Langsung ke konten utama

Olde Europe; Mading SMA N 1 Kediri

Kediri- Bagai berada dalam masa Romawi. Sebuah kesan yang membuat para pengunjung Mading OLDE EURO karya SMA N 1 Kediri ini terkagum-kagum. Yach, semua mata tertuju ke sebuah Mading yang dibuat seapik mungkin menyerupai bangunan Romawi Masa lampau ini.

Mading yang terkesan glamour ini hanya mendapat kucuran dana sebesar Rp 800.000 dari fihak sekolah. Biaya yang mungkin orang tak percaya. Karena hanya dengan 800ribu saja crew Mading SMA N 1 Pare bisa membuat sebuah mading yang glamour ini. Dengan tema yang begitu menarik Mading OLDE EURO ini mampu masuk final dalam Perang Mading ini.

Dari hasil wawancara kami dengan Riezka,wakil pimred Mading OLDE EURO, ia mengaku lumayan banyak hambatan dari menentukan tema sampai awal pembuatan mading ini. Bahkan crew mading sempat ganti tema sebanyak 5 kali. Mereka mencari tema yang kecil dan tidak nge-trend namun dapat memikat dan bisa di angkat menjadi sebuah tema yang dahsyat. Dan akhirnya Olde Euro-lah yang terpilih daklam diskusi.

Selain hambatan dalam menentukan tema, crew mading ini juga sedikit terhambat karena banyak acara di sekolah. Yakni ekspo dan basar. Namun hambatan ini juga menguntungkan crew mading. Karena barang-barang bekas dari event tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Karena bahan untuk membuat mading ini membutuhkan sterofom yang banyak. Dan dengan sterofom bekas ekspo inilah crew mading memakai kekretifitasnya membuat sebuah mading yang wah!! dengan menggunakan barang bekas yang di daur ulang serta sedikit mengeluarkan biaya.

"Dan satu harapan dari pembuatan mading ini, selain agar menjadi The Winner of Mading war, juga sebagai pengingat bagi kita bahwa Surat kabar yang pertama nerasal dari Romawi", ungkap Riezka.

Dan harapan Riezka pun dikabulkan oleh Allah, karena Mading Olde Europe mendapatkan gelar The Best of All dalam kompetisi ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…