Langsung ke konten utama

Inilah Serunya Mudik-ku Saat Itu

Mudik. Istilah ini sudah lama tidak kami (keluargaku) gunakan semenjak ayah meninggal. Dulu, saat aku TK, aku pernah mudik ke Madura, pulau dimana ayah ku dilahirkan. Masa kecil yang menyenangkan menurutku. Aku bisa merasakan begitu dekatnya hubungan antar keluarga saat itu. Meskipun tradisi mudik sudah tidak kami gunakan, hubungan antar keluarga tetep baik lho:D.

Masih ingat dalam benakku. Kampung halaman ayahku. Kalau tidak salah namanya nama desanya Buje'en,daerah Sampang..Aku lupa. Peace (^^)v. Sangat pedesaan. Saat itu mobil carteran kami, melewati semacam rawa, lumpur-lumpur, dan sampai kami harus turun dan mendorong mobil, karena ban slip. Tapi, itulah yang membuat kenangan itu tak terlupakan. Seru banget. Aku yang masih kecil ikut-ikutan aja turun dari mobil.hehe

Sampai-lah kami di rumah saudara ayahku. Cukup terlihat sebuah kampung halaman yang asri. Halaman yang luas, dikelilingi rumah-rumah bambu (orang jawa menyebutnya gedhek). Dan diujung sebelah kiri sana, ada ibu-ibu yang sedang mengipasi nasi yang banyak sekali. Katanya inilah yang membuat khas, nasi panas diratakan dan dikipasi. Rasanya lebih nikmat.

Karena halamannya luas, aku pun bisa berlari kesana kemari sesuka hatiku. Setelah itu, perjalanan melewati lautan lumpur berlanjut. Kami menuju ke rumah saudara ayahku yang lain. Ada yang di depan sawah. Aku senang sekali saat itu, karena saat di rumah tak pernah aku jalan-jalan ke sawah. Meskipun, di Pare juga banyak sawah. Pengalaman Mudik yang menyenangkan dan seru bagiku.

Tapi, istilah ini tak hilang begitu saja. Mudik istilah Pulang Kampung ini-pun kini digunakan kakak saya yang telah berumah tangga di Surabaya. Ia selalu pulang Mudik ke Kampung halamannya.
Tempat dimana aku dan kakak2ku dibesarkan dan tinggal. Meskipun sebenarnya sekarang tidak tepat disebut kampung, karena tak ada lagi halaman ( tanah ), rumah-rumah modern mulai berjajar disini. Tapi hal ini tak membuat acara mudik kakakku berantakan. Toh, namanya tetap kampung. Setiap hari raya tiba, Kakak perempuanku ini memboyong anak-anak dan suaminya kesini. Kami berkumpul bersama dirumah ibu, ya rumah peninggalan ayah kami. Meskipun rumahku tak selebar rumah-rumah modern lainnya, tai cukup menampung aku dan 9 saudaraku ( aku anak ke 10 dari 11 bersaudara, 2 kakakku meninggal ..). Belum lagi ditambah suami dari kakak-kakak ku + anak-anaknya. Ramai banget pokoknya. Inilah serunya acara mudik. Kami bisa berkumpul bersama. Bercerita tentang banyak hal, pengalaman, bercanda riang gembira.

Dan salah satu hal yang yang menjadi semacam kegiatan tetap saat acara Mudik tiba adalah Membuat Kupat bersama dan aku + keponakan2 ku berenang (kalau keponakan2ku gak mudik, aku juga gak bakalan berenang..hhe). :)

Komentar

  1. Kampung Inggris6 Juni 2015 16.48

    Sebentar lagi bulan puasa. Emang asik sih ngabuburit disini. hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…