Langsung ke konten utama

Autumn in San Francisco - Malam Pertama!

Tanggal 18 - 25 Oktober (7 hari) lalu adalah hari yang sangat berkesan bagi saya. Bagaimana tidak?? Ini untuk pertama kalinya saya ke luar negeri!

Siapa yang tidak ingin berkunjung ke kota yang terletak di Pantai Barat Amerika Serikat ini. San Francisco, kota di negara bagian California, memang mampu menarik hati para wisatawan. Kota dengan gaya artistik ini bahkan membuat Tony Bennet, penyanyi terkenal, menyanyikan sebuah lagu dengan judul “ I left my heart in San Francisco”. Mungkin karena lagu ini, banyak miniatur berbentuk hati di San Francisco.

Malam pertama di San Francisco!

[caption id="" align="aligncenter" width="718"] *Pemandangan Malam SFO dari Balkon Kamar Saya[/caption]

Apa yang kamu rasakan di malam pertama kamu sampai di sebuah kota yang saat kamu kecil ingin sekali kamu kunjungi? SENENG BANGET!

Saya bersama ketiga kawan saya, Febria, Leonika dan Wilik, sampai di Bandara Internasional San Francisco pada malam hari. Saat itu sekitar jam setengah 10 malam waktu setempat. Setelah menempuh kurang lebih 21 jam perjalanan dari Surabaya, Indonesia, tentu badan ini pengen banget segera rebahan di tempat tidur. Tapiiiii, tidak untuk saya! Meskipun capek, sebenernya saya sudah pengen jingkrak-jingkrak saat turun dari pesawat. Ehem, karena saya masih menjaga image teman-teman saya, //kasian mereka ntar malu kalo saya jingkrak-jingkrak, haha. Saya tahan tuh yang namanya pengen teriak bahagia dan lompat-lompat.hehe

Alhamdulillah, proses di imigrasi juga sangat mudah. Kami juga langsung bertemu dengan bapak supir yang akan mengantarkan kami menuju Union Square. Sekitar 20 menit perjalanan dari Airport, kami akan sampai di Hotel Hilton, Union Square. Kami menikmati perjalanan pertama kami menyusuri malam di sepanjang jalan Tol SFO. Kalau kata Leo dan Wilik, jalan yang kami lewati ini mirip banget sama game GTA yang sering mereka mainkan. haha

Sesampai di Hilton, kami di sambut oleh Ce Bella - My Community Manager yang cantik banget, Ko Ivan – Top Contributor sekaligus mentor TC asli Indonesia dan sudah lama menetap di US, mbak Billa dan Kamil, dua teman keren saya yang berangkat dari Jakarta. Tempat kami menginap ini cukup berkelas dan cantik. Masing-masing dari kami mendapatkan 1 kamar. Bahagia gak tuh! Thanks a lot to Google yang baik hati sudah membawa saya ke Amerika :D

Setelah dibantu check in oleh Ce Bella dan ngobrol cantik sebentar di kamar Febria, kami kembali ke kamar masing-masing. Dan kamu tahu kan apa yang saya lakukan di kamar? Yaps, hasrat saya yang sudah dipendam semenjak turun dari pesawat saya lampiaskan saat itu juga! Jingkrak-jingkrak cantik sambil dalam hati terus mengucap syukur. Haha.

Menikmati subuh di bumi Paman Sam



Menyesuaikan waktu sholat kudu dan sangat perlu di perhatikan. Adzan subuh yang biasanya di Surabaya sebelum jam 4 dini hari, kalau di San Francisco sangat berbeda, jam 6 pagi! Saya baru tidur jam1 malam dan jam 3 sudah bangun. Entah seperti alarm, tiba-tiba bangun dan gak bisa tidur lagi. Atau memang ini yang dinamakan jetlag. Disini 15 jam lebih lambat dari Surabaya, ini berarti jam 3 dini hari di SFO samadengan jam 6 sore di Indonesia bagian barat. Mulai-lah saya mengirim pesan ke orang-orang di rumah. Dalam benak saya, “ah gak usah tidur, sejam lagi juga udah subuh”. Yaks! Setelah satu jam berlalu, kok gak ada alarm adzan subuh, saya baru cek jadwal sholat subuh saya yang yap, subuh itu jam 6 pagi riaa.. why stupid?haha, ya mungkin ini jetlag, lagi-lagi saya berusaha excuse dan gak tidur sampai akhirnya subuh datang! Yey!

Dan ternyata dari subuh yang jam 6 itu, semua orang sudah pada beraktifitas lho! Jam 6 sudah mulai banyak yang bangun dan sarapan. Kalau di rumah nih ya, abis subuh tidur lagi palingan.haha, disini beda bangeeeettt! Semua orang mulai beraktifitas. Sarapan dengan cepat dan mulai keluar dari hotel satu per satu.

Kami ber-enam (Ria, Nabilla, Leonika, Febria, Wilik dan Kamil) sudah bersiap untuk segera meluncur dan menikmati Autumn Pagi San Francisco. Meskipun kami berada di tengah kota San Francisco yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi, udara disini tetap nyaman lho! Suhu tepatnya saya lupa, sekitar 10-18 derajat Celcius. Kira-kira seperti di Malang, bagi saya ini dingin sih, tapi nyaman.hehe

Perjalanan kami menyusuri San Francisco di mulai pagi itu, dan saat siang hari kami harus kembali ke hotel untuk Registrasi kedatangan kami di Top Contributor Summit!



Mau tau kami berhasil kemana saja pagi itu?

I will come back with a lot of stories about My Journey in San Francisco ya!

Komentar

  1. Wah... senangnya... :) Ditunggu ya lanjutannya... hehehe.... kayak novel aja....

    BalasHapus
  2. Ria, sayang sekali foto-fotonya gak muncul. Mau lihat suasana malam di San Fransisco ,jadi gak bisa deh.
    Di sana Shubuh jam 6. Langitnya masih gelap apa sudah terang, Ria? Memang ya beda banget kebiasaan di sana sama di Surabaya. Kalau disini habis Shubuh tidur lagi haha

    BalasHapus
  3. Naik pesawat selama 21 jam? Wih, lama banget, ituu..
    Pasti seneng dong ya bisa jalan-jalan ke Amrik. Ngomong-ngomong ketemu artis Holy gak disana? hehe

    BalasHapus
  4. […] melewati malam pertama di San Francisco, saya bangun dengan segar dan siap menikmati perjalanan hari pertama di kota […]

    BalasHapus
  5. Mungkin bagi saja ke san f hanyalah sebuah mimpi.
    Pasti itu jadi pengalaman yang sangat berkesan, apalagi memang kota itu sangat terkenal.
    Bersukur bagi yang bisa ke sana.

    BalasHapus
  6. hehe..
    Halo Mbak Rina, ini segaja dibuat sequel, biar ria terus inget perjalanan menyenangkan itu :D
    Thanks lanjutannya udah mulai di post yaa :D

    BalasHapus
  7. Masih gak bisa dibuka kah mbak Yuni?
    Disni fotonya bisa di buka pakek banget. hmm

    Nanti akan di edit agar bisa di buka di segala device deh :)
    Hehe. subuh udah terang, agak2 mendung dikit pakek banget :D

    BalasHapus
  8. wah terima kasih kesannya berarti banget

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…