Langsung ke konten utama

Syair Madura dari Bapak Sebelum Tidur

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing sebelum tidur. Ada yang sikat gigi, cuci kaki, cuci muka, sholat witir, baca Al Mulk, ada juga yang gak bisa tidur kalau belum nonton Film, dan banyak hal lainnya yang setiap orang punya kebiasaannya masing-masing. Mungkin kalau anak muda jaman sekarang bakalan check timeline BBM, ganti status, ganti depe baru bisa tidur. Ada juga yang merasa tidak punya kebiasaan sebelum tidur, padahal saya yakin pasti ada, walau hanya set-alarm.

Saya teringat syair Madura, yang semua anak bapak saya  pasti hafal. Semenjak saya kecil, bapak selalu mengingatkan untuk berdoa sebelum tidur dan mengucapkan kalimat ini. Kalimat-kalimat dengan bahasa Madura yang tak saya mengerti. Tapi kalimat-kalimat ini sudah seperti doa juga sebelum tidur. Selalu dilafalkan. Namun semenjak berada jauh dari rumah, saya sering melupakannya. *saya sedih kebiasaan baik kenapa saya tinggalkan, sesekali saya ingat sesekali lupa.

Seperti apa syairnya? Dan apa artinya? Saya juga penasaran!

Semenjak kuliah di Madura, saya bertanya ke beberapa teman apa arti syair ini. Tapi tak ada yang mengerti. Ah, sepertinya saat itu pelafalan saya yang kurang benar. Nah, saat Ramadhan kemarin, biasanya setelah berbuka puasa kami satu keluarga berbincang-bincang sembil menunggu waktu Tarawih. Dan perbincangan saat itu adalah syair sebelum tidur! Ibu menjelaskan arti dari syair itu. *Sepertinya setiap kami bertanya, ibu selalu menjelaskan artinya, mungkin saya saja yang lupa atau mungkin hanya obrolan lewat bagi saya #ah saya menyesali hal itu saat tau artinya

Berikut adalah syair beserta artinya :
Illallah (LailahaillaAllah), banthal syahadat, sapo’iman, pajung Allah

Tiada Tuhan Selain Allah. Berbantalkan syahadat, berselimutkan iman dan berpayungkan Allah

Taretan Pa’empa’ ke lema’ bedhen

Saudaraku berempat, berlima denganku *kata ibuk, saudara berempat itu para malaikat, mulai dari yang mencatat amal baik dan buruk serta malaikat pencabut nyawa

Sengko’ tedhung ayo sandhingin

Aku mau tidur ayo temani aku

Malam ini saya jadi larut dalam kenangan menjelang tidur bersama Bapak dengan membaca syair ini keras-keras, ya itu dulu, saat saya kecil. Ah iya, saya ditinggal Bapak memang masih sangat kecil, baru lulus TK. Baru masuk SD tepatnya. *Semoga Allah menempatkan Bapak di Surga Nya :))

Saya beruntung ingatan itu kembali, karena banyak moment yang saya tak ingat. *tapi saya masih merasa syair itu kurang satu kalimat :(

[caption id="attachment_46" align="aligncenter" width="169"]family Mungkin ini foto pertama dan terahir saya berada satu frime dengan bapak. :')[/caption]

Tiada Tuhan Selain Allah. Berbantalkan syahadat, berselimutkan iman dan berpayungkan Allah. Bapak mengajarkan bentuk kepasrahan paling tinggi dalam syair itu, Allah. Selain itu saya yakin Bapak menaruh harapan dan doa dalam syair tersebut, agar dalam setiap hari esok, dalam setiap langkah yang ditempuh sepanjang hidup anaknya, Allah selalu senantiasa melindungi anak-anaknya (kami),  bahkan juga saat kami terlelap tidur.

Saya tak tahu menahu apakah syair itu mahsyur di Madura atau tidak. Toh beberapa teman saya tak mengerti artinya, ya sekali lagi mungkin karena pelafalan saya saat itu kurang tepat. Saya berharap jika ada yang tahu syair ini, mungkin bisa sharing dengan saya. Apakah penulisan saya sudah benar, apakah artinya sudah tepat. Saya sangat ingin mengetahuinya. Apalagi jika ternyata syair ini adalah penggalan syair lain yang lebih lengkap? Who’s know? :))

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…