Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Everything happens for a reason. Part Choice.

Sebagian orang bilang bahwa hidup itu pilihan. Ya, saya setuju karena memang dalam hidup kita selalu ada perkara memilih. Hidup dan Mati juga perkara memilih bukan? Kita memilih untuk terus tetap hidup atau memilih untuk mati. Bahkan saat bangun ketiga pagi hari, untuk bangun dan beraktifitas atau melanjutkan tidur lagi juga perkara pilihan bukan?

Terkadang saya merasa konyol sekali saat dalam hidup saya begitu banyak pilihan. Konyol bukan berarti itu buruk, bukaaan. Cuman jatohnya jadi negative soalnya kalau dihadapkan dengan banyak pilihan malah berakhir dengan ngeluh dan gaj bersyukur. *sumpah ini fase yang membuat saya sebel dengan diri sendiri kalo lagi banyak pilihan gak bersyukur tapi malah ngeluh

Konyol yang saya maksud adalah sesuatu hal yang unik dan gak saya sangka yang terjadi dalam hidup saya. Konyol karena memang tak pernah saya sangka bisa terjadi. Tentu lagi-lagi saya mengingatkan diri sendiri, harus didasari rasa syukur.

Syair Madura dari Bapak Sebelum Tidur

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing sebelum tidur. Ada yang sikat gigi, cuci kaki, cuci muka, sholat witir, baca Al Mulk, ada juga yang gak bisa tidur kalau belum nonton Film, dan banyak hal lainnya yang setiap orang punya kebiasaannya masing-masing. Mungkin kalau anak muda jaman sekarang bakalan check timeline BBM, ganti status, ganti depe baru bisa tidur. Ada juga yang merasa tidak punya kebiasaan sebelum tidur, padahal saya yakin pasti ada, walau hanya set-alarm.

Saya teringat syair Madura, yang semua anak bapak saya  pasti hafal. Semenjak saya kecil, bapak selalu mengingatkan untuk berdoa sebelum tidur dan mengucapkan kalimat ini. Kalimat-kalimat dengan bahasa Madura yang tak saya mengerti. Tapi kalimat-kalimat ini sudah seperti doa juga sebelum tidur. Selalu dilafalkan. Namun semenjak berada jauh dari rumah, saya sering melupakannya. *saya sedih kebiasaan baik kenapa saya tinggalkan, sesekali saya ingat sesekali lupa.

Seperti apa syairnya? Dan apa artinya? Saya juga pena…

Everything happens for a reason. Part Meeting.

Semua terjadi karena ada sebabnya. I believe in it. And that’s why I know that some “meeting” (for last and will be happen) is more than just coindence. - kesepuluh
Kali ini saya akan berfokus pada yang namanya pertemuan. Hampir setiap orang selalu bilang bahwa setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan. Yes! Dan memang itu hidup bukan? Ada Kehidupan dan ada kematian. Semua yang hidup nanti juga bakalan mati, dan semua yang bertemu nanti akan berpisah. Oke, bukan berfokus pada perpisahan, bukaaan. Ini berfokus pada yang namanya pertemuan.

Pernah nggak si dalam hidup kamu, tiba-tiba orang yang nggak kamu sangka kenal di kereta misalnya, atau di sebuah acara kopdar, eh tiba-tiba jadi deket sama kamu? Pernah merasa? :D

Setelah saya berfikir berulang-ulang, kesannya kok jadi lucu yak, kadang pengen senyum-senyum sendiri kalau mengingat-ingat gimana caranya bertemu di awal dan gimana kondisi pertemanan sekarang. Teman saya yang ini dulu ketemunya disini, teman yang itu ketemunya disitu,…

Makna Sebuah Fashion yang Tak Ku Mengerti

Seorang wanita memang identik dengan dunia fashion. Fashion dalam kamus bahasa inggris adalah sebuah noun yang berarti “cara atau kebiasaan”, kalau dibaca sebagai kata sifat artinya jadi “memperhatikan mode”. Wanita akan disebut sebagai benar-benar wanita jika dia memiliki memperhatikan mode dengan baik.
Baik. Sejujurnya saya sering sekali di kritik oleh saudara ataupun teman. Mereka tentu mengkritik positif sisi cara berpenampilan saya. Mulai dari disuruh belajar dandan-lah, gak boleh pelit beli baju-lah, nyoba style hijab dengan tutorial ini dan itu. *Arrg, emang fashion saya kenapa? Seburuk itu kaah??

Oke baiklah. *Let me take a deep breath ya

Menurut saya, cara berdandan dan berpakaian seseorang itu ya suka-suka. Hari ini nyaman begini, hari itu nyaman begitu. Kalo di rumah begini kalo d kos begitu. Kalo di kantor begini kalo ke kampus begitu. Yaelah, capek bener jadi wanita. Saya bukan pemerhati fashion memang. Dan memang tidak suka berdandan aneh-aneh. Keluarga dan teman yang mengk…

Kamu beruntung ya. Benarkah?

“Kamu beruntung ya”. Hanya tiga kata namun efeknya luar biasa bagi saya. Saat itu, saya masih belum paham apa itu kata “beruntung”. Yang saya paham dan asumsikan dari cara mereka berucap adalah makna yang sangat tidak enak di dengar, terkesan meremehkan. Saya merasa justru kalimat yang terlontar dari teman saya atau orang lain saat mengucapkan kalimat tersebut untuk saya itu berarti seperti ini: “Kamu beruntung. Padahal kamu kayak gini gitu gini gitu…”. Seakan-akan apa yang saya dapat semuanya tanpa usaha. That’s why saya merasa mereka seakan meremehkan saya. *ini apa saya yang stupid yak? Nggak bias bedain nada bicara mereka

Kalimat tersebut sering kali terdengar. Dengan pencapaian-pencapaian saya saat ini yang mungkin mereka merasa begitu dengan mudahnya saya mendapatkannya. Padahal TIDAK. Sama sekali tidak mudah. Saya lulus 3,5 tahun tanpa mengeluarkan biaya SPP bahkan mendapatkan living cost setiap bulannya, lulus dengan mudah dengan prestasi yang baik, pernah ke berbagai tempat di…

Aku yang kesepuluh

Bismillah..

Hai! Saya Ria, anak ke-sepuluh dari seorang lelaki tampan berdarah Madura dan perempuan cantik asli Pare yang juga masih dari keturunan Madura. Saya senang sekali bisa kembali ke dunia blog yang saya cintai semenjak SMA :)

Mungkin blog ini juga adalah blog yang ke-sepuluh yang saya buat. Dan saya memutuskan untuk memberi nama blog ini "KESEPULUH". Genap. Dari dua angka dengan bentuk yang sangat berbeda namun berdampingan dan menjadi genap. Dari dua angka yang sangat berlawanan SATU dan NOL yang terkadang berarti kosong, namun cukup cantik jika dijejer berdampingan.

Saya sedikit grogi untuk memulai menulis kembali setelah dua blog saya(casthazahra dan lyzara) sering mati suri. Belum lagi blog-blog saya lain yang mungkin hanya berisi dua sampai empat post saja, lalu berhenti dan hilang bagai debu bertaburan.

Trus kenapa buat blog "kesepuluh" ini? Simple si. Saya ingin sesuatu yang baru. Saya ingin bercerita berbagai pengalaman saya dengan konteks yang lebih p…