Poetry Hujan: Hangatnya Hujan saat Itu

By Ria Lyzara - Juli 23, 2011

Sendiri dibalut kelamnya sepi
Tak ada yang menemaniku disini
Hanya detik jam yang berbunyi temani ku disini
dalam keheningan sepi ini..
Gemericik air mulai meramaikan suasana hati
Rasa dingin mulai merasuk hingga nadi
Gerimis sepi ini, menjadi hujan dalam keheningan diri..


Memori-memori lama saat hujan yang telah kelam
Terbuka dalam dinginnya nadi ini
Mozaik-mozaik ingatan mulai menari-nari dalam benak..
Terkuak setetes demi setetes
Tetes air hujan ini, sama dengan saat itu
Saat aku menikmati indahnya panorama sore ditemani gemericik hujan dibalik kaca itu
Aku dipeluk erat sosok terhebat dalam hidupku
Nasehat-nasihat kecil terucap mendobrak sepinya sore itu
Kini terlintas bagai tetesan hujan yang menyerbu
ah, Hangatnya hujan saat itu..
hujan sore ini, mengingatkanku tentang ayahku..


Puisi ini diikutsertakan pada Kuis Poetry Hujan yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments