Realita Musik Anak Indonesia

By Ria Lyzara - Maret 29, 2012


Cit cit cicit cuit, ccit cicit cuit, Burung bernyayi..
Tok tok totok petok, tok toktok petok, ayam bertelur..
wek wek kuwek, wek wek kuwek bebek berenang..


Masih ingat lagu itu? Lagu yang dinyanyikan Joshua di masa saya TK, yang juga masuk list lagu favorit saya saat itu. Lagu anak yang cukup sederhana tapi ada unsur edukatifnya juga. Nah, ada lagi lagu favoritku yang booming dinyanyiin Tasya :)




libur telah tiba, libur tiba, hatiku gembira!!



Dan jadilah lagu wajib saya saat libur sekolah, bahkan sampai sekarang di bangku kuliah. Setelah itu, saat mulai masuk sekolah, ada lagi lagunya yang kali ini dipopulerkan Sherina Munaf, penyanyi favorit saya.




Senang, riang, hari yang kunantikan
Kusambut, 'Hai' pagi yang cerah
Mataharipun bersinar terang
Menemaniku pergi sekolah
Senang, riang, hari yang kuimpikan
Jumpa lagi kawanku semua
S'lamat pagi, guruku tersayang
Ku siap mengejar cita - cita

Dengarlah lonceng berbunyi
Kawan segeralah berlari
Siapkanlah dirimu
Dalam mencari ilmu

Waktu cepat berganti
Hingga lonceng terdengar lagi
Semua pun bersorak dengan riang

Senang, riang, masa depan 'kan datang
Capai ilmu setinggi awan
Hingga nanti aku t'lah dewasa
Dunia kan tersenyum bahagia


petualangansherina


Lagu-lagu kenangan masa kanak-kanak saya. Nah, yang jadi pertanyaan adakah lagu anak yang akan dikenang nantnya oleh anak-anak jaman sekarang?? Terkadang saya merasa sungguh ironi jaman yang serba modern ini. Apa ada jaman sekarang anak kecil yang nyanyi lagu sesuai dengan umurnya?? Mungkin ada,dan itu masih bisa dihitung dengan jari.


Realita Musik Anak Indonesia. Yang saya rasa, saya harus menulis tentang realita yang ada sekarang di Indonesia. Tak lagi masalah Pemerintah, Hukum yang belum sepenuhnya Adil, pendidikan dan ekonomi yang kurang merata. Tapi ini lebih miris. Nasib Penerus Bangsa kita, Indonesia. Anak-anak Bangsa, khususnya anak-anak kecil di usianya yang lagi semangat-semangatnya untuk belajar dan bermain. Anak-anak yang begitu mudah melihat, mendengar, lalu meniru apa yang ia lihat dan dengar.1e8cd74091e918e5fb44d8b631e36dab_lagu-anak


Sangat miris dan harus mengelus dada saat ada anak balita, dengan wajah imutnya nyanyi lagunya Chibii. Kalau lagunya chibii yang You are beautiful [gak tau judulnya], saya rasa masih bisa ditolerir. Tapi kalau sudah lagu yang lainnya. Haduh, saya hanya bisa merubah konsentrasi anak tersebut dengan sesuatu hal yang lain. Ditambah lagi, begitu dahsyatnya perkembangan musik di Indonesia, yang menggeser drastis lagu anak-anak. Acara musik di TV yang mudah sekali diikuti anak-anak.


Lagu-lagu dbagindas, dmasiv, peterpa n, ungu, dan banyak lagi band-band papan atas yang semakin terkenal itu, seakan-akan menjadi lagu wajib bagi anak-anak. Ditambah lagi masuknya aliran K-pop yang mulai meracuni anak-anak. Lagu Sm*sh, 7icon, chibi, fame dan BGBand lainnya yang mulai menjamur. Anak-anak jaman sekarang malah gak ngerti lagu Balonku ada lima, ambilkan bulan, bintang kecil, berkebun, ada kodok, pelangi-pelangi, dan masih jutaan lagu anak yang semestinya menjadi lagu mereka. Bukan lagi lagu ada cinta, cintaku padamu, playboy, ciuman pertama atau apapun itu yang sebenarnya bisa merusak psikologi, akhlak, dan cara berfikir anak. Tak ada lagi unsur edukatif, malah unsur perusak bagi moral anak.


Sekarang, kita bisa melihat anak-anak SD yang bahkan kelas 2 SD sudah berani Pacaran. Haduh, jadi apa nasib anak ini kelak. Gandengan tangan masa SD saya dengan masa sekarang sudah berbeda. Kalau saya dulu, gandengan tangan dengan teman-teman saya [baik laki-laki maupun perempuan, gak masalah, soalnya gandengan rame-rame untuk bermain. Lah, anak jaman sekarang?? Gandegan cuman berdua, mainnya ke cafe cepat saji-lah, mall lah. Kalau sudah begini salah siapa??


Ya, tentu semua harus berawal dari kita sebagai yang lebih dewasa. Mulai merubah pola berfikir mereka. Anak kakak saya yang sekarang berusia hampir 3 tahun, sangat cepat menyerap lagu-lagu yang didengarnya. Chaya chayanya Norman, Iwak Peyek, i heard you dan lagu-lagu yang lagi nge-Hits lainnya. Mengerikan bukan. Akhirnya saya mencoba memberi tahu kakak saya agar, Arya, keponakan saya yang imut, lucu dan cerdas ini dijauhkan dari lagu-lagu aneh semacam itu. Saya mulai mendownload lagu anak-anak untuk Arya. Mulai lagu yang paling mudah, lagu berhitung, dan lagu-lagu anak jaman saya dulu.


Yuk, hapus Realitas Musik Anak Indonesia yang semakin terpuruk dengan Cinta-cintaan. Dan Ganti dengan Realitas Musik Anak Indonesia yang Mendidik.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments