Sucikan Hati dalam Kemerdekaan

By Ria Lyzara - Agustus 31, 2009

Merdeka!!!


Merah Putih berkibar di mana-mana. Di pinggir jalan, di depan setiap gang dan di setiap depan rumah. Begitu bangga dan senang, setiap mata memandang merah putih berkibar. Setiap gang terdapat gapura yang bertuliskan "Dirgahayu Republik Indonesia ke-64". Pemandangan yang setiap aku berangkat sekolah di Bulan Agustus membuatku bangga menjadi anak Indonesia. Semangat untuk menuntut ilmu di sekolahpun semakin membara di dada.
Teringat sekilas sejarah kemerdekaan Indonesia. Pahlawan-pahlawan yang berjiwa besar berjuang dan rela mengorbankan segalanya untuk membebaskan Indonesia tercinta dari cengkeraman para penjajah. Kita bisa meniru semangat juang mereka untuk mempertahankan kemerdekaan kita. Dan kita sebagai seorang pelajar, maka wajib memiliki semangat juang kemerdekaan untuk menggali ilmu yang lebih banyak lagi.

Memang secara de facto dan de jure kita sudah merdeka. Sudah tak ada lagi perang, kerja paksa, romusha dan tindakan penjajah yang semena-mena sudah tak ada lagi di sini. Sekarang kita terjajah dalam bentukn lain. Pemikiran, gaya hidup, berbusana, bahkan tata cara beribadah yang sedikit mengalami penurunan yang mungkin terkadang tidak kita sadari. Apakah ini yang dinamakan merdeka?

Kemerdekaan sering kita maknai dengan kebebasan. Bebas melakukan apapun, bebas berekspresi. Namun, apakah menuntut hak-hak dan melalaikan kewajiban juga termasuk kemerdekaan?

Patutnya kita memaknai kemerdekaan dengan tindakan yang berarti serta bermakna. Bukan hanya masalah kebebasan saja, namun kita juga harus mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai, norma-norma dan apapun yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita sebagai masyarakat indonesia.

Kita harus menemukan jati diri bangsa serta harga diri bangsa kita. Tak hanya sekedar memahami kemerdekaan itu, namun juga menjaga dan memelihara kemerdekaan yang kita miliki. Selain itu kita juga harus menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia yang setelah 64 tahun terbebas dari para penjajah adalah nikmat dan karunia yang sangat besar dari Allah yang wajib kita syukuri. Dan pada tahun ini sungguh suatu kebetulan juga, HUT tanah air kita dekat sekali dengan Bulan Suci Ramadhan.

Disinilah kesempatan kita untuk menjadikan momen ini menjadi ladang amal kita. Dengan mensyukuri kemuliaan Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya agar kita lebih memili semangat hidup. Terutama semangat juang para pahlawan!? Mari Sucikan Hati dalam Kemerdekaan!!? Merdeka!!^_^

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments