Barack Obama, bapak presiden Amerika Serikat ke 44 ini sangat fenomal karena gebrakannya. Apalagi, beliau pernah tinggal di Indonesia saat kecil bersama ayah tirinya yang merupakan orang Indonesia asli. Nah, saat SMA, saya tertarik sekali dengan presiden Obama. Jadi saat ada tugas dikelas, saya akan mengkait-kaitkannya dengan Obama.

Seperti tugas bahasa Inggris yang diberikan oleh bu Tri, salah satu guru bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Pare yang menugaskan kami untuk menulis cerita jika kami berada di Inggris dalam kurun waktu tertentu saat saya duduk di SMA. Saya menuliskan berbagai tempat yang akan saya kunjungi, termasuk Madame Tussauds. Saya menuliskan dengan jelas, jika saya ke museum ini saya akan berfoto dengan Obama dan patung lilin lainnya. Itu khayalan yang ada di benak saya.


 *ini buku tugas Ria saat SMA


Dan…

Jreng jreng jreng…

Siapa yang menyangka kalau khayalan ini menjadi nyata.!

Mulai dari Leonardo , Muhammad Ali dan Obama

Ini adalah khayalan kesekian yang Alhamdulillah jadi kenyataan. Tepatnya Oktober tahun lalu, saya berkunjung ke salah satu museum popular di dunia. Museum ini juga sudah tersebar di kota-kota besar di empat benua. Ya, Madame Tussauds ini mahsyur dengan patung-patung lilin yang menyerupai orang-orang ternama yang dianggap penting serta berpengaruh bagi dunia. Mulai dari aktris, musisi, olahragawan, karakter film populer, orang-orang berpengaruh di dunia dan bahkan juga presiden.



Madame Tussauds yang saya kunjungi ini di San Francisco (bukan di London sesuai khayalan saya si.hehe, tapi yang penting museum yang sama kan ya :) ). Letaknya di Jefferson street dekat dengan area Fishermans wharf. Cukup mudah ditemukan, banyak toko-toko besar serta cafĂ© dan restoran di sekitar museum ini. Di deretan yang sama, sekitar 3 toko setelah Madame Tussauds, ada Ripley’s Belive it or not Museum yang acaranya cukup sering saya lihat di salah satu TV swasta di Indonesia.




Madame Tussauds di San Francisco ini dibagi menjadi beberapa zona. Ada music zone yang diisi para penyanyi terkenal seperti Michael Jackson, Rihanna, Lady Gaga dan lainnya. Adapula film zone, A-List Zone, Sports Zone, Spirit of San Francisco dan tentunya Leaders & Entrepreneurs. Museum Madame Tussauds ini memang menyesuaikan patung lilin yang ada dengan lokasi di tiap-tiap negara. Untuk patung lilin Pak Soekarno, kita bisa mengunjungi Madame Tussauds di Bangkok, Thailand.

Baca juga : Kok bisa ke Amerika!?



Nah, kesempatan ini saya manfaatkan dengan sebaik mungkin. Saya berfoto dengan banyak tokoh yang saya kenal. Dan yay! Memang patungnya nampak seperti asli banget.

Tips mengunjungi Madame Tussauds San Fransisco

Ini sedikit tips dari saya jika kamu akan berkunjung kesini.

  1. Kunjungi Madame Tussaud mendekati sore hari! Ini yang kami lakukan, tentu tanpa riset sebelumnya.hehe, tapi, saat sore hari, museum ini cukup sepi. Akan mulai rame lagi menjelang malam nampaknya, karena saat kami keluar dari museum, langit terlihat mulai petang dan mulai banyak yang mengantre di tempat tiket.

  2. Check website Madame Tussauds. Jadi, ternyata mereka memilikievent tertentu di hari khusus. Coba check websitenya dulu saat menyusun itinerary.

  3. Beli tiket “paket”. Ini akan jauh lebih menghemat uang saku kamu. Sebetulnya saya dan kawan tak tahu menau soal ini sebelumnya. Kami hanya membeli tiket Big Bus agar bisa berkeliling ke tempat-tempat wisata di San Francisco. Nah, ternyata, tiket yang kami beli ini sudah include dengan tiket masuk Madame Tussauds. Dan kalau dihitung-hitung, kami hemat sampai $6.

  4. Bawa Kamera terbaik kamu! Kami hanya memanfaatkan kamera handphone kami, hasilnya cukup bagus, tapi kalau kamu pakai kamera lebih canggih, tentu saja hasilnya lebih bagus :D


Selamat berfoto narsis dan menikmati khayalanmu!




Buku adalah bagian dari keajaiban bagi saya. Karena dengan membaca buku, saya bisa melihat tempat-tempat yang dikisahkan dari berbagai belahan dunia. Dengan membaca buku, saya bisa merasakan alur perjalanan dari sebuah kisah, bahkan merasakan fluktuasi derap-derap jantung sang empunya cerita. Dengan membaca buku  wawasan-pun bertambah dan mindset juga semakin terbuka. Kali ini, saya membaca sebuah buku yang mampu mengantarkan saya ke empat Benua. Ya, buku ini adalah buku tentang kisah anak-­anak Muda yang kesasar di Empat Benua.

Bagaimana pendapatmu JIKA professor/dosen kamu memberikan tugas kuliah berupa BEPERGIAN KE LUAR NEGERI. ? TUGAS WAJIB dan PERGI ke luar negeri SENDIRI.  Hmm, nampaknya jika saya sebagai mahasiswi yang mendapatkan kelas professor ini, saya kudu benar-benar menyiapkan mental. Bagaimana tidak harus siap mental, tugas ini bukan hanya bepergian ke luar negeri sendirian! Namun negara yang dituju-pun TIDAK boleh NEGARA SERUMPUN.

Awalnya saya geleng-geleng. Namun setelah membaca pengantar yang dituliskan oleh Prof. Rhenald Kasali Phd, selaku professor yang memberikan tugas nyentrik ke mahasiswanya ini, sampai habis, saya benar-benar melek. Beliau memberikan alasan tujuan yang benar-benar gamblang dan sangat cerdas akan tugas tersebut. Rangkaian kalimat beliau sangat menggugah semangat. Ah, Beruntung sekali para mahasiswa yang mendapatkan kelas beliau.

Tujuan dari penugasan ini adalah untuk memicu sekaligus mengaktifkan Self Driving atau kemampuan men-drive diri untuk menemukan pintu keluar jika terjadi kesulitan. Tidak selalu “manut” dengan keadaan, jika jalan buntu dan mentok terus berhenti? Tentu tidak! Jika seseorang memiliki kemampuan self driving yang bagus, kalau mentok ya belok. Kalau nyasar? Ya berarti kita telah menemukan jalan baru (yang belum pernah kita temui) toh!?  Dalam hal ini, Prof Rhenald mengutip tentang filsafat Colombus.

KESASAR di Negeri Orang? Nampaknya SERU!



Kompilasi berbagai macam permasalahan kesasar dari buku ini tentu sangat menarik. Bukan hanya permasalahan saat kesasar, bahkan sebagian kisah dalam buku ini menceritakan pula permasalahan saat mendapatkan tugas ke luar negeri. Tentu saja permasalahannya beragam, ada yang harus meyakinkan orang tuanya, perpanjangan paspor yang sempat terlupakan, pemilihan negara tujuan dan tentu saja saat sudah di luar negeri permasalahan tak tahu arah, bahasa dan tentu saja kesasar. Bagi mahasiswa yang mendapatkan negara dengan masyarakat mayoritas mengerti bahasa Inggris tentu akan lebih mudah. Namun nyatanya sebagian mahasiswa ini mengalami kesulitan saat ternyata negara tujuan mereka masyarakatnya kurang mengerti bahasa Inggris.

Kendala bahasa misalnya yang dialami oleh Farah yang memilih Jerman untuk negara yang ia tuju. Disaat sesampai disana, ia bertanya kepada petugas untuk arah menuju hotelnya. Ia dibantu petugas tersebut dengan sebuah peta yang dicoret-coret oleh petugas untuk menunjukkan arah. Ia bersiap dan menuju tempat yang dimaksud oleh petugas. Farah sempat salah sangka dengan negara maju ini karena eskalator bandara tidak berfungsi. Ia memilih untuk menuruni tangga dengan membawa kopernya yang lumayan berat. Walhasil sesampai dibawah, ternyata ia berada dalam sisi yang salah. Terpaksa ia mengangkat kopernya kembali keatas melewati tangga untuk mencapai sisi yang lain dengan escalator yang tentunya berfungsi.hehe

Kisah-kisah yang lain juga memiliki pengalaman dan tetunya nilai masing-masing. Ada kisah pertemuan mahasiswi UI dengan TKW asal Indonesia yang memiliki mindset yang bagus, ada pula yang ke Birma dan sempat mengalami masalah saat transit di Singapura lalu sesampai di Birma ia bertemu dengan Zho, teman baru  yang ternyata sangat baik (Honestly, saya suka sekali dengan Zho dia baik pake banget :) ) dan kisah-kisah lainnya.

Berbagai kisah dan pengalaman unik disampaikan dalam buku ini, kamu tentu dapat membacanya sendiri. Meskipun sayangnya memang setiap cerita memiliki jumlah halaman yang berbeda. Ada yang menceritakan pengalamannya dengan sangat detail sehingga bisa sampai 25 halaman. Ada pula yang menyampaikan kisanya singkat, jadi membuat saya kadang merasa ada yang kurang.

Tapi tetep, saya sangat merekomendasikan buku ini. Apalagi untuk anak-anak muda di Indonesia. Dari buku ini saya jadi belajar tentang SELF DRIVING yang penting bagi seorang manusia. Dan lagi, bukankah Allah juga menganjurkan kita untuk bertebaran di muka bumi ini dalam surat Al Jumu’ah ayat 10 yang artinya :
Maka apabila shalat telah selesai dikerjakan, bertebaranlah kamu sekalian di muka bumi dan carilah rezeki karunia Allah”. [Al Jumu’ah : 10]

Rejeki dan karunia Allah itu bermacam-macam bentuknya. Pengalaman ke luar negeri tentu akan mendatangkan rejeki dan karunia masing-masing. Bisa jadi rejeki dan karunia tersebut berupa ilmu, pengalaman, value, bisa jadi juga berupa uang, atau banyak hal lainnya yang insyaAllah bermanfaat jika kita mengambil segi yang positif. Jika ada ara melintang atau permasalahan yang datang, kemampuan self driving inilah yang dibutuhkan. Mahasiswa-mahasiswa yang sharing kisahnya disini  menunjukkan kemampuan self drivingnya dalam mengalami suatu masalah. Seperti yang dituturkan oleh Prof Rhelnald, 

“Ketika kalian bepergian sendiri, kalian akan dibawa pada berbagai situasi sulit yang menuntut kalian berpikir cepat. Seperti itulah dunia sekarang, terlambat sedikit, kalian tertinggal. Kalian tak selamat.”

Jadi, mau ketinggalan atau berfikir cepat dalam mengambil keputusan? Be driver ya ! :)

* Saya membuat passport pada tahun 2014, tanpa ada rencana ke luar negeri sebelumnya. Hanya mempersiapkan diri dan berdoa barangkali dapat rejeki ke luar negeri. Persiapan saat bertemu dengan peluang maka akan terjadilah keberuntungan. Alhamdulillah tahun 2015 dapat ke luar negeri, insyaAllah tahun ini akan berangkat lagi. Bismillah..

**  Saat kuliah Metode Penelitian, kami diwajibkan mengikuti Seminar Nasional (sebagai pemakalah) dan dibebaskan mengikuti dimana saja dan sangat dianjurkan untuk tidak mengikuti Seminar Nasional di Kampus. Saat itu tim saya memilih mempublikasikan hasil penelitian di IPB. Dan wow! Ini pengalaman yang masyaAllah, Kami sempat tidur di stasiun dan di IPB bertemu para keynote speakers yang mengesankan. Mungkin Bu Andharini, dosen kami, juga menginginkan mahasiswanya memiliki Jiwa Self Driving. Terima kasih Bu Andharini :)

***Terima kasih untuk Mas Wahyu yang telah mengirimkan buku ini. Very inspiring!