Langsung ke konten utama

Temanku dari Makassar sampai Belanda



kiat-sukses-belajar-bahasa-inggrisBahasa Inggris. Salah satu mata pelajaran yang dari Sekolah Dasar dulu saya sukai. Saking sukanya, saya selalu menyisihkan uang saku saya agar bisa les Bahasa Inggris. Dan kelas 3 SD baru terwujud, sekali pertemuan bayar 1000 rupiah. Cukup mahal juga jaman dulu, mesti mikir-mikir dulu kalau mau datang les. Uang saku saya setiap harinya hanya 500 rupiah, jadi kudu ekstra ngirit biar bisa ikut les di hari Sabtu.

Nah, dari les Bahasa Inggris ini, aku memperoleh banyak teman dari SD-SD lain. tentu senang, bahkan kami masih saling ingat saat SMA kami saling dipertemukan.



Saat SMA, saya juga mulai menabung lagi agar bisa join disalah satu khursusan Bahasa Inggris di desa saya, jika UN selesai. Maklum, saat SMA saya tak lagi minta uang Saku di Ibu, jadi kudu ekstra hemat agar bisa khursus. Dan akhirnya saya bisa khursus disini meski hanya 2 minggu. disini saya bertemu banyak sekali teman-teman dari hampir seluruh pelosok Indonesia. Dari yang asli Sumatra sampai dari NTT. Kami belajar bersama, perbedaan suku, adat, ras dan agama tak ada disin. Kami sama-sama belajar bahasa Inggris. Meski sekarang kami sudah tidak bertemu lagi, kami masih saling menanyakan kabar melalui Facebook.makassar
Dari sini saya menemukan teman-teman baik, mereka dari Makassar. Belajar bahasa inggris sangat membantu saya mendapatkan teman-teman seperti mereka. Tentu saya sangat bersyukur, tak hanya ilmu yang saya dapat, namun juga teman bahkan saudara.


Tambah senang lagi saat saya bisa bertemu dengan orang asing dan mengobrol sebentar. Seperti saat di Malang kemaren, saya bisa mengobrol dengan Turis dari Australia yang sedang berlibur tahun baru disitu. mereka sekelaurga, ber-5 mengelilingi Kota Malang. Tambah teman lagi kan??malah dari luar negeri langsung..heheriawithturis

Nah, sekarang musimnya twitter. Saya malah lebih mudah mendapatkan teman dari luar negeri. Seperti salah satu teman saya yang satu ini. Dia fans beratnya Asa, bintang luar negeri yang sejujurnya saya tidak tahu siapa itu Asa.hhe, tapi saya ngikut aja saat dia bercerita. Saat gantian saya yang bercerita, tentu saya bercerita tentang Indonesia, sayangnya dia tidak tahu tentang Indonesia. Namun, saat saya menyebutkan Bali, dia langsung respon dan ingin sekali ke Bali, karena salah satu temannya baru saja berlibur ke Bali dan bercerita kepadanya tentang keindahan Bali. Tenyata lebih masyuran nama Bali daripada Indonesia ya??O.o



back to More English More Friends. Nah, dari sini, saya jadi semakin ingin belajar dan terus belajar bahasa Inggris. Apalagi impian saya dapat kuliah diluar negeri. Dan teman sangat penting, agar kelak diluar negeri sudah ada yang mengenal saya. semoga saja, dan harapan saya, semoga saya dapat join di TBI Darmo Kali, Surabaya. Karena Surabaya yang paling dekat dengan domisili saya saat ini :)

Disertakan pada lomba Blog Entry bertema Inspiring and Empowering through TBI, kerja sama Blogfam dan http://www.tbi.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…