Langsung ke konten utama

Tentang Sebuah SMS di Masa Lampau

Kamu punya kebiasaan yang menurut teman kamu aneh? Kebiasaan apapun yang menurut kamu wajar tapi menurut teman kamu enggak wajar. Ada?

sms-dari-kakak

Saya punya kebiasaan yang menurut teman saya aneh. Saat teman saya curhat kepada saya, saya membalasnya dengan sebuah pesan yang itu merupakan sms dari dia beberapa waktu lalu bahkan mungkin sekian tahun lalu kepada saya. Sms –nya tentu tentang semangatnya untuk saya. Dia senyum, kaget dan mungkin juga ada kesan bangga. SMS semangat darinya masih tersimpan di ponsel usang saya. Tadinya yang dia curhat karena sedang galau atau ada masalah, jadi mulai bisa senyum karena baca pesan dari dirinya sendiri.haha

Pagi ini, sebagai seorang yang sedang FREE! Saya terkadang mulai turun semangat dan underestimate sama diri sendiri. Ditambah kemaren sore kehujanan, jadi pagi ini badan terasa mulai akan demam dan ada beberapa organ tubuh yang dirasa mulai tak enak. Tambah deh semangat saya menurun.

Nah disaat-saat semangat saya turun, saya mulai membuka pesan-pesan dari orang-orang terdekat saya. Ibu gak bisa sms-an, kalau itu saya cukup memandang foto beliau di wallpaper ponsel saya. Pesan dari Mbak, Mas, Adek, sahabat, teman, senior, junior yang jika sms atau pesan dari mereka melalu IM apapun berkesan dan menurut saya penting, maka pasti masih tersimpan rapi di Ponsel saya. //kecuali yang di HP ZTE dan OPPO yang sekarang rusak dan gak bisa diperbaiki.hiks

Kali ini saya membaca sms dari Mas Wahyu! Senior saya yang sering banget memberikan saya motivasi dengan caranya yang MENYAKITKAN.haha //justru karena menyakitkan itu saya jadi tertantang


“Ah. Km terlalu cengeng utk mengerti hal ini. Teruslah menangis. Tunjukkan kecengenganmu pada dunia. Agar dunia tahu. Kalau kamu itu cengeng! Mau?“ //maaf ya mas wahyu ini sms jadi dibaca khalayak ramai, semoga tak kena UU ITE

Saya langsung tersadar, selepas baca sms itu. Bangun dan mulai menulis cerita ini. Meskipun sebenarnya permasalahan yang dihadapapi 2 tahun lalu (saat sms itu dikirim, 26 Desember 2013) berbeda, namun ini bisa saya terapkan lagi sekarang. Stop menangis (meskipun saat ini gak menangis, intinya stop kesedihan), dunia gak perlu tahu kalo kamu cengeng kan riaa! Angkat kepala riaa, nanti mahkotamu jatuh!

Free bukan berarti kamu harus menye-menye dan gak produktif donk! Justru saat ini kudu lebih dan lebih produktif serta paling penting bermanfaat!

Hobi : Simpan Pesan Bermanfaat!

Nah, fungsi “menyimpan sms” ini-lah yang menurut saya penting. Jadi saya bisa mulai remind diri sendiri. Self motivation dalam diri itu penting banget, tapi orang-orang sekitar yang turut serta mendukung kita, itu juga penting. Keluarga itu pasti dan adanya teman-teman di sekitar, itu juga sangat berpengaruh.

Selain bentuk sms berupa nasihat, terkadang obrolan-obrolan tersirat melalui sms juga masih saya simpan. Walau hanya beberapa karakter, kalau itu menurut saya akan saya butuhkan kelak, maka saya juga akan simpan.

Kamu pernah ngobrol via sms atau instant messanger dengan saya? Apa mungkin pesan tersebut masih saya simpan? Likely enough! :) //Semoga dicatat sama Allah itu merupakan kebaikan ya..amiin

Allah berfirman dalam surat Al Qashash ayat 77 yang artinya:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu berupa (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu,…”

Dari sini saya jadi bisa ambil hikmah. Bahwa setiap apa yang keluar dari mulut kita sebenarnya akan berpengaruh secara tidak langsung maupun secara langsung kepada orang lain. Maka berbuat baik kepada orang lain itu sangat penting. Bahkan Allah pernah berfirman terkait itu.

Semoga apa yang sudah pernah saya ucapkan, apa yang sudah saya tulis, bahkan mungkin yang masih terbersit di pikiran saya, semuanya mengandung kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Dan semoga saya juga telah dimaafkan bilamana apa yang dulunya saya ucapkan atau tuliskan itu menyakitkan.

Siap untuk menebar kebaikan? :)

Komentar

  1. Itu kenapa ada namaku ya? Hahaha.
    Semangat, Ria. Sudah ngga galau di sosmed lagi kan? Hehe..

    BalasHapus
  2. Kalo saya mah karena orangnya sulit sekali menerima motivasi dari orang lain, seringnya sy malah memotivasi diri saya sendiri jadinya sy belum pernah melakukan apa yang seperti mbak lakukan :D. Makasih udah share :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…