Ngablogburit. Ajang menulis di bulan Ramadhan ini, sebentar lagi berakhir. Setelah sebulan program ini berlangsung lancar. Tapi tidak lancar untuk ku.T.T

Program ini sangat berkesan bagiku. Setiap hari aku berusaha mengikuti program ini. Tidak hanya karena hadiahnya yang menarik, tapi ajang ini sangat memacu diriku untuk selalu berusaha mengikutinya. Memacu diriku untuk semangat menulis di sela2 kegiatan yang menumpuk (pra ospek+persiapan ospek) dengan waktu yang terbatas. Meskipun tidak bisa setiap hari mengikutinya, tapi aku cukup senang, walau bahkan belum menang.

Tema-tema yang setiap hari berganti, membuatku semakin semangat dan merasa di tantang. Meskipun tulisanku masih acak-acakan, tapi aku berusaha agar bahasaku mudah dimengerti.

Dan satu lagi yang paling menarik dari ajang ni, hadiahnya 500ribu!! Bukan nominal yang kecil menurutku, bahkan jika aku mendapatkannya,sudah aku perhitungkan untuk apa saja. Mulai dari membelikan baju ibuku, mentraktir saudara2ku buat memenuhi nadzarku jika khatam al Quran, dan juga membeli makanan untuk temen2ku yang tadarus di mushola..:)
terlalu banyak keinginan, jadi 500rb itupun tak kunjung didapat. Tapi, hal ini tidak membuatku putus asa, toh awal mengikuti ajang ini kan untuk mengembangkan hobi ngeblog dan menulisku.
semangat:)
artikel ini sudah pernah saya posting pada saat malam lailatul qadar tahun lalu. Saya kira perlu saya posting ulang selain untuk mengikuti ngaBLOGburit juga untuk saling mengingatkan Upaya untuk menggapai Lailatul Qadar.

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar. Tahukah kamu, lailatul qadr itu? Lailatul qadr lebih baik dari seribu bulan. Malaikat-malaikat serta malaikat jibril turun dengan seizin Tuhan mereka untuk mengatur segala. Keselamatan malam itu hingga terbit fajar (QS. Al-Qadr:1-5)


Ayat-ayat di atas menggambarkan tentang keistimewaan lailatul qadr. Allah memberikan kita nikmat-Nya dengan adanya lailatul Qadr. Lailah berarti malam, sedangkan qadar adalah mulia. Lailatul qadar merupakan malam dengan segudang kemuliaan dan berkah yang dalam Al Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Quran., yang tidak akan dapat kita dijumpai selain pada bulan Ramadhan.


Sebagai seorang muslim yang ingin terus menjalankan perintah-perintah-Nya. Tentu kata Lailatul Qadar sudah akrab dan kita nanti-nanti. Kata ini menjadi pembicaraan wajib bagi kita tatkala ramadhan datang dan memunculkan semangat kita kaum muslim untuk menemuinya. Orang beramai-ramai hendak menggapai malam yang mulia ini dengan berbagai macam ibadah, siapa tahu ibadah yang mereka lakukan bertepatan dengan datangnya lailatul qadar. Diantara rangkaian ibadah yang mampu menambah berat timbangan amal kita dalam menemui malam ini ialah memperbanyak sholat malam, berdzikir, membaca Al Quran, beramal shaleh dan memperbanyak doa.


Kapan sich terjadinya Lailatul Qadar??


Meski tidak bisa dijadikan sebuah patokan, ada sebagian orang berpendapat bahwa tanda-tanda datangnya lailatul qadar adalah malam itu tampak bersih dan cerah, seolah-olah terdapat bulan yang bersinar, suasananya tenang dan teduh, tidak dingin juga tidak panas, serta angin berhembus pelan. Namun ada beberapa pendapat yang menolak, karena jika banyak orang mengaitkan kehadiran lailatul qadar dengan tanda-tanda alam, itu sungguh tidak beralasan. Tidak ada dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Yang jelas adalah ketika itu dirasakan oleh orang yang menemui adanya kedamaian dan kesejahteraan. Ketika itu malaikat turun membawa rahmat.


Beberapa hadist menyebutkan malam lailatul qadar turun pada malam-malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir salah satu hadist yang meriwatkan hal tersebut ialah yang dituturkan oleh istri Rasulullah, Aisyah r.a. berkata, Rasulullah beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.


So, kita hidupkan sepuluh hari terakhir Ramadhan kita seperti apa ditunjukkan Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir, dimana Rasulullah serta para sahabat mencontohkan dengan tekun beribadah ke masjid beritikaf.

BuBer. Istilah ini juga sering digunakan saat Ramadhan,selain yang namanya takjil. BuBer atau Buka puasa Bersama, adalah moment yang paling ditunggu2 bagi para remaja,seperti aku. Tapi, tak hanya para remaja yang menggunakan moment ini untuk berkumpul bersama teman2, para orang tua, pejabat, ibu2 arisan, dan masih banyak lagi orang2 yang berada dalam organisasi-pun juga menggunakan moment Buka Bersama untuk berkumpul bersama.

Dan akupun juga menunggu moment ini. Berkumpul dengan teman2 SD, MTs, dan SMA. Buka bersama adalah moment yang banyak sukanya daripada dukanya. Meskipun biasanya terselip rasa duka saat buber diadakan.

Misalnya saat Buber MTs tahun kemarin, kami alumni MTs N Model Pare, tepatx kelas B. Berkumpul bersama, menggelar acara buka bersama disalah satu rumah teman kami. Namanya Arif, rumahnya cukup jauh dari pusat kota. Kami berkumpul dan berangkat bareng, buka bareng, bercanda2, sharing, sampai tarawih bareng[biasanya kalau buber, jarang banget tarawih bareng, langsung pulang..].

Lha, ini nich yang buat duka. Saat kami harus berpisah, setelah sekian lama tidak ketemu, dan harus berpisah begitu saja. Meskipun bisa mengenang dengan melihat foto2 Buber saat itu..

Dan hari inipun tak kalah seru, rencananya kami para dblogger ngadain Buber. Sekarangpun kami lagi ngabuburit+ngaBLOGburit juga.:)
Dari pagi tadi, aku dan teman2 dblogger, berkumpul di Sekolah (SMA) kami tercinta. Kami membantu Pak Herman (laskar online) melatih blog adik2 kelas XI (meskipun udah lulus,tetep ja adik kelas). Pengalaman yang seru, merasakan semacam jadi guru gitu.. Kami tadi membantu adik2 kelas mengotak atik blog masing2. Mulai dari posting, masukin picture, widgets, facebook dan banyak lainnya. Pokoknya seru. Dan sekarang ngabuburit bersama dblogger sambil nunggu buka bersama:)
Mudik. Istilah ini sudah lama tidak kami (keluargaku) gunakan semenjak ayah meninggal. Dulu, saat aku TK, aku pernah mudik ke Madura, pulau dimana ayah ku dilahirkan. Masa kecil yang menyenangkan menurutku. Aku bisa merasakan begitu dekatnya hubungan antar keluarga saat itu. Meskipun tradisi mudik sudah tidak kami gunakan, hubungan antar keluarga tetep baik lho:D.

Masih ingat dalam benakku. Kampung halaman ayahku. Kalau tidak salah namanya nama desanya Buje'en,daerah Sampang..Aku lupa. Peace (^^)v. Sangat pedesaan. Saat itu mobil carteran kami, melewati semacam rawa, lumpur-lumpur, dan sampai kami harus turun dan mendorong mobil, karena ban slip. Tapi, itulah yang membuat kenangan itu tak terlupakan. Seru banget. Aku yang masih kecil ikut-ikutan aja turun dari mobil.hehe

Sampai-lah kami di rumah saudara ayahku. Cukup terlihat sebuah kampung halaman yang asri. Halaman yang luas, dikelilingi rumah-rumah bambu (orang jawa menyebutnya gedhek). Dan diujung sebelah kiri sana, ada ibu-ibu yang sedang mengipasi nasi yang banyak sekali. Katanya inilah yang membuat khas, nasi panas diratakan dan dikipasi. Rasanya lebih nikmat.

Karena halamannya luas, aku pun bisa berlari kesana kemari sesuka hatiku. Setelah itu, perjalanan melewati lautan lumpur berlanjut. Kami menuju ke rumah saudara ayahku yang lain. Ada yang di depan sawah. Aku senang sekali saat itu, karena saat di rumah tak pernah aku jalan-jalan ke sawah. Meskipun, di Pare juga banyak sawah. Pengalaman Mudik yang menyenangkan dan seru bagiku.

Tapi, istilah ini tak hilang begitu saja. Mudik istilah Pulang Kampung ini-pun kini digunakan kakak saya yang telah berumah tangga di Surabaya. Ia selalu pulang Mudik ke Kampung halamannya.
Tempat dimana aku dan kakak2ku dibesarkan dan tinggal. Meskipun sebenarnya sekarang tidak tepat disebut kampung, karena tak ada lagi halaman ( tanah ), rumah-rumah modern mulai berjajar disini. Tapi hal ini tak membuat acara mudik kakakku berantakan. Toh, namanya tetap kampung. Setiap hari raya tiba, Kakak perempuanku ini memboyong anak-anak dan suaminya kesini. Kami berkumpul bersama dirumah ibu, ya rumah peninggalan ayah kami. Meskipun rumahku tak selebar rumah-rumah modern lainnya, tai cukup menampung aku dan 9 saudaraku ( aku anak ke 10 dari 11 bersaudara, 2 kakakku meninggal ..). Belum lagi ditambah suami dari kakak-kakak ku + anak-anaknya. Ramai banget pokoknya. Inilah serunya acara mudik. Kami bisa berkumpul bersama. Bercerita tentang banyak hal, pengalaman, bercanda riang gembira.

Dan salah satu hal yang yang menjadi semacam kegiatan tetap saat acara Mudik tiba adalah Membuat Kupat bersama dan aku + keponakan2 ku berenang (kalau keponakan2ku gak mudik, aku juga gak bakalan berenang..hhe). :)
Bulan yang paling mulia disisi Allah. Inilah bulan ketika kita, kaum muslimin diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan Nya.

Setiap amalan akan dilipat gandakan, setiap kegiatan yang positif bahkan dinilai sebagai ibadah.

Begitu pula memberi makan (takjil) orang yang berpuasa. Kok memberi seseorang berbuka, tidur saja dinilai sebagai ibadah pula:)

Memberi makan orang yang berpuasa, yang biasa disebut Takjil, adalah salah satu amalan utama pada bulan Ramadhan. Bahkan, sebuah hadist Riwayat Ahmad RA. menyebutkan,
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala sedikitpun". Subhanallah, jika kita yang sedang berpuasa memberi makanan untuk orang yang puasa juga, bukankah berarti kita mendapatkan Double Award dari Allah?:)

Bahkan lebih dari double award, hadist selanjutnya di riwayatkan oleh Salman RA, "Siapa yang memberi makan orang puasa di dalam Ramadhan, maka diampuni dosanya, dibebaskan dari neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya."
Bertambah lagi kan Award bagi yang melakoninya. Ditambah lagi, jika orang yang kita beri makan untuk berbuka mendo'akan kita, hem bertambah pula Award-award lain dari do'a orang tersebut. Apalagi jika membaginya dijalan raya, puluhan orang kita beri. Puluhan do'a kita terima. Ratusan award pula Allah akan berikan. Rasul SAW bersabda, "Ada 3 orang yang do'anya tidak ditolak. Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka dan Do'a orang yang terdzolimi". Ketika berbuka, waktu terkabulnya do'a-do'a. Karena, ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Subhanallah, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Saya-pun mencontoh kata-kata seseorang yang semangat dalam kebaikan. "Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, disamping berpuasa, saya-pun akan memberi makan berbuka pada orang lain. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan."

Semoga bermanfaat..:)
Muslimah Beauty..

Yang muncul dalam benak saya adalah sebuah kontes kecantikan seperti halnya Puteri Indonesia. Namun dalam konteks Islam. Saya muslimah, saya berjilbab sejak saya SMP, saya juga mampu membaca Al Qur\'an, meski kurang menguasai bahasa Asing, setidaknya saya memenuhi 2 syarat sebelumnya. Tapi, entah kenapa saya merasa kurang layak mengikuti ajang seperti ini. Kenapa?? Seperti halnya Puteri Indonesia yang mengusung syarat 3B, Brain, Beautiful, and Behaviour. yach.. itulah permasalahannya..
Kampung Inggris. Ya, sebuah daerah di desaku tercinta, Pare. Kampung ini terkenal dengan sebutan kampung Inggris karena banyak sekali khursusan bahasa inggris yang berdiri disini. Tak cuman berdiri, tapi mencetak masyarakat Indonesia yang fasih berbahasa Inggris.

Akupun tertarik ikut khursus disini. Dari dulu, pengen banget ikut khursus disini. Akupun mulai mengumpulkan rupiah demi rupiah uang sakuku. Hingga baru terkumpul sekarang. Akupun ikut program 2 minggu periode 25, maksudnya dimulai pada tanggal 25. Dan aku mulai ikut khursus di kampung Inggris ini. Tepatnya di Logico. Masuk 2x sehari, dari jam 10-12, dan jam 4-jam 5. Seru juga. Semua mahasiswa dari berbagai daerah berkumpul disini untuk memperoleh ilmu sekaligus mengisi liburan. Ehm, dan ini ajang bagi kami mahasiswa (eits, masih maba aku:P) untuk ngabuburit disini. Tidak terasa sama sekali kalau lagi puasa :) ..
Dengan penuh semangat aku ayuh sepedaku jam 4 kurang 15 dan belajar disini. Asyik banget. Pulang jam 5, dan sampai di rumah setengah 6. Ehm, istirahat bentar, maghrib dech:)
Ramadhan kali ini terasa berbeda. Aku telah lulus SMA. "Akan terasa laparnya nich.." pikirku menjelang ramadhan. Biasanya, kalau puasa2 begini pas di Sekolah, tidak terasa laparnya. Karena sibuk belajar, membaca, dan ngobrol dengan teman2..[Jadi kangen teman2 nich>.<]

Tetapi, ternyata dugaanku salah. Gara-gara Puasa aku jadi semakin rajin bersih2 rumah. Tidak tau kenapa. Mungkin karena kurang kerjaan:D [eits..gk juga kok..banyak kerjaan euw]

Begini ceritaku..
Setelah makan sahur dan sholat malam, aku mulai nyuci piring. Terus setelah Subuh, aku terkadang tertidur sebentar..peace(^^)v
lha, setelah bangun tidur.ehm,sekitar jam 6 pagi, aku memulai hari2 berpuasaku. Dari menyapu, ngepel rumah, bersih2 kamar, nyuci baju aku lakoni. Semangat banget aku. Sampai jam 9. Setelah itu aku mandi, dan siap2 mengayuh sepedaku ke kampung inggris[aku ambil les disini..]. Sampai jam 12, lesku selesai. Aku ayuh kembali sepedaku dengan semangat 45 ditemani panas matahari yang terik.
Setelah itu hariku berlanjut, tidur siang sebentar. Ku ambil sapu lagi, dan mulai menyapu dan bersih2, sambil buka hp lihat tema ngablogburit. Jam 4 sampai jam 5 les. Sampai rumah setengah 6,nyempet2 in posting ikutan ngblogburit..
Pokoknya, gara2 puasa aku jadi rajin dech:)
Alhamdulillah..

Akhirnya bisa ikutan ngaBlogburit..Banyak banget halangannya, hari pertama puasa kagak ada pulsa jadi gak bisa posting, hari kedua perjalanan pulang dari madura. Dan hari ini aku ikuuutann..moga ja bermanfaat..:)

emm.. Kalau ditanya tentang hobi yang bermanfaat untuk mengisi ramadhan, tentu setiap orang hobinya berbeda-beda, meski terkadang ada yang sama. Mulai dari baca, mancing,masak,buat cerpen, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah nge BLOG.

Untuk hobi ngeBLOG ini, saya yakin banyak yang memanfaatkannya untuk mengisi hari-hari indah di Ramadhan kali ini. Termasuk saya.:)

Nge BLOG..Banyak sekali manfaat dari hobi saya yang satu ini. Mulai dari mengasah bakat menulis [ bakat ?, emm lebih tepatnya keinginan aja..hehe], menambah teman dari blogwalking, saat2 Ramadhan kayak gini enggak terasa banget lapernya,hehe
dan tulisan saya jika dibaca orang lain dan bermanfaat baginya tentu akan berpahala bagi saya kan? [Saatnya panen pahala Ramadhan] :)

Selain itu ada manfaat lain lagi. Bisa dapat kesempatan buat mendapatkan berbagai hadiah saat kompetisi. Termasuk uang saku, jika menggunakan blogdetik dan ikut acara ngaBlogburit.ehm, Mau bangeet :P

hobi yang bermanfaat bukan? Makanya yuk ngeBlog bareng di blogdetik :D