Menjadi diri sendiri memang sepertinya hal yang mudah. Tapi terkadang sulit dijalani. Saya merasakan hal itu. Setiap langkah saya, Saya terkadang ingin seperti mereka yang saya lihat dan mereka yag saya dengar ucapannya. Saya iri dan haus akan ilmu-ilmu orang yang saya rasa hebat, tentu dalam bidang apapun. Termasuk dalam hal ngeblog.

Jujur saja, konsisten ngeblog dari dulu sangat saya inginkan. Saat saya blogwalking, saya melihat para blogger keren yang bisa me-manage waktunya dengan baik, termasuk dengan rajin posting blog. Saya mencoba, tapi ternyata sulit.

Salah satu hal yang saya coba ialah menantang diri saya untuk mengikuti #3oHariNgeblog . Saya ingin mencoba apakah saya bisa konsisten ngeblog. Dan Hari pertama sudah saya coba, astaghfirullah.. ada saja halangannya. Akhirnya hampir jam 12 malam. Benar-benar mepet banget. Itupun melalui handphone kuno saya yang untungnya bisa akses internet, walaupun tidak bisa upload foto. Tapi saya ingin mencoba untuk konsisten

Hari kedua dan ketiga saya absen. Astaghfirullah..kesalahan besar. Melayang dech tu hadiah di benak saya. Ya.. karena niat dari awal memang ingin mencoba konsisten dan emang sedikit mengharap sich bisa dapet hadiahnya biar bisa ditabung untuk beli kamera.hehe

Yah.. tapi saya harus terima kenyataan. Saya sudah absen dua hari karena kagak ada fasilitas internet. Juga untuk hari-hari berikutnya saya sibuk dengan event dan pembekalan untuk asisten dosen bagian praktikum. Yaa..tapi saya akan terus mencoba untuk bisa konsisten :D
aku tak sedang berbicara tentang kemerdekaan. Aku hanya ingin bercerita tentang apa yang aku lihat, aku dengar dan yang aku rasa..

Merdeka! begitu tergetar hati saat mendengar kata itu. Meskipun tak sebanding dengan getaran dari "Allahu akbar", namun saat kata itu terucap, maka rasa syukur di jiwa hanya teruntuk Nya, sang Pencipta.

Aku mulai menyusuri apa itu arti merdeka. Bebas? lepas dari segala tuntutan? atau apa?

Merdeka! kalau memang Merdeka itu bebas dan lepas dari tuntutan, apakah sodara-sodara kita yang ada di batas garis negara dan terkadang atau bahkan sering merasa terancap dengan teror-teror negara sebelah juga sudah merdeka? apakah yang merasakan masih adanya perang antar suku juga sudah merasa merdeka? apakah balita, anak-anak yang tak hidup di lingkungan yang sehat, kekurangan bahan pangan juga dianggap dan merasa merdeka? apakah saya yang terkadang takut menulis opini dalam dunia maya juga bisa dianggap merasa merdeka?

Merdeka.. apakah yang saya rasa saya tanya2kan dalam benak saya ini sudah tentang kemerdekaan?


dirgahayu negaraku tercinta, semoga setiap warga negara merasakan kemerdekaan.. amin