Langsung ke konten utama

Pengen Tugas Akhir/Skripsi Cepat Kelar? Cukup dengan NIAT!

“Pasti ria kemana-mana bawa buku, dimana-mana baca buku, bawa laptop & coding sana-sini, belajar banyak literature & paper, deket sama dosen, atau paling juga di-coding-in sama temennya.”

Ya, pernyataan itu sering sekali muncul disekitar saya. Mulai dari pernyataan yang sangat mengesankan “kemana-mana bawa buku” sampai pernyataan menyakitkan semacam “di-coding-in temennya”. Semacam gemes, pengen gigit orang yang ngomong kalimat terakhir dan ngomong wtf di depan mukanya tapi takut dosa. Hehe

Sebagai seorang perempuan yang “gak sengaja” nyemplung di dunia IT, saya merasa miris. Kenapa orang itu gak percaya bahwa perempuan itu bisa coding? Banyak lho perempuan yang sukses di dunia IT dan memang beneran Ngoding. Sebut saja mbak Ollie Salsabilla yang sukses membuat nulisbuku.com atau Sofia huiya dengan tiket.com-nya. Dari Indonesia juga banyak para coder perempuan yang melalang buana di dunia teknologi.

Saya sendiri memang semenjak kerja sudah jarang dan bahkan gak pernah coding lagi. Tapi semangat dan niat untuk belajar coding lagi masih ada. Dan mungkin banget saya kembali ke dunia coding setelah menemukan diri saya sebenarnya. Itu sangat mungkin.

Dari tulisan ini saya ingin sharing bahwa sebenarnya untuk LULUS CEPAT atau TUGAS AKHIR SEGERA RAMPUNG itu bukan hanya karena kamu kemana-mana bawa buku. Bukan hanya karena kamu dimana-mana baca buku. Bukan hanya karena bawa laprop kemana-mana. Bukan hanya kamu coding sana-sini (eh, tapi kalo di dunia IT ini juga perlu banget), Bukan hanya deket sama dosen. Dan bukan berarti kamu bisa di-coding-in sama temen kamu! BUKAAAANNN.

Lulus cepat dan Tugas Akhir dapat segera rampung adalah perkara NIAT dan USAHA! Kamu niat banget untuk lulus cepat dan ataupun Tugas Akhir segera rampung tapi kamu gak usaha ya nonsense! Kamu punya usaha untuk ngerjainnya tapi gak niat dan walhasil gak punya semangat untuk segera merampungkannya juga podowae!

Gak cuman tentang kamu itu perempuan ataupun laki-laki. Tapi tentang NIAT dan USAHA. Kamu kudu punya niat yang baik untuk lulus cepat. Kudu ada reasonnya juga. Kamu ngapain mau lulus cepat kalo ternyata setelah lulus kamu gak ada planning kemana.

Kalau saya dulu pengen lulus cepat karena saya ingin segera cari pengalaman di dunia kerja, mencari sebanyak-banyaknya ilmu kehidupan secara langsung yang iya, ternyata beda sekali dengan saat kuliah, ingin punya banyak waktu dengan keluarga (meskipun kenyataannya sekarang masih belum bisa), ingin segera melunasi beban moral sebagai anak bangsa yang kuliah dibayari rakyat (karena saya kuliah dengan uang beasiswa pemerintah), ingin “sisa” beasiswa segera diserahkan ke teman yang juga membutuhkan dan pengen cepet Nikah. :P

Nah, itu niat saya. Terlalu general-kah? Enggak juga kan? Ya, itu niat dan tujuan saya lulus cepat. Selanjutnya adalah USAHA. Usaha ini ada beberapa macam, mulai dari Usaha untuk benar-benar menyelesaikan tugas akhir dan usaha berupa doa serta meminta doa dari orang-orang terdekat.

Usaha saya untuk menyelesaikan pendidikan saya di jenjang S1 ada macem-macem. Mulai dari menghindari segala kehidupan hedonis seperti pacaran dan hangout yang gak jelas tujuannya. Saya paling anti saat itu “deket dengan cowok yang niatnya pacaran”, beh, menghindari mati-matian sampai sama sahabat saya di kampus, Novi namanya, saya selalu dinasehati untuk benar-benar mencoba membuka hati untuk laki2. Yaelah. Ini bukan perkara buka hati atau tidak, atau suka dan tidak suka juga, bukan juga berarti saya gak pernah suka sama cowok. Ini tentang prinsip. Saya gak mau melanggar sesuatu yang di agama saya tidak diperbolehkan, dan memang pengen fokus dengan tujuan saya. Ya meskipun terkadang juga iri pengen ditelfon setiap malam. *hadeuh kok jadi baper. Back to topik yaaa!

Menghindari sesuatu yang hedonis ini bakalan bantu kamu untuk fokus sama gerbang kelulusan. Yang namanya waktu untuk pacaran bisa dimanfaatin untuk belajar. Yang namanya waktu hangout gak jelas bisa kamu gunakan untuk ikutan komunitas yang masih satu line sama kamu untuk memperbanyak network kamu. Ini akan berpengaruh saat kamu lulus. Serius. Bukan hanya IPK. Bahkan yang namanya IPK gak jamin kamu punya network luas.

Selain itu, saya termasuk orang yang target oriented. Yang namanya dinding kamar kos saya akan banyak sticky note target-target saya. Setiap malam saya akan menulis kegiatan yang musti saya kerjakan esok paginya. Meskipun terkadang target itu gak bisa selesai hari itu juga, malamnya ya ditulis lagi untuk esoknya lagi. Jadi setiap bangun dari tidur, saya ingat dan tau apa yang kudu saya selesaikan hari itu. Misalnya, saya kudu menyelesaikan perhitungan metode hough transform agar segera bisa di implementasikan di coding, kudu minta tanda tangan dosen pembimbing, kudu sms teman untuk mengingatkan kerja kelompok, dan banyak lainnya. Saya menulis point demi point yang harus saya lakukan saat masa pengerjaan TA. Ini termasuk usaha saya untuk LULUS CEPAT.

Nah, kalau saya berhasil mencapai target saya seminggu misalnya, tak jarang juga sebulan sekali si, tergantung apa yang berhasil saya achieve, saya bakalan beli apa yang saya mau, atau ke tempat yang saya inginkan. Ini merupakan usaha untuk memberikan reward bagi diri sendiri. Biar selalu bahagia dengan apa yang dicapai walau sesimple berhasil menemukan cara ngitung jari-jari dengan metode hough transform.

Jadi, saya lulus cepat bukan karena hanya sering baca buku, bukan hannya sekedar dekat dengan dosen, dan bukan karena di-coding-in teman. Tapi karena Niat saya untuk mencapai target menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan cepat dan juga USAHA saya untuk bangun lebih awal dan mulai belajar coding dan menulis paper dengan bener. Dan tentu berkat doa ibuk disetiap ibadah wajib dan sunnahnya, serta doa orang-orang disekitar saya yang mencintai saya :)

So, semangat buat kalian yang sedang menyelesaikan Tugas Akhir. Terus perbaiki niat dan usaha yang benar dengan cara kalian masing-masing ya :)

Komentar

  1. memang penting nih NIAT ini, kalo udah hilang. habislah sudah -,-

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…