Langsung ke konten utama

Seneng Pooolll | 7 Ultah harus Kreatif

Hari Ulang Tahun. Mungkin banyak dari kita, yang sering merayakan hari ulang tahun. Tiup Lilin, Kue tart, balon warna-warni, kado, kejutan dan berbagai pernak-pernik ultah lainnya mungkin sudah tak asing ditelinga anda. Semua orang mungkin sudah pernah dan mungkin terbiasa dengan itu semua. Namun, tidak bagi saya.

Saya sampai usia saat ini. Belum pernah yang namanya merayakan ultah. Kue tart, tiup lilin, balon warna-warni belum pernah saya jumpai dalam setiap ultah saya. Mungkin lingkungan saya yang di daerah pedesaan, membuat saya tak mengenal perayaan dan kebiasaan seperti itu. Meski terkadang saya juga pengen sesekali ada yang member kue Tart dengan lilin-lilin kecil diatasnya :P


Tapi jangan salah, kalau kejutan dan kado atau Hadiah Ultah, saya sudah terbiasa dengan itu. Bukan keluarga ataupun kerabat dekat yang memberi. Ya, karena memang keluarga saya [lagi-lagi] tak terbiasa dengan hal itu. Jadi, kalau dapat hadiah. Saya seenang sekali, karena memang belum terbiasa dengan itu [mungkin]. Dan sahabat-sahabat saya. Bahkan setiap tahunnya, mereka selalu memberi Kejutan untuk saya. Saya beruntung mendapatkan sahabat-sahabat seperti mereka.


Aulia, Lerin, Ike, Gigi, Tutus dan Raras. Mereka ialah sahabat-sahabat saya sejak di Madrasah tsanawiyah [setara dengan SMP]. Mereka setiap tahunnya memberi kejutan yang berbeda untuk saya. Saya tentu sangat bahagia dengan itu semua. Kalau bisa diekspresikan. Rasanya itu seperti dapat nilai tertinggi di Sekolah. Sueneng poooollll.. Kami bersahabat sejak kami duduk dikelas 8 [ 2 SMP ], jadi 2 ulang tahun pernah saya lewati dengan mereka. Dari dicemplungin di Kali sampai Mandi Tepung sudah pernah saya rasakan. [Sayangnya, saat MTs, tak boleh mempunyai HP berkamera, jadi tak ada dokumentasi]


Kejutan-kejutan dan hadiah dari mereka tak berhenti sampai kami di SMA. Meski saya berbeda SMA dengan mereka. Tak henti-hentinya mereka membuat kejutan, memberi hadiah untuk saya. Saat saya kelas X SMA, misalnya. Saya kira mereka lupa dengan hari ulang tahun saya. Rasanya suebel, marah, BT, campur aduk yang mungkin kalau zaman sekarang disebut Galau. Apa mereka lupa dengan saya? itu yang ada dalam benak saya. Tak ada ucapan selamat ultah jam 12 malam seperti biasanya. Tapi, Suatu kejutan. Saat saya sudah pesimis mereka ingat tentang ultah saya. Pelajaran terakhir [saat itu] di sekolah, saya mendapat SMS, bahwa mereka ada di depan Gerbang SMA saya. Saya jingkrak kegirangan. Tak henti-hentinya tersenyum saat pelajaran terakhir itu. Sampai akhirnya bel pulang. Saya lari ke Gerbang depan, menemui mereka. Dari kejauhan mereka sudah tersenyum lebar lihat saya dengan membawa hadiah masing-masing untuk saya.


Itu kejutan dalam bentuk kehadiran mereka. Ada lagi. Saat saya kenaikan kelas XII, saat itu kami sedang saling repot-repotnya mau naik ke kelas XII. Maklum, hari lahirku, 30 Agustus, yang sering bertepatan dengan Hari libur membuat kita juga sulit bertemu. Mereka terkadang liburan masing-masing dengan keluarga. Dan akhirnya selalu mundur sampai bulan September. Dan itu berarti, kami sudah mulai mengikuti bimbel di Sekolah, hingga sore. Saat itu, tas sekolah saya lagi sekarat, maklum sudah sejak kelas 1 MTs enggak pension-pensiun ni tas. Tak tahu dapat mata-mata darimana. Mereka memberi hadiah untuk saya, sebuah tas sekolah, lengkap dengan alat tulis lainnya didalamnya. Tentu [lagi-lagi], saya jingkrak kegirangan. :)




Dan sekarang, kami kuliah di Universitas yang berbeda-beda. Aulia dan Raras di Surabaya. Ike, Gigi, Lerin, Tutus ada di Malang. Dan [lagi-lagi] saya paling berbeda. Di Madura. Dan tentu saja, saya berharap masih ada kejutan indah dari mereka. Tak perlu hadiah atau apapun dari mereka. Cukup kehadiran mereka untuk saya. Itu jauh dan lebih berarti. :)

O ya, kejutan-kejutan ultah ini tak hanya untuk saya seorang. Karena kami bertujuh. Setiap tahunnya kami pasti membuat 7 kejutan [ tentu yang empunya hari ultah enggak tau ] yang berbeda. Jadi, kami dituntut kreatif [secara enggak sengaja] dalam jalinan persahabatan ini^^


Postingan ini adalah diikutsertakan dalam lomba posting di dBlogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…