My Fight Never Ending

By Ria Lyzara - Juli 29, 2011

Ini bukan sebuah opini tentang makna makna Fight Never Ending. Tapi, ini ceritaku tentang Fight Never Ending.

Dua belas tahun lalu, saat itu aku masih duduk di kelas 1 SD. Masih teringat dibenakku, saat di sebuah RS di kota ini. Aku mendapatkan ciuman hangat dipipiku dari bapakku, dan ternyata itu ciuman terakhir darinya. Saat itulah terasa, kehidupanku berubah. Fight never ending_pun mulai. Namun,
Kekosongan sosok ayah dalam hidupku tak membuat aku goyah menghadapi hidupku. Meskipun, terkadang aku merasa sangat rindu akan sosoknya. Dan disinilah aku, ibu, sodara2ku memulai struggle dalam hidup.

Saat itu ka2k laki2 tertua yang mulai menggantikan bapakku, menyekolahkan ke 5 adik2nya [aku,3 ka2kq,dan 1 adikq]. Prestasiku tak buruk,bahkan aq mendapat peringkat 1 di cawu pertama dan tak lepas dari 3 besar sampai kelas 4.
Dan tak tahu darimana asalnya, aku saat itu[masih kelas 1 SD] dengan PD nya mulai berjualan uang2an [uang mainan]. Bisa dilihat dipostinganku sebelumnya disini.

Dan di kelas 5, prestasiku menurun, teman2ku mulai memiliki berbagai fasilitas lebih. Aku yang dari kelas 1 jarang membeli buku, hanya meminjam buku ka2k kelas merasa sedikit kuwalahan. Teman2 pada les ini itu, uang saku ku yang hanya 1000 rupiahpun aku tabung trus agar aku bisa ikut les saat kelas 6. Dan alhamdulillah aku bisa ikut les..

Saat di MTs pun begitu, perjuangan tersebut tak berakhir. Bahkan terkadang terasa lebih berat,tapi aku senang masa2 itu. Karena aku merasa lebih mandiri di saat2 seperti itu.
Aku mengayuh sepeda miniku sambil membawa 2 kresek besar jajan[makanan ringan] berangkat sekolah dan aku menjualnya di kelas. Saat itu aku msih kelas 7 [1 MTs]. Aku tidak malu,bahkan aku senang. Hasil penjualan bisa buat membeli kebutuhan sekolahku. Aku tidak terganggu dengan hal ini, meskipun aku tidak masuk kelas unggulan,alhamdulillah aku masuk 5 besar terbaik di kelas sampai kelas 9.:)

bahkan berbuah manis. Karena di sini, aku juga mendapat sahabat2 yang begitu baik padaku. Sahabat2ku yang aku terkadang iri dengan mereka, orang tua yang lengkap, fasilitas belajar yang lengkap dan nyaman. Mereka termasuk orang2 yang berada, tapi mereka tak malu bersahabat dengan orang kecil sepertiku. Keren..:)

lanjut dengan My Fight Never Ending..
"Masa2 yang paling Indah" mereka menyebutnya. Yach, aku masuk ke SMA favorit di desa ku. Dan berusaha mendapatkan beasiswa agar biaya sekolahku ringan karena terpotong beasiswa..[alhamdulillah sampai kelas 12 dapat]
Saat itu aku masuk kelas unggulan[memakai jalur rapot], bertemu teman2 hebat dan memiliki segudang prestasi. Aku merasa ciut dalam kelas ini. Aku yang datang ke sekolah berkeringat karena mengayuh sepeda, teman2ku yang tinggal memutar gas sepeda. Ehm, terasa sekali My Fight Never Ending.Teman2 yang mulai mengerjakan tugas komputer dengan laptopnya dan aku harus mengantri mengerjakan tugas di lab. Komputer Sekolah[praktikum bebas] saat hari ahad.Semakin Terasa My Fight Never Ending.

Aku pun mulai berjuang agar tetap mempertahankan prestasiku. Tapi terasa sulit, teman2ku dengan berbagai fasilitas mulai ikut les disana sini. Terasa sulit saat rasa malas dan putus asa semakin menjadi saat prestasi turun. Terasa sekali perjuangan ini. Aku mulai membasmi virus malas dan putus asa itu. Meskipun belajarku tak setekun dahulu, karena mungkin aku terlalu sering mengecek HP ku kalau2 teman2 sms butuh pulsa [aku jualan pulsa saat kelas X sampai lulus SMA:D..], tapi alhamdulillah masih bisa masuk 10 besar..

Naik ke kelas 11,aku masuk kelas IPA. wow, jauh lebih terasa perjuangan ini. Siswa2 terbaik ada di kelas baruku. Uang sakuku pun berhenti mengalir karena ka2kq yang mulai membagi uang belanja untuk ibuku dan istrinya. Akupun lebih giat berjualan pulsa sampai ke kelas2 sebelah. Tapi, aku juga berusaha lebih giat belajar. Sebelum pelajaran dimulai,aku berusaha membaca materinya. Meskipun jarang aku lakukan. Hal tersebut cukup membantu sampai aku masuk 3 besar di semester 1 dan 2 saat itu sampai aku di kelas 12dan Lulus SMA.

Lanjut dalam kehidupanku setelah lulus SMA. Aku mengikuti berbagai tes Perguruan tinggi Negeri dan Kedinasan [ Lihat ceritaku disini ]. Dan akhirnya aku diterima di jalur SNMPTN tulis, PMDK, dan melalui jalur tulis mandiri. My Fight Never Ending awal yang indah. Tapi, Tentu saja tidak mungkin aku ambil semua. Aku membutuhkan beasiswa untuk meneruskan pendidikanku. Aku pun mengikuti seleksi Bidikmisi melalui SNMPTN Tulis [Insya Allah dapat..amin]. Dan My Fight Never Ending pun berlanjut. Bahkan aku menganggap ini sebagai awal dari perjuanganku yang sebenarnya.^^

Dan Makna Fight Never Ending tak akan pernah sirna dan akan datang silih berganti, kekuatan makna Fight Never Ending yang selalu mencambuk diri untuk tegap berdiri dan selalu tersenyum. [Izin Copy kalimatnya ya Teh Anny (^^)v ]

Cerita ini diikutsertakan dalam rangka ultah blog Fight Never Ending ke 3 yang diselenggarakan oleh Teh Anny :)

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments