Langsung ke konten utama

Kejutan Diklat Jurnalistik

Diklat Jurnalistik..

Ehm...Saat itu aku, Fatkhi, Mi Yu, n Rifky mengikuti sebuah acara Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan oleh D'Jour Kediri yang dibawah naungan PWI Kediri dan juga bekerjasama dengan STAIN Kediri. Awalnya, mungkin emang sedikit ada keraguan mau ikut atau tidak. Tapi, kami berniat untuk tetap ikut dan menemani adik-adik kelas X.

Hari Sabtu itu, bertepatan dengan perpisahan Kakak" XII di Sekolahku. Sedikit rasa sedih karena aku tak bisa melihat kakak" kelasku yang berdandan rapi nan anggun saat perpisahan. Tapi apa daya, memang enggak mungkin lihat meskipun ada kesempatan. Kami pun berangkat sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah sampai di Kampus STAIN Kediri, kami langsung menemui panitia, dan ternyatatempatnya harus pindah di MAN KOTA 2 Kediri yang berada di sebelah kampus STAIN (karena ada Pengajian Akbar di Kampus). Then, setelah ini itu segala persiapanpun sudah siap. Setealh kami apel pembukaan. Acara pertama dimulai.

Malamnya ternyata ada PENSI. Wah, kami dari SMA N 1 Pare( satu-satunya peserta dari kab. dan hanya 8 anak yang ikut)belum persiapan apapu. " Waduh gimana nich??"seruku kepada teman-teman. Bingung, sebel, pengen marah, sedih campur aduk. Gimana mau nunjukin bakat kalau ndadak kayak gini. Semua sekolah sudah siap. Akhirnya kamipun ngikut aja. Kami menyumbangakan sebuah MARS dari SMA tercinta. Namun, Rifky yang notabennya anak Bahasa yang kratif memunculkan ide untuk sebelum masuk ke ruangan ia teriak-teriak kayak baru di hajar gitu. Spidol merah ia balurkan di tubuh, kayak luka-luka palsu gitu, setelah itu ia teriak dan sempoyongan ketakutan. Mungkin penonton kaget saat itu, setelah Rifky keluar, kami masuk,,hehew kejutan buat juri(ternyata dinilai juga) dan penonton. Kami hanya menyanyikan lagu MARS kami.

Next,, langsung hari kedua saja yaw..

Hari ini diadain semacam renungan malam gitu. Mungkin sekitar jam 1 dini hari kami dibangunkan. Ehm, seperti jelajah, tapi kali ini kita juga harus meliput kejadian apapun yang kita lihat, dengan ataupun rasakan. Seru sich, tapi ada yang menyebalkan(hehew). Setelah renungan malam, kami harus membuat berita singkatnya.

Siangnya materi terakhir dari wakil STAIN. Setelah itu lomba mading dadakan pun dimulai. Dengan alat seadanya kami mencoba membuat Mading seapik mungkin. Saat itu panitia hanya memberi kami 2 kertas karton. Untung panitia yang dari SMANSA sudah menyiapkan kerats HVS untuk kami. Setelah itu, mulailah kami membuat Mading.

Aku yang saat itu kebingungan lagi mulai membagi tugas untuk teman-teman. Ini tu, membuat berita, kartun humor dan hiasan. Ehm,,, capek juga, jadi sedikit kesal. Tapi alhamdulillah dalam pengumuman terakhir, meskipun segalanya dalam keadaan TIBA-TIBA kami mendapatkan Juara!!

Shock sekali saat panitia menyebutkan JUARA II MAding ialah SMANSA CORNER(nama mading kita). Kami hanya bengong dan bertanya siapa??(karena kami enggak nyangka kalau kami menang). Dan mbak panitia pun mengulang ucapannya. "SMANSA CORNER!!" Kami baru sadar dan berteriak histeris. Kekagetan kami enggak cuman itu doank, ternyata Pensi kami juga menyabet piala JUARA III. Wah,,benar-benar Anugrah!!ALhamdulillah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…