Langsung ke konten utama

Kamu beruntung ya. Benarkah?

sarjana-ria

“Kamu beruntung ya”. Hanya tiga kata namun efeknya luar biasa bagi saya. Saat itu, saya masih belum paham apa itu kata “beruntung”. Yang saya paham dan asumsikan dari cara mereka berucap adalah makna yang sangat tidak enak di dengar, terkesan meremehkan. Saya merasa justru kalimat yang terlontar dari teman saya atau orang lain saat mengucapkan kalimat tersebut untuk saya itu berarti seperti ini: “Kamu beruntung. Padahal kamu kayak gini gitu gini gitu…”. Seakan-akan apa yang saya dapat semuanya tanpa usaha. That’s why saya merasa mereka seakan meremehkan saya. *ini apa saya yang stupid yak? Nggak bias bedain nada bicara mereka

Kalimat tersebut sering kali terdengar. Dengan pencapaian-pencapaian saya saat ini yang mungkin mereka merasa begitu dengan mudahnya saya mendapatkannya. Padahal TIDAK. Sama sekali tidak mudah. Saya lulus 3,5 tahun tanpa mengeluarkan biaya SPP bahkan mendapatkan living cost setiap bulannya, lulus dengan mudah dengan prestasi yang baik, pernah ke berbagai tempat di Indonesia dengan gratis dan langsung bekerja di perusahaan yang hampir setiap anak muda ingin sekali bekerja disini.  Banyak orang yang berfikir bahwa saya beruntung. Sekali lagi, kata itu seakan-akan meremehkan dan kurang tepat didengar. Seakan-akan itu semacam Hal Instan yang begitu mudah saya dapatkan. Why Stupid?

Saya yang salah berasumsi atau mereka yang menggunakan “nada” bicara kurang baik? *atau mungkin saya yang sensitif

Keberuntungan bagi saya adalah pencapaian dari usaha dan doa. Dan usaha untuk mencapai keberuntungan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Setiap mereka bilang, “kamu beruntung ya..” saya dalam hati hanya meng-amin-kan. Meskipun nada mereka yang mengucapkan memang sedikit terkesan emm, meremehkan, tapi saya justru bahagia dan meng-amin-kannya. Kenapa? Karena Keberuntungan tak bisa diperoleh dengan usaha sendiri, doa sendiri, tapi juga doa orang lain :)) *berusaha positif

Terkadang kalimat “Kamu Beruntung ya..” juga berbahaya saat saya memaknainya bahwa usaha yang telah saya capai tidak sia-sia, saya telah beruntung mendapatkannya. Ini juga bisa jadi riya’ dan mungkin saya akan berhenti dan merasa puas. Ah, saat merasa hal ini terjadi, ini saya yang stupid.

Untuk menghindari semua hal itu. Sebagai seorang yang beragama ISLAM, saya tentu berusaha belajar mengaitkan semua yang saya alami dan akan saya alami dengan Yang Menciptakan saya. Dan dengan Manual Book yang diberikan Allah melalui Nabi Muhammad. Dan Yang namanya Orang Beruntung di dalam Al Qur’an itu ada banyak dan dengan sifat-sifat yang MasyaAllah sangat mulia. Saya belum mencapai ituuuu. *ah pengen teriak, malu banget sama Allah

Sifat apa saja coba yang menurut Allah orang itu beruntung? *ini hasil browsing di mbah Google

  1. Orang yang Selalu beramal ma’ruf dan nahi munkar [Q.S Ali Imron : 104]

  2. Orang mu’min yang selalu beramal saleh [Q.S Al Mukminun : 102-103 dan Q. S Al A’raf : 8]

  3. Orang yang mau berjihad dengan Jiwa dan Harta [Q.S At Taubah : 88]

  4. Orang yang mengikuti cahaya Al Qur’an [Q.S Al A’raf : 156-157]

  5. Orang yang mengikuti keputusan Rasulullah SAW *Allahumma shali alaih [Q.S An-Nur : 51]

  6. Orang yang berinfak [Q.S Ar Rum 38]

  7. Orang yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup [Q.S Luqman : 1-5]

  8. Tentara Allah [Q.S Al Mujadilah : 22]

  9. Orang yang terlindung dari Sifat Kikir [Q.S Al Hasyr : 9]

  10. Orang yang bertaubat [Q.S Al Qashash: 67]

  11. Orang yang bertaqwa [Q.S Al Baqarah : 1-5]


Nah, Orang yang beruntung menurut Allah adalah orang-orang yang seperti  11 point diatas. Bayangkan selama ini orang-orang mengatakan atau berpendapat saya beruntung, dan ternyata menurut Allah saya tidak beruntung? *Naudzubillah, Semoga saya menjadi hamba Allah yang benar-benar beruntung mendapatkan Surga Indah Nya kelak

­Ngeri kan? Keberuntungan itu saya anggap sebagai hasil dari USAHA dan DOA. Dimana kita kudu selalu melakukan keduanya yang saya sebut dengan Preparation dan mulai mencari  Opportunity untuk itu. Nah, berarti yang kudu saya lakukan sekarang ada preparation untuk jadi Hamba Allah yang Beruntung, yang masuk Surga kelak dengan mudah. Semua pasti berharap begitu kan? :)

Komentar

  1. Ya kalau aku pernah baca tulisan tentang kata beruntung.
    Aku mengartikan kata itu mengandung unsur kesiapan + kesempatan.
    (Keberuntungan = Kesiapan + Kesempatan)


    Selain itu, saat kali aku merasa beruntung berarti saat itulah doa Ibuku dikabulkan oleh Allah SWT.

    BalasHapus
  2. Saya begitu menyukai artikel yang disajikan dalam blog ini,
    Semoga sukses terus memberikan informasi bermanfaat utk semua orang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…