombartir saya pertanyaan.  Kesannya jauh lebih enak gitu. Bahkan saya yakin Mas Owen dapat banyak feedback dari Pop up studies untuk develop Google Chrome lebih baik ke-depannya. Bahkan dari Pop up studies, Mas Owen langsung sekalian bisa ngasih tau ke tim UX perilaku user kayak gimana.hehe. Seperti kata Mas Gibran, CEO Efisheriy yang pernah main ke Forward Factory, coworking space paling keren di Surabaya. Bahwa yang perlu dilakukan saat Validasi Market adalah testing ke customer. Cara testingnya bagaimana diperboehkan, asal dapat menguji hipotesis yang sebelumnya dibuat. Strateginya setelah testing masuk ke Product development bisa menggunakan MVP atau Minimum Viable Product. Lhoh, jadi ngomongin Startup gini.hehe

Kick off the Summit!!

[caption id="attachment_1636" align="aligncenter" width="596"]"Top Contributor Indonesia bersama Community Manager duduk khas Indonesia-an, ini pas lagi acara dinner bareng Googler. Kami duduk lesehan bercengkrama dan ngobrol banyak hal :D "Top Contributor Indonesia bersama Community Manager duduk khas Indonesia-an, ini pas lagi acara dinner bareng Googler. Kami duduk lesehan bercengkrama dan ngobrol banyak hal :D[/caption]

Malamnya, kami berkumpul di Hotel Nikko. Acaranya makan malam bareng bersama Googler dan para TC. Ramah tamah gitu. Dan disini saya bertemu dengan Product Manager Blogger! Weist, agak malu karena sekarang makek wordpress *eh langsung sebut aje! Maap. Tapi beliau antusias banget pengen kenal dan ngobrol dengan saya. Mau tau apa aja yang diobrolin? Demi kemaslahatan para Blogger Dunia #eh saya akan cerita lain waktu ya :Dt

Komentar

  1. Pengalamannya asik ya, jadi envy, xoxoxo :D

    BalasHapus
  2. Mas Owen nya kok ganteng #gagalfokus

    BalasHapus
  3. Duh, Goodie bagnya banyak ya :D beruntung banget kamu, Ri. Nggak semua orang punya kesempatan bisa gratis jalan jalan plus dapat ilmu di Amerika. :)

    BalasHapus
  4. Luar biasa.... Keep it up calon bupati Kediri. :D

    BalasHapus
  5. wow keren banget, pasti seru acaranya, beruntung banget ya bisa ikutan acra yang kayak gituan

    BalasHapus
  6. biking pengen nih postingan yang ini. Semoga aku juga bisa menginjakkan kaki di sana

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…