Langsung ke konten utama

Makna Sebuah Fashion yang Tak Ku Mengerti

Seorang wanita memang identik dengan dunia fashion. Fashion dalam kamus bahasa inggris adalah sebuah noun yang berarti “cara atau kebiasaan”, kalau dibaca sebagai kata sifat artinya jadi “memperhatikan mode”. Wanita akan disebut sebagai benar-benar wanita jika dia memiliki memperhatikan mode dengan baik.
Baik. Sejujurnya saya sering sekali di kritik oleh saudara ataupun teman. Mereka tentu mengkritik positif sisi cara berpenampilan saya. Mulai dari disuruh belajar dandan-lah, gak boleh pelit beli baju-lah, nyoba style hijab dengan tutorial ini dan itu. *Arrg, emang fashion saya kenapa? Seburuk itu kaah??

Oke baiklah. *Let me take a deep breath ya

Menurut saya, cara berdandan dan berpakaian seseorang itu ya suka-suka. Hari ini nyaman begini, hari itu nyaman begitu. Kalo di rumah begini kalo d kos begitu. Kalo di kantor begini kalo ke kampus begitu. Yaelah, capek bener jadi wanita. Saya bukan pemerhati fashion memang. Dan memang tidak suka berdandan aneh-aneh. Keluarga dan teman yang mengkritik saya tentu karena mereka perhatian dengan saya. Cuman saya jadi bingung loh. Sebetulnya cara berpenampilan yang bagaimana si yang cocok dengan saya? I have got to be serious about it. Mereka merasa saya belum punya style yang pas untuk saya. *entah mengapa saya mah nyaman2 aja yak :D



Mulai dari muka, ujung rambut sampek kaki semuanya di komentarin. Saya tau si saya memang ta begitu cantik. Tapi please deh masak iya yang bedaknya kurang tebel-lah, gak pakek lipstick jadi keliatan pucet-lah, makek baju ini kurang bagus lah, kalo makek jilbab kudu begini-lah, kudu mulai belajar makek pensil alis-lah, dan banyak lah-lah-lah lainnya selalu terlontar saat liat saya?

Okey, bukan berarti selama ini saya gak perhatian dengan diri saya yaaaa. Saya juga berusaha ilangin jerawat dengan mulai belajar rutin makek produknya Larisa. Kalo untuk belajar makek lipstick dan pensil alis, mascara, eye liner dan lainnya mungkin tidak, karena emang kayaknya bukan saya banget deh. Mungkin nanti, entah kapan, saya akan belajar.hehe

Nah, kalo cara atau mode berpakaian, saya mah juga bingung yang pantes yang kayak gimana. Baju saya yang jelas ya itu2 aja.hehe, Maksud saya, emm, saya memang belum punya style yang pas untuk berpenampilan. Mungkin itu jawaban yang me-lega-kan bagi mereka yang sering mengkritik saya.heehee
Honestly, saya hanya ingin menjadi saya seutuhnya. Kalau-pun memang menurut orang saya belum menemukan style fashion yang pas, ya sudahlah, nanti juga bakalan ketemu :D

Lagipula Allah sudah mengatur semuanya di Manual Book kita sebagai seorang hambanya yang harus menutup aurat. Tentu aurat Pria dan Wanita berbeda. Kalau wanita ya seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Tentu untuk menjaga aurat ini terkadang terasa benar2 berat, karena memang benar2 Islam menjadi sosok wanita dengan sempurna. Tak boleh ketat, nerawang, jilbab harus terjulur sampai dada, dan lain sebagainya. Bukan kapasitas saya membahas tentang ini. No Excuse, tapi memang ilmu agama saya masih kurang untuk membahasnya, apalagi cara berpakaian saya juga masih kurang bener.

fashion

Kalau menurut kamu gimana cara berpakaian seseorang itu penting sekali? Atau memang kudu dijaga? Atau kamu bisa baca orang dari penampilannya? kalau penampilan yang sering berubah2 kayak saya susah ditebak donk? Haha *saya jadi penasaran :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…