Tracking! Saya sedikit terkejut saat teman-teman dblogger menjelaskan bahwa di Banyuwangi akan ada tracking. Ini kali pertama saya akan tracking dan saya tidak membawa apapun berupa persiapan. Baik perlengkapan secara fisik dan perlengkapan lainnya. Bahkan sepatu saja saya menggunakan sepatu cewek yang gak cocok sama sekali untuk tracking. Selama perjalanan menuju Banyuwangi saya memikirkannya, dan saya memutuskan akan membeli sandal apapun yang bisa dibuat untuk tracking nanti disana!

Perjalanan Menuju Teluk Ijo

Jalanan yang masih banyak lubang, tanah dan batu membuat tropper yang kami tunggangi semakin terlihat gagah. Ditambah se-kelilingi jalanan yang kami lewati masih begitu asri, berbagai macam pohon khas pesisir, dan hewan-hewan yang sedang asyik bercengkrama menikmati matahari membuat saya seperti sedang masuk tim jelajah dan eksplorasi alam kayak di TV yang sering saya lihat.

Aaa! Saya susah mengekspresikannya. Saya sangat senang! Bagaimana ya cara mengekspresikannya :D Keren sekali!

[caption id="attachment_1342" align="aligncenter" width="500" caption="*sebelum tracking"]teluk ijo[/caption]

sunrise of java

Kali ini saya merasa sangat rugi. Kenapa dari dulu saya tidak kesini? Kenapa dulu saya cuman numpang lewat dan transit sebentar di kota ini? Kenapa orang-orang disekitar saya tak banyak yang bercerita tentang pesona alam di kota ini?dan kenapa, mengapa, kenapa, mengapa lainnya yang berputar-putar di kepala saya pagi itu.

Pagi itu, Ahad, 12 Januari 2014, berbagai pemandangan indah telah disuguhkan di depan mata saya. Subhanallah! Indah! Kota Banyuwangi yang tekenal dengan santet sebutan Kota Gandrung ini telah membuat saya gandrung alias membuat saya merasa ada sesuatu yang mendalam disini. Diawali pagi dini hari bersama dblogger yang akan menyusuri mozaik-mozaik destinasi indah Banyuwangi bersama mobil tropper yang sudah disediakan oleh panitia.

Sunrise of Java, Matahari pertama yang Nampak di Pulau Jawa

[caption id="attachment_1336" align="aligncenter" width="442" caption="John lagi asyik motret Sunrise Of Java"]sunrise of java[/caption]

Saat mendengar bahwa Banyuwangi ini adalah kota Sunrise of Java, saya berfikir keras. Mengapa Banyuwangi disebut sebagai Sunrise Of Java? Dan akhirnya saya mengerti. Sunrise di Banyuwangi ini bukanlah Sunrise biasa. Karena di Banyuwangi inilah untuk kali pertama matahari menampakkan diri di pulau Jawa. Letak Banyuwangi yang berada di ujung timur pulau Jawa ini membuatnya semakin istimewa dengan sebutan Sunrise of Java.
Akan tetapi, yang benar-benar membuat tempat ini istimewa adalah pengalaman ngopi-ngopi yang diciptakan Ben. Dia tidak sekadar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Ben menarik arti, membuat analogi, hingga terciptalah satu filosofi untuk setiap jenis ramuan kopi. Filosofi Kopi

kopi banyuwangi
Saat mengunjungi tempat ini saya teringat dengan "Filosofi Kopi" dari penulis wanita hebat di Indonesia, Dee. Bedanya di tempat ini tak sembarang orang bisa masuk. Kami, 15 dblogger yang berangkat dari Surabaya ini termasuk orang-orang yang beruntung karena bisa masuk ke dalam tempat istimewa se-istimewa orangnya. Tempat ini lebih mahsyur dengan nama "Sanggar Genjah Arum".

Om Iwan yang memiliki nama lengkap Setiawan Subekti ini sudah malang melintang di dunia per-KOPI-an. Beliau sudah dikenal di mata Internasional. Beliau sudah sering menjadi juri kontes dan festival kopi dunia. Kopi sendiri memiliki filosofi sendiri dalam hidup saya. Ibu dan kakak-kakak saya sangat suka minum kopi. Kata Om Iwan yang namanya penyuka Kopi dan penikmat kopi adalah hal yang berbeda, entah ibu dan kakak saya termasuk penyuka atau penikmat kopi.

Banyuwangi. Nama kota yang sering saya jumpai saat membaca kisah-kisah asal usul sebuah kota, terlepas itu mitos, kepercayaan atau sekedar legenda yang mahsyur di masyarakat.
Banyuwangi. Kota yang terkenal dengan kota santet, kota gandrung.
Banyuwangi yang saya kenal hanyalah kota transit sebelum ke pulau Bali via laut.
Banyuwangi. Ternyata tak hanya sebagai kota yang kita lewati untuk.menuju tempat yang indah, Bali. Banyuwangi ternyata memiliki pesona yang tersembunyi. Keelokan alam dipadu dengan nuansa tradisional masih terjaga.
Dan hari ini saya tak hanya "numpang lewat" di Banyuwangi, saya jejaki tempat-tempat menarik disini.


Perjalanan ini dimulai dari Kesepakatan dalam Kereta

Beberapa waktu lalu saya dihubungi mas Slamet, salah satu dblogger dari pulau Madura. Saya ditawari untuk ikut ke Banyuwangi yang ternyata bersama detikcom dandblogger Surabaya. Tentu kesempatan ini tak mungkin saya lewatkan. Saya ingin tahu, Banyuwangi akanka seperti yang saya fikirkan selama ini? Kota yang saya lewati doank untuk ke Bali?

Saat itu saya sedang dalam perjalanan ke Jakarta, karena saya menjawab ajakan mas Slamet ini dengan beribu pertanyaan. Diapun jengkel dan menyuruh saya untuk segera mengirim scan KTP ke mas Gilang, detikblogger dari Surabaya. Dan setelah berpikir panjang yang gak panjang lagi, maka saya segera kirim scan KTP saya yang sengaja ada di draft email untuk berjaga-jaga seperti halnya hari itu.

Dan ternyata, kami berangkat ke Banyuwangi -pun dengan kereta Api. Kereta Api Mutiara Timur Malam. Dan jujur saja, saya baru tahu kalau ke Banyuwangi bisa di tempu dengan kereta (^^)v.Description: http://casthazahra.blogdetik.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Pengrajin Panci di kecamatan Kaliburu

banyuwangiDestinasi pertama saya di Banyuwangi pada hari ini adalah tempat pengrajin panci dan alat-alat dapur lain yang berbahan alumunium. Tak hanya alumunium, bahan yang digunakan adalah Galfalum dan Stenlistell (tulisannya bagaimana yak :D)

Saya sempat bertanya-tanya dengan salah satu pengrajinnya. Bapak Nur yang masih memiliki darah Madura. Beliau bisa menghasilkan 3 open tradisional selama 7 jam. dan kebanyakan pemesan ini dari luar kota yang langsung mendatangi daerah sini. banyak sekali barang-barang dapur yang bisa anda temukan disini.

Perah Susu, Buat Keju, Kunjungan Kebun di Argo Resort Margo Utomo

Susu adalah minuman favorit saya. Saat mendengar kalau kami diberi kesempatan untuk memerah susu, tentu tak mungkin sayal lewatkan. Dan di Agro resort ini memperbolehkan saya untuk memerah susu sapi. Sapi disini ada sekitar 100 ekor. Idealnya 80 ekor dan yang produktif ada 50% nya. Sapi jenis Frisian Holstin ini didatangkan dari Jerman dan Belanda.

sapi banyuwangi

Memerah susu ternyata gampang-gampang susah. Sejujurnya saya sedikit kesusahan. Gak tega, takut kesepak, dan sedikit alot. Dibandingkan dengan mas-mas pekerja disini jauh banget kecepatannya. Para pekerja begitu cepat. Keren. Dan terlatih. Susu yang dihasilkan benar-benar murni, saya ingin sekali me ncicipi. Namun tidak diperbolehkan karena masih akan ada proses agar kualitas susu benar-benar teruji dan steril.

Dalam sehari Pemerahan Sapi ini dilakukan 2x sehari, setiap jam 7 pagi sampai selesai dan jam 7 malam sampai selesai. Hasilnya bisa 5-25 liter susu per ekor-nya.

Perjalanan di agro resort ini masih berlanjut. Susu-pun di olah untuk konsumsi hotel dan untuk pembuatan keju. Sisanya akan menjadi susu kemasan yang siap didistribusikan ke daerah Banyuwangi, Jember dan Bali.

margo utomo

Kebun di Margo Utomo ini juga tak kalah menarik. Karena, saya bisa melihat pohon beberapa bahan dapur yang sama sekali saya belum tahu bagaimana bentuknya. Ada vanilla, kayu manis, pala, lada dan lain sebagainya. Menarik, karena ini menjadi nilai tambah untuk resort ini. Karena setelah saya bertanya ke beberapa teman blogger disini, juga masih banyak yang gak tahu bagaimana bentuk pohon/ tumbuhan bahan-bahan dapur yang sering digunakan :)

Resort ini juga indah, unik, tradisional, dan terjaga lingkungannya :)

Pendopo Sabha Swagatha Blambangan yang sangat ramah lingkungan

pendopo banyuwangi

Saya tertarik dengan bangunan pendopo ini. Unik. Saya teringat dengan dengan teletubies, film anak-anak yang sering saya lihat saat SD dahulu. Pendopo/kediaman Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas ini sangat mengesankan. Bangunanya tidak lebih tinggi dari bangunan-bangunan penduduk di sekitarnya. Seperti bukit berbentuk yang didalamnya bisa ditinggali. Ramah lingkungan karena tak banyak lampu yang dinyalakan kecuali pada malam hari. Karena, pencahayaan disini menggunakan sinar matahari langsung. saya sangat suka dengan konsepnya. Kediamannya cukup bagus, modern namun masih ada kesan Indonesia-nya. Keren-lah pokoknya.

Selain konsep pendopo yang unik, apik, dan rama lingkungan ini. Ternyata program-program yang dicanangkan bapak Bupati ini sangat bagus, dan saya rasa harus dipelajari untuk diterapkan di kota-kota lain. Diantara program-program kerennya adalah pembatasan market waralaba "*mart'" yang dibatasi jumlanya. Kata bapak Bupati di twitternya saat mereply tweet saya adalah untuk mempertahankan pasar tradisional. keren kan ? padahal di kota-kota lain malah jor-jor-anbikin mall gede-gede-an. Disini mala dibatesi. Keren.

Program lainnya adalah program 1000 titik spot WIFI, Sedekah Oksigen dimana penduduk Banyuwangii akan didenda masing-masing 7 pohon jika bercerai, nyapu bareng sepanjang jalan Banyuwangi, Minum 1000 cangkir kopi dan masih banyak program lainnya. Sepertinya pemimpin Banyuwangi saat ini tepat sekali. Memedulikan Banyuwangi dari berbagai sisi. Menarik dan Keren.

Selanjutnya, perjalanan kami menuju desa Kemiren, yang merupakan salah satu kampung suku Osing asli Banyuwangi untuk menyaksikan pengolahan kopi hingga siap diseduh. Di desa Kemiren ini ada satu tokoh terkenal yang menjadi tester kopi tingkat internasional yaitu Bapak Iwan Setiawan dan akhirnya membagikan ilmunya pada Tholek atau para pemuda di desa ini dengan menyebut dirinya Pathok (paguyuban Tholek kemiren).

kopi banyuwangi

Ingin tahu tips memmbuat Kopi dan menikmati Kopi? Penasaran dengan pak Iwan, putra bangsa yang ternyata sudah malang melintang di dunia per-Kopi-an Internasional? nantikan postinganPesona Destinasi Alam, Adat dan Ala Coffe Banyuwangi #Part2


Menjadi seorang leader ternyata gak mudah. Harus memiliki kesabaran yang ekstra. Mengambil keputusan juga tak bisa semau kita. Semuanya harus mufakat, agar mencapai kata sepakat. Segala planning kegiatan juga gak semaunya kita. Planning kegiatan juga gak mungkin satu, harus memikirkan banyak planning, takut kalau tiba-tiba rencana pertama gagal. Dan begitu terus untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Saya terkadang merasa stress. Masalahnya gak cuman sabar karena mikir ini itu. Masalah kantong juga harus penuh kesabaran. Tiap meeting gak mungkin kalo gak ada snack, sungkan sendiri kalau gak ngasih. Dan gak mungkin setiap meeting makek dana organisasi kan?

Itu kalo kita meeting. Sebelum meeting dan sesudah meeting-pun juga menguras kantong. Ngumpulin anggota dalam satu tempat dan satu waktu gak cukup dengan satu sms dan sekali panggilan telfon. Sudah woro-woro sana-sini jarkom via sms. Lah dalah, dibalas dengan kata maaf gak bisa dating kak. Ampun dah. Gak cuman 1-2 anggota yang begini. Kudu sabar dengan sms begini. Akhirnya sms dan telfon sana sini berlanjut untuk memastikan kapan mereka bisa berkumpul bersama dan datang semua. Dan sampai-sampai banyaknya sms yang terkirim mungkin sudah tak terhitungkan. Puing-puing pulsa mulai enyah dari handphone saya. Ah, kudu sabar ini! Coba aja semuanya semau saya. Pasti akan lebih enak, hemat, gak gerutu, gak capek, gak sebel, gak ngeluh dan pasti asyiik :D . Ada gak sich yang semuanya itu semau-mau saya? Semau mau kita?