Langsung ke konten utama

Ceriaku dengan Casthazahra

[caption id="attachment_767" align="alignleft" width="180" caption="Ria saat mendadak disuruh ngisi Kelas Blog di Sekolah"]Ria saat mendadak disuruh ngisi Kelas Blog di Sekolah[/caption]

Saya. Mengawali dunia blogging karena tugas dan tuntutan Guru TIK saya, saat kelas 1 SMA dulu. Awalnya, males, sebel, ngapain juga harus nulis ini itu, lalu diposting dan bisa dibaca milyaran pengguna internet. Buat apa coba? Gak ngefek banget dengan kehidupan saya kelak. Hanya saja saya butuh nilai untuk tugas ini.

Ya, itu yang ada dalam benak saya dulu. Dan berbanding terbalik dengan saya sekarang. Meski belum bisa update blog setiap hari. Tapi,bila enggak buka sehari aja, entah cuman nengok postingan atau lihat comment, rasanya ada yang kurang :)


Dunia Blog yang saya cintai saat ini, sungguh merubah hidup saya. Awalnya yang dulu hanya tugas sekolah. Kini jadi hobi yang kudu saya geluti. Sudah sekitar 3 tahun lebih 1 bulan saya memiliki Blog dengan nama CASTHAZAHRA ini. Meski kata orang, nama blog saya ini sulit sekali. Tapi, saya suka. Kalau dibaca terlihat banget yang punya perempuan kan?:)


Sedikit bercerita. Nama blog ini sebenarnya kesepakatan 1 kelas dulu. Kata Castha, berasal dari nama kelas saya. Community Sedhoso Okta. Sedhoso artinya 10 dan Okta artinya 8. Dulu saya berada dikelas X-8. Dan Zahra adalah berasal dari nama belakang saya Ria Lyzara. Meski saya tak lagi duduk dikelas X-8, saya tetap memakainya. Kenapa ? karena angka 10 dan angka 8 juga berkaitan erat dengan kehidupan saya. Saya anak ke 10 dari 11 bersaudara. Dan dua kakak saya telah meninggal saat mereka masih kecil. Dan jadilah saya anak ke 8. Banyak kan saudara saya :D , dulu becerita tentang keluarga saya, sangat sulit saya utarakan. Ya, inilah salah satu efek dari Blog, yang merubah diri saya. Saya jadi semain terbuka.



Hem.. Apa saja sich yang saya lakukan dengan Blog saya?
Sebenarnya, masih sedikit yang saya lakukan untuk Blog saya. Berbagi kisah, kegiatan, Tugas, Curhat dan menemukan Keluarga Baru. Ya, inilah yang saya lakukan. Blog sebagai media saya untuk berbagi tugas-tugas sekolah yang sudah saya kerjakan. Blog sebagai media saya berbagi kisah hidup saya yang bisa saya bagi dan diambil hikmahnya bagi pembaca. Blog sebagai media saya menceritakan segala keluh kesah yang saya hadapi dalam hidup ini. Dan Blog sebagai media bagi saya untuk menemukan keluarga baru, yang merasakan kebahagiaan, kesedihan yang saya hadapi.

Sebagai seorang perempuan, saya terkadang malu untuk bercerita tentang kisah hidup saya kepada orang lain. Malu, kalau kalau tiba-tiba say a menangis. Malu, kalau tiba-tiba saya teriak-teriak sendiri. Malu, karena saya tidak bisa mengatasi masalah sendiri. Dan paling malu, saat saya harus merasa dikasihani. Ah, itu semakin membuat saya tertekan. Tapi, disisi lain, saya sangat merasa sulit dan lebih tertekan lagi bila tidak bisa membagi itu semua.


Pernah saat itu, saya merasa bahagia sekali. Karena Blog, perempuan hitam berkacamata yang mengayuh sepedanya tiap hari untuk berangkat ke sekolah ini merasa dihargai sebagai seorang siswi, dan sebagai seorang perempuan. Saya jadi lebih bisa semakin akrab dengan guru-guru saya, saya semakin akrab dengan teman-teman disekitar saya, karena mereka sedikit menyadari bahwa saya juga mempunyai kelebihan dibalik banyaknya kekurangan.


Berbagi kisah. Melalui blog ini tentunya. Yang saya rasa itu cukup membanggakan, meski mungkin kalau orang lain melihat dari sisi yang lain, saya begitu menyedihkan. Kisah saya yang saat kelas satu SD jualan uang mainan lah, saat MTs jualan snack-lah, saat SMA jualan pulsa-lah dan sebagainya. Blog sangat membantu saya untuk berbagi kisah-kisah saya yang seperti ini. Kisah-kisah saya yang mulai berjuang untuk mempertahankan prestasi akademik saya menghadapi Rival saya, yang saya acungi jempol dan saya jadikan inspirasi.


Selain itu, saya juga bisa merasa kerinduan saya akan sosok ayah saya juga terobati dengan adanya Blog ini. Saya bisa mencurahkan semua kerinduan saya terhadap beliau, tanpa harus menangis di hadapan orang lain, tanpa harus merasa dikasihani. Justru saya mendapatkan support dari Blogger-blogger lain yang sudah saya anggap sebagai keluarga baru saya. Dan saya mulai bergabung dengan komunitas mereka. Komunitas para blogger. Saya seakan-akan memiliki emak baru, tante, om, kakak, mas, mbak yang mulai tak terhitung jumlahnya. Mereka adalah yang menganggap Blog itu Passion.





[caption id="attachment_764" align="alignleft" width="480" caption="Ria bersama Blogger-blogger Hebat Blogdetik"]Saya bersama Blogger-blogger Hebat Blogdetik[/caption]







[caption id="attachment_765" align="alignleft" width="486" caption="Ria bersama Blogger Bekasi dan Asean Blogger"]Ria bersama Blogger Bekasi dan Asean Blogger[/caption]

[caption id="attachment_766" align="alignleft" width="504" caption="Ria bersama mas-mas Plat-M"]Ria bersama mas-mas Plat-M[/caption]

Tak hanya mereka yang bisa mensupport saya melalui comment-comment mereka. Tapi paling tidak mereka bisa mengambil hikmah dan energi positif dari kisah saya, lebih bersyukur terhadap diri mereka [ dan agar saya juga lbih bersyukur terhadap diri saya]. Dan itu juga tujuan hidup saya. Yaitu bermanfaat bagi orang lain. Secara tidak langsung, selain Blog bermanfaat bagi saya. Pasti postingan-postingan kisah hidup saya, tugas-tugas saya, kegiatan-kegiatan saya di Blog, pasti sedikit banyak bermanfaat-lah bagi mereka yang membacanya. *semoga saja :)

Selain bisa berbagi kisah, saling memotivasi, dan menemukan keluarga baru. Saya mulai merasakan manfaat lain yang berbeda. Saya mulai mengumpulkan pernak-pernik Blog dari berbagai lomba Blog yang sering diselenggarakan. Mulai dari Pin, Kaos, Stiker,dan Buku. Dan saya rasa, ini adalah sebuah reward bagi kita sebagai seorang blogger.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog di Mata Perempuan yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…