Langsung ke konten utama

Sederhana, Ayo Mulai.


Sejujurnya saya sudah lama memiliki keinginan untuk menulis sebuah buku. Buku tentang perjalanan saya sebagai anak ke 10 dari 11 bersaudara. Tentang apa yang sudah saya dapat dalam perjalanan sampai bisa kuliah di Madura. Perjalanan bertemu dengan orang-orang hebat. Dan berbagai pengalaman yang sudah saya dapat selama hidup. Tujuannya hanya satu. Pengalaman setiap orang dalam hidup berbeda-beda, barangkali pengalaman saya bisa bermanfaat bagi orang lain, syukur2 jika bisa menginspirasi. Namun saat jari-jemari mulai menekan satu demi satu barisan huruf di keyboard, tiba-tiba ada aja yang membuat saya menunda-nunda, bingung mulai darimana dan ya, rasa yang sulit sekali hilang, malas.



Barisan kalimat diatas bukan quote yang harus diresapi. Bukan pula sebuah paragraph inspirasi. Kalimat-kalimat diatas adalah curhatan saya. Bagaimana bisa saya membuat sebuah buku jika masih saja saya seperti itu.


Beruntunglah saya datang ke acara #SundaySharing yang untuk pertama kalinya diadakan di Surabaya (Alhamdulillah, akhirnya acara ini singgah di Surabaya setelah sekian lama di Jekardah sering sekali diadakan dan biasanya saya cuman bisa kepoin twitter para blogger yang datang). Tema #SundaySharing part 1 di Surabaya ini semacam menjadi kunci pertama gimana caranya bisa nulis buku dengan baik dan berakhir di ribuan tangan pembaca.



"Menulis itu kita harus punya pondasi yang kuat. Kenapa kita menulis. (...) Kalau motivasinya hanya untuk populer, menjadi orang yang terkenal, mendapatkan keuntungan materi berupa honor atau royalti, itu sah-sah saja. Namun seharusnya ada suatu keinginan yang kuat kenapa kita harus menulis. Bagi saya, menulis itu tidak sekedar berbagi dan memperpanjang usia, tapi bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Pramudya pernah bilang bahwa menulis itu bekerja untuk keabadian. Itu yang saya tanamkan dalam diri saya."


Bayangkan saja kenapa perawi hadist sampai benar-benar berniat menuliskan dan meriwayatkan hadist-hadist nabi. Pasti karena beliau yakin bahwa apa yang dia tulis akan benar-benar bermanfaat ribuan tahun yang akan datang meskipun beliau sudah meninggal. Bahkan dia rela berjalan kaki ribuan kilometer untuk menemui ulama, sahabat nabi yang menyimpan hadist itu. meskipun itu hanya satu hadist."



Pembukaan mas Lalu Abdul Fatah membuat saya mulai berfikir. Mulai dech berbagai pertanyaan seliwiran di kepala saya. Niat saya menulis apa ya? Kenapa saya menulis ya? Apa karena hanya ingin populer? Atau karena ingin mendapatkan uang? Apa benar ingin bermanfaat? Dan selama ini pondasi saya menulis apa ya? Sembari terus fokus dengan apa yang disampaikan oleh mas Lalu. Saya-pun juga masih terngiang-ngiang obrolan dengan Pak Dhe Cholik sebelum acara #SundaySharing dimulai.


@lafatah


Pertanyaan-pertanyaan saya mulai terjawab satu persatu. Menulis bukan hanya sekedar sesuatu untuk diri sendiri. Menulis untuk bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya menulis akan memperpanjang usia kita. Berfikir lebih luas adalah jawaban dari pertanyaan saya mengenai bagaimana caranya mengawali niat tersebut. Setelah Motivasi dan Niat, landasan yang kuat sudah terkumpul maka saatnya mengeksekusi niat tersebut. Mulai dengan menyederhanakan hal-hal yang mungkin rumit untuk mudah dipahami oleh orang lain. Hal ini tentu membutuhkan kreatifitas yang tinggi. Untuk menjadi orang yang kreatif bisa dimulai dengan sedikit mengubah habit kita. Banyak membaca dan memunculkan jiwa anak-anak yang selalu ingin tahu dalam diri kita.


Think big, stand small but most of all is Start.


Mulai nulis. Menulis itu seperti belajar hal-hal lain. Seperti halnya naik sepeda, tanpa tahu teknisnya kita terus belajar naik sepeda, jatuh bangun dan akhirnya juga bisa. Menulis juga seperti itu.


Ide sudah banyak tapi selanjutnya apa? Jawabannya sangat sederhana. Mulai. Hal ini sebenarnya yang membuat saya selalu bingung. Bagaimana untuk memulai menulis, saya selalu bingung mengawalinya. Dan jawaban yang sangat sederhana yang saya tangkap dalam penyampaian mas Lalu dalam #SundaySharing ini adalah mulai untuk menulis.


Mas Lalu sebenarnya juga banyak membahas tentang teknis menulis yang baik. Mulai dari judul, strong leads, content dan penutup suatu tulisan. Untuk lebih jelasnya teman-teman bisa download file hasil record saya saat #SundaySharing part 1 di Surabaya disini.


Tak semudah yang saya bayangkan dan tak sesulit yang saya bayangkan pula. Untuk bangkit setelah lama tak menulis memang sedikit susah, tapi setelah #SundaySharing ini, paling tidak semangat saya mulai menyala kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…