Langsung ke konten utama

Kembali


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.


Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini. 

Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. 
Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.

It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis terlebih-lebih menulis di blog, di facebook dan twitter yang singkat saja super jarang.

Jika ditanya tentang kenapa gak aktif di instagram, jawabannya bisa singkat, bisa juga panjang. Haha. Singkatnya, salah satu contohnya adalah like I lost myself. It’s good enough to post good news from us and share it. That the Social media works right? But ya, saat itu, saya hanya merasa too much and  I am tired. So I challenged my self untuk tidak post di feed instagram salama setahun dan ya I did it. Eh keterusan dan berefek juga di blog ini hehe.

I am back now! Bukan karena tantangan untuk tidak post di instagram sudah selesai, jadi ngefek juga ke blog. Bukan. Seperti yang saya tulis di paragraf ke dua,  saya ingin kembali melakukan refleksi diri dan berbagi kembali dengan menulis disini. Seperti misalnya menuliskan kisah dibalik saya melanjutkan kuliah lagi misalnya, atau sekarang saya sudah lulus S2 lalu kegalauan setelah lulus S2 seperti apa, menjadi jomblo di usia yang kata orang sudah waktunya nikah ini, kisah saya ke US lagi dan berpetualang ke LA, berbagi rasa bagaimana keponakan saya menikah duluan ketimbang tantenya haha, memutuskan untuk tinggal di  Jakarta (sementara ini) dengan pertimbangan apa, tiba-tiba harus handle tim dan langsung nyemplung gitu aja di kantor baru, banyak kisah lain yang ingin saya bagikan dan juga saya ingin mendapatkan masukan serta membaca kisahmu juga.

Seperti saat ini, saya sedikit berfikir apakah saya bisa (baik) kembali di sini? Apakah tulisan saya akan dibaca? Apakah terlalu formal jika saya menggunakan paragraf pertama saya dengan mengutip KBBI? Atau terkesan sok-sok an dan terlihat ilmiah? Atau melihat paragraf pertama saja sudah membuatmu tak tertarik membaca tulisan ini?

Kata orang bijak, apapun bisa dilakukan dengan tulisan. Words have the positive power. Looking forward for your words. :) 

*my blog is undermaintenance karena pindah hosting, jadi banyak foto yang hilang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D