Langsung ke konten utama

Perubahan Iklim : Sekolah Banjir Terjadi Karena Kita

Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan berbagai dampak terhadap dalam berbagai segi kehidupan. Dan dampak yang akan kita rasakan mulai dari sektor pertanian, kesehatan, ekonomi dan dampak paling ekstrim dari perubahan iklim, yaitu terjadinya kenaikan temperature yang menyebabkan es dan gletser di kutub utara dan selatan. Dan Negara kita, ya! Negara kita tercinta yang merupakan Negara kepulauan yang akan mendapat dampak paling besar.

Kita tengok sebentar berbagai dampak dari perubahan iklim yang berupa bencana bagi Negara kita. Mulai dari kenaikan harga cabai yang disebabkan produktivitas cabai menurun karena naiknya suhu rata-rata global ( sampai-sampai ibu saya membeli cabai rawit 1000 rupiah hanya dapat 4 buah..hem..), suhu air laut yang panas sehingga menyebabkan terumbu karang mati dan punahnya beberapa spesies ikan, kekeringan dimana-mana, meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah, serta penduduk dengan kemampuan beradaptasi yang rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, dan berbagai penyakit lainnya.


Begitu banyak dampak yang merupakan bencana bagi kita, kan?? Belum lagi sekolah-sekolah yang terkena banjir, atau pohon tumbang sehingga kegiatan belajar mengajar-pun harus ditunda atau dialihkan di tempat yang kurang nyaman. Tak hanya itu produktifitas siswa sekolah-pun menurun. Tak hanya banjir, cuaca yang tak menentu-pun juga menghambat produktifitas manusia. Saya sebagai siswi-pun pernah merasakannya. Musim kemarau dan penghujan yang tak menentu membuat saya harus membawa tas kresek/ plastik (untuk tas saya) beserta jaket di dalam tas sekolah saya, setiap hari. Dan hal ini cukup menyita/ mengurangi produktifitas saya sebagai siswi SMA jika saya sampai lupa menyiapkan benda tersebut (tas palstik) maka produktifitas saya sebagai siswa benar-benar menurun. Pernah terjadi, saat berangkat sekolah saya sengaja tidk membawa, karena hari itu terlihat cerah sekali. Namun, ternyata saat pulang sekolah, hujan turun lebat dan saya terpaksa menggu hujan reda. Dan ternyata sampai waktu maghrib tiba hujan masih turun walau hanya rintik-rintik. Saya-pun akhirnya nekat pulang. Sesampainya di rumah, saya mandi dan tidur hingga fajar menjelang. Dan berapa jam waktu yang saya buang??


Perubahan iklim. Kita semua tahu bahwa hal ini tak lepas dari aktivitas kita (manusia) yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas bumi yang berlebih. Dan dampaknyapun kembali pad kita (manusia).


Seperti firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 41 :


Telah namapak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.


Dan dampak perubahan iklim inilah akibat dari perbuatan kita yang tidak dapat menahan diri dari segala yang berlebihan, mengeksploitasi alam secara berlebih. Dan cara yang tepat untuk merubah ini semua adalah dengan merubah diri kita. Allah telah memberikan petunjuk bagi kita dlam firman-Nya Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri(Q.S Ar-Rad : 11)



Dan kini saatnya kita merubah keadaan kita dengan melakukan adaptasi dan perubahan-perubahan. Mulai dari mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, mematikan alat-alat-elektronik yang tidak digunakan, dan menjaga lingkungan dengan baik seperti menanam pohon, menggunakan kendaraan bermotor jika jarak jauh saja ( Naik sepeda saja seperti saya, lebih sehat dan ramah lingkungan), dan seperti yang sedang SMA saya, UPTD SMA Negeri 1 Pare lakukan. Yaitu dengan mengolah sampah. Di awali dengan proses pembuangan sampah di keranjang sampah yang dipisahakan antara organik, logam dan plastik. Dan untuk sampah organik inilah yang akan diolah oleh siswa-siswi Smansa yang dikoordinir oleh Ekskul Pecinta Alam menjadi kompos. Dan tujuannya ialah untuk menciptakan kondisi yang baik di sekolah agar menjadi tempat belajar yang nyaman dan membangkitkan kesadaran kita akan pentingnya lingkungan hidup. Tentu saja berkaitan dengan perubahan iklim perubahan iklim, kan??Yuk jaga lingkungan hidup kita agar perubahan iklim tak menjadi bencana bagi kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…