Langsung ke konten utama

Jangan Salah dengan Madura

Madura. Kebanyakan orang mendefinisikan sebuah pulau yang dihuni oleh orang-orang yang jauh dari kehidupan perkotaan yang penuh akan kemajuan Teknologi. Banyak orang yang mengira orang Madura itu Udik alias Ndeso, yang bisanya hanya bekerja kasar-kasaran.

Wanita Madura-pun memiliki karakteristik yang berbeda. Mereka juga pekerja keras. Saya banyak menemui wanita-wanita disini membawa barangnya diatas kepala. Jarang atau bahkan mungkin wanita-wanita dari daerah lain merasa tidak mungkin melakukan hal itu, termasuk aku. Dan dulu aku-pun menganggukan kepala tanda setuju. Karena aku tak tahu.

Tapi, hal ini tertepis sudah saat aku hidup sini (+- 2 bulan). Why?


Karakter orang Madura yang dulunya aku fikir kasar, ndeso, ketinggalan teknologi, dan intinya mereka adalah orang yang terpelosok. Ternyata SALAH. Bahkan aku banyak ditolong oleh orang-orang Madura disini. Mereka tidak kasar, bahkan lebih lembut dan perhatian dari apa yang aku fikirkan. Dan perlu dicatat, aku mungkin malah lebih ketinggalan teknologi daripada mereka. Gadget merek jauh dari apa yang aku punya.


Dalam bidang Teknologi, selain gadget mereka yang jauh lebih keren. Kemajuan Ilmu Teknologinya juga maju banget. Contoh simplenya saat kemaren mengikuti acara Blogger Nusantara di Sidoarjo. Blogger-blogger dari daerah lain kaget saat aku bilang dari Madura ada 52 blogger yang ikut. Itu-pun banyak yang pingin ikut tapi terkendala kuliah dan kegiatan lain. Tak hanya itu, blogger-blogger Madura terlihat lebih antusias dan lebih ramah dengan berkeliling ke komunitas-komunitas Blogger daerah lain. Bahkan teman dblogger-ku mas Boteell dari Samarinda nge-tweet Ternyata pandangan masyarakat umum tentang Madura yang dinilai keras, identik celurit, sudah ditepiskan di #bloggernusantara . Jadi, tak hanya aku yang menepis anggapan itu.


Itu dari segi teknologi yang ternyata sungguh sangat mengesankan. Kemampuan berbicara mereka jauh lebih baik dan jauh lebih berpendidikan dari pada aku dan apa yang aku fikirkan. Dan ternyata banyak orang-orang hebat yang lahir di Tanah Bull race ini.


Orang-orang hebat seperti D. Zawawi Imron, seorang Sastrawan Hebat yang pernah tampil dalam acara Kesenian di Winter Natchen Belanda. Teman Baru-ku, Ruslan namanya, asli Madura, yang dengan sosok sederhananya, ternyata adalah Juara ke-3 Festival Indonesia Cerdas se-JATIM dibidang Fisika dan Juara 2 Fisika se-Madura. Jauh banget dengan aku, aku hany masuk 10 Besar OSN Kimia Se-Kabupaten..:(



Dan lagi, ternyata jika di search di Google banyak sekali Anak-anak Madura yang menyabet berbagai medali baik Nasional maupun Internasional. Bahkan aku sampai merinding membaca berita-berita yang Subhanallah banget itu. Empat Siswa Asli Madura Sabet Juara Umum Dunia Olimpiade Matematika. Siapa yang tidak merinding membaca judul itu. Oarng Awam seperti aku tentu merinding membacanya. Silahkan baca beritanya disini. Kemudian ada lagi siswi SMP yang juara OSN Astronomi yang sebelumnya mendapatkan Medali Perak dalam ajang Olimpiade Astronomi asia-Pasific. Dan banyak orang-orang hebat asli Madura dalam bidang pendidikan ataupun yang lain.


So, intinya jangan termakan dengan pendapat umum yang terkadang salah. Jangan salah tentang Madura. Telusuri dahulu.. Dan kini, aku bangga menjadi bagian dari Madura :)


Powered by Komunitas Blogger Madura | Plat-M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…