Langsung ke konten utama

Tips Kuliah Kerja Nyata kamu biar lebih berarti

KKN


Kuliah Kerja Nyata. Mata kuliah wajib bagi mahasiswa di kampus kami. Universitas Trunojoyo Madura. Biasanya bisa ditempuh di semester 6 atau semester 7 dengan syarat tertentu. Nah, kalau di kampus kami, biasanya sebelum KKN bakalan muncul banyak rumor tak enak. Misalkan kalau KKn itu pasti ditempatkan disebuah desa yang tidak ada airnya, tidak ada listriknya, kalaupun ada keduanya harus beli, jauh dari keramaian kota, dan lain sebagainya. Sebagian rumor benar dan sebagian tidak. Saya sendiri awalnya takut tentang hal itu. Kalau listrik ya, saya butuh saat malam hari, kalau siang hari, saya mungkin bisa membiasakan tanpa listrik (tidak lihat TV, tidak nyalakan HP, dsb). Tapi kalau air? Waduh. Ini yang susah. Saya pecinta air. Air bersih tentunya. Untuk apapun. Saya gak bisa tanpa air.


Tahun ini saya melaksanakan KKN. Saya tempuh di akhir semester 6. Dan apakah rumor itu benar? Jawabannya tidak untuk desa yang saya tempati. Tapi untuk beberapa desa yang di tempati oleh teman saya, jawabannya iya sedikit persis.


Untuk itu, saya akan berbagi tips untuk teman-teman yang akan melaksanakan KKN di semester 7 ini. Tips ala saya sich, boleh dibaca, boleh dipahami, boleh dilakukan dan boleh dihiraukan :)


1. Perbarui NIAT


Niat awal saat KKN itu sangat menentukan apa yang akan kamu lakukan saat nanti di desa. Niatkan sedari awal BUKAN KARENA MENCARI NILAI. Kalau hanya mencari nilai, udah pulang aja gak usah ikuan KKN. Titip sama teman-teman di kelompoknya, sogok mereka, kalo ada LPPM dan tim dosen peninjau datang, bilang kamu lagi sakit, padahal kamu kagak ikutan kegiatan disana!


Niatkan kalau KKN ini adalah ajang untuk kamu mengimplementasikan apa yang sudah anda dapat di kampus. Macem-macem gak cuman ilmu yang ada di bangku kuliah, yang kamu dapat di organisasi dan komunitas juga terapkan. Niatkan dari awal bahwa ini memang benar Kuliah Kerja Nyata. Bukan Kuliah Kerja Nyantai.


2. Biasakan diskusi bersama




Apapun yang terjadi di tempat KKN kalian. Sebisa mungkin diskusikan bersama. Jangan sampai dipendem sendiri. Itu akan menyulitkanmu. Ingat in desa orang. Apapun. Mulai dari kegiatan bersama yang akan dilakukan, keadaan warga sekitar, rumor yang beredar di desa sekitar juga perlu diperhatikan demi keamanan bersama. Intinya sich diskusi bareng. Jangan main ambil keputusan sendiri. Di KKN itu kamu harus bisa menekan ego masing-masing.


3. Jangan cuman diem atau cuman perhitungan. Aksi!



KKN itu bukan ajang untuk saling perhitungan. Teman yang satu udah ngepel lantai ruangan kegiatan, yang satu mainan handphone, dan yang lain repot sama kegiatan masing-masing, terus kursi belum ditata. Dan kamu memilih untuk diem disebelah orang yang mainan handphone, gak mau bantu yang ngepel. Yang ada dipikiranmu, dia mainan handphone aja gpp, ngapain gue harus ngrapihin kursi. Udah disini aja adem, ayem. H e l l o. kalau KKN kamu cuman buat mikir kayak gini, udah gak usah KKN. Percuma.


4. Lihat problem masyarakat sekitar dan kasih solusi


Cara paling ampuh biar kalian bermanfaat saat KKN adalah klasifikasi apa problem yang mucul di desa tersebut. Misal, ternyata anak-anak di desa tersebut sudah banyak yang menggunakan Narkoba. Di usia SMP sudah banyak menggunakan obat-obat terlarang. Apa yang menyebabkan hal itu?. Ternyata setelah diklasifikasi banyak orang tua yang kurang memperhatikan pergaulan anaknya. Banyak orang tua yang gak ngerti narkoba kayak apa dan gimana efeknya. Nah, buat dech sosialisasi tentang bahaya narkoba yang pesertanya gak cuman anak-anak muda tapi juga orang tua-nya.


5. Melebur dengan masyarakat sekitar


sharing


Manfaatin waktu saat KKN itu untuk lebih mengenal masyarakat desa. Kamu bakalan mendapat banyak ilmu dari mereka loh. Ilmu yang gak bakalan bisa kamu dapet di bangku kuliah. Ilmu kehidupan. Bagaimana mereka memaknai hidup. Bagaimana mereka berjuang untuk membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Dan masih banyak lagi.


6. Malam hari, sempatkan sharing bersama


Sharing bersama itu tak hanya membahas soal kegiatan kalian di KKN. Curhat-curhatan juga boleh. Sharing apapun. Satu kelompok itu terdiri dari 13-15 mahasiswa dari latar belakang pendidikan dan keahlian yang berbeda. Bahkan daerah yang berbeda. Sharing seperti ini bakalan nambah ilmu dan pengalaman baru.


7. Lupakan handphone, internet dan sosial media


Gunakan handphone seperlunya saja. Lupakan juga soal sosial media dan internet. Buka mereka seperlunya saja. Manfaatin waktu di desa itu untuk benar-benar memaknai hidup dan berbagi ilmu yang udah didapat.


8. Baca buku-buku tentang KKN biar tambah semangat


rangperang


Ada sebuah buku yang menjadi hasil tulisan selama sebulan mengabdi di sebiah desa untuk KKN. Buku tersebut mengisahkan tentang kondisi monografi desa dan kisah 13 mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda. Kisahnya unik dan bahasanya serampangan. Maklum karena mereka bukan penulis. Baca deh buku Rangperang Laok yang menjadi catatan kelompok 14 KKN tahun kesekian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.


9. Kalian bakal jadi saudara


Selama sebulan hidup bersama. Ngrasain yang namanya sedih, kelaperan, makanan dicuri kucing, seneng, main, bersih-bersih, semuanya bakalan dikerjain bareng-bareng. Kita bakalan tau kebiasaan teman kita setelah bangun tidur ngapain, Mukanya abis bangun tidur, cara makannya, macem-macem, semuanya kita bakalan tau. jadi kayak saudara sendiri gitu deh :D


10. Libatkan perasaan seperlunya saja


KKN31


Hei. Maksud dari tips terakhir ini bukan tentang perasaan dan logika untuk menyikapi masalah. Ini perasaan soal hidup bersama selama 1 bulan. Dan ini paling riskan. Bahkan saat beberapa kali pembekalan KKN, dosen selalu mengingatkan. Hati-hati Cinlok. Ingat niat awal ikutan KKN. Untuk mengabdi dan mengaplikasikan ilmu yang udah didapat di kampus. Masalah cinta dan lain sebagainya seharusnya bisa kamu hindari donk. Kalau kata senior-senior yang sudah berpengalaman cinta yang tumbuh di KKN itu cuman cinta sementara. Jadi jangan mudah termakan perasaan karena sudah mendapatkan banyak perhatian darinya saat KKN.


Tips saya umum banget ya? Tapi, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang mau KKN :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…