Langsung ke konten utama

Makassar RaRa

Makassar. Terkenal dengan Pantai Losari yang Indah. Namun, juga Makassar. Orang-orang sering memplesetkannya dengan Manusia Kasar. Hem, sebuah plesetang yang akan menyakitkan orang Makassar maupun keturunannya. Seperti halnya pandangan saya tentang Madura dalam artikel saya ini, kebanyakan orang salah menilai suatu suku karena omongan orang lain, berita dan apa yang mereka lihat secara kasat mata. Dan terkadang , saya masuk dalam kebanyakan orang tadi.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin saya tau dunia luar, saya semakin tau pula bahwa anggapan-anggapan yang berlebihan itu salah. Dulu saya mengira Makassar, yang sering ada bentrok, perkelahian, mahasiswa-mahasiswa yang suka demo, dan lain sebagainya. Semua itu benar, tapi mereka melakukannya untuk memperjuangkan hak dan harga diri mereka. Dan TIDAK semua orang Makassar main kasar .


Saya pernah sekitar 2 minggu, bertemu setiap hari, belajar bersama, dan berbagi pengalaman bersama orang-orang Makassar. Tak hanya Orang-orang Makassar sebenarnya, ada pula dari daerah-daerah lain, namun paling banyak Orang Makassar. Saat itu, saya bertemeu mereka di sebuah Lembaga Belajar di Kampung Inggris, Pare. Mereka tidak sekasar yang saya kira. Mereka bahkan suka sekali berbagi, berbagi ilmu dan pengalaman. Ada mbak Rina, mbak Dian, dan mbak-mbak cantik lainnya.

Mereka mudah diajak ngobrol. Kami saling berbagi pengalaman. Dan yang sering menjadi topic kami adalah Kuliner dan Wisata. Mereka bercerita tentang makanan khas dan daerah masing-masing. Saya lupa nama desa atau daerah mereka. Yang saya ingat daerahnya mbak Dian itu khas akan air dinginnya, dan keindahan alamnya, daerah tinggal mb. Rina yang banyak kuliner khasnya.:)


Pernah saat itu, saya tidak bisa menemani mereka mengelilingi Kediri, karena ada hajatan di rumah. Dan Handphone menjadi satu-satunya media saya untuk menjadi Guide mereka, via telepon. Lucu. Saya harus membayangkan setiap jalan yang akan mereka lalui. :D


Dan sekarang, meskipun kami tidak bertemu lagi, Sesekali kami juga saling Tanya kabar lewat sms maupun Facebook.


Dan lagi Orang Makassar itu RaRa, marah-marah Ramah-ramah. Saat Kopdar Blogger Nusantara bulan kemaren-pun, saya sempat foto bersama blogger Makassar

Powered by Komunitas Blogger Maakassar | AnginMammiri



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…