Langsung ke konten utama

Wulan

Dia. Seorang yang super duper cuek dengan penampilan. Biasa saja, tak banyak polesan bedak di wajahnya. Sesekali membenahi jilbabnya. Sangat sederhana. Cuek dengan dirinya sendiri tapi sangat peduli dengan orang lain.


Awal semester 1 di Madura. Dengan berbagai ujian awal kehidupan perkuliahan, dimana major yang saya tempuh adalah Teknik Informatika, berat kalo tak punya laptop. Dia,dengan major yang berbeda namun juga membutuhkan laptop karena laporan praktikumnya setiap hari berjibun, masih sempat-sempatnya setiap malam meminjamkan laptopnya agar saya bisa membabat habis tugas saya atau paling tidak membaca materi yang besok bakalan dibahas oleh dosen Algoritma.


Dia, yang di semester-semester berikutnya selalu saya repotkan untuk antar jemput saya kalau saya benar-benar saya sedang tidak ada tebengan berangkat atau pulang ke kampus.


Dia. Seorang yang terkadang ribet sendiri dengan urusannya. Tapi masih saja menyempatkan waktu untuk membantu temannya yang memang dan sedang membutuhkannya. Meskipun, sebenarnya temannya bisa minta teman yang lain.


Dia. Sejauh apapun berusaha untuk melarangnya begitu baik dengan teman-temannya yang kurang baik dengannya, tapi tetap saja sabar, ikhlas dan melakukan apapun yang dibutuhkan temannya tanpa perhitungan.


Dia. Entah sudah berapa kali saya membuatnya mungkin bersedih hati dengan kalimat saya yang mungkin bisa menyinggungnya. Tapi tetap saja dia baik. Tetap saja dia ada saat saya membutuhkan.


Dia. Karib yang dengannya rasa sabar dan ikhlas justru semakin meningkat. Tentu karena belajar dari sikap baiknya.


Mungkin jika kebaikannya disebut satu per satu, saya yang akan kesulitan merangkai kata. Disaat sekarang sudah mulai terpisah di detik-detik wisuda. Saya masih sering mengirim beberapa pesan di BBM. Masih teringat perjuangannya agar bisa lulus 3,5 tahun, sampai saya greget pengen bantu tapi ndak bisa apa-apa. Tentu itu perjuangannya, tak semata-mata agar kami dapat dengan bangga foto berdua dengan menggenakan toga masing-masing, tapi untuk dirinya.


wulan



Tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat baik saya, Wulan Arfina Riani. Semoga Allah selalu melindungimu, meridhoi segala langkah kaki ke tempat yang kamu tuju, memudahkan apapun yang kamu kerjakan. Amin.
Terima kasih atas segala kebaikan, kesederhanaan dan apapun yang kamu ajarkan :')
Keep in touch ya :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…