Langsung ke konten utama

Memilih Perguruan Tinggi Idaman

> Prolog

Masa depan?? Banyak orang yang menatap masa depan dengan senyum ceria dan optimis. Namun tidak sedikit pula yang takut menatap masa depan. Bagaimana dengan aku dan kamu??Optimis, takut atau cuek-cuek aja??

Masa depan adalah sesuatu yang masih abstrak bila dilihat dari sisi kita dan hanya Allah-lah yang Maha Tahu akan masa depan kita. Namun, ada seorang pakar managemen kenamaan di dunia. Peter.F.Bruken, cara terbaik mendapatkan masa depan diri sendiri ialah dengan menciptakan masa depan kita sendiri. Mungkin mustahil bila kita menciptakan masa depan sendiri karena semua sudah digariskan oleh Allah. Namun, bukankah Allah pernah berfrman dalam al-Qur'an surat Ar-Ra'd ayat 11, yang maknanya: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya". Jadi dengan harapan, usaha, perjuangan dan do'a, InsyaAllah masa depan yang sukses dan cerah dapat aku, kamu, kita semua dapatkan.

Dalam kesempatan ini, saya akan sedikit memberikan apa yang ada dalam fikiran saya tentang Universitas Idaman dengan sedikit Bumbu Curhat(hehe). Selain tiu untuk berpartisipasi dalam Lomba Blog yang diadakan oleh UII.( Moga ja menang...^^)

> Impian, Harapan, Perjuangan ( Rencana Masa Depan )

Sebagai seorang pelajar SMA yang masih dalam proses pendewasaan diri dan pencarian jati diri. Tentunya kita memiliki berbagai pandangan masa depan. Seperti yang ditugaskan oleh guru Budi Pekertiku, Pak Hilal tentang "Merencanakan Masa Depan. Mimpi atau Realita" yang di tugaskan secara individu. Banyak sekali versi penyusunan makalah ini. Mulai dari masalah pendidikan lanjutan, pemilihan pasangan yang ideal, rencana pernikahan sampai dengan pendidikan yang dipilih untuk anak kelak. Saat diberi tugas seperti ini, emh,,aku measa ragu utntuk mengerjakan. Kenapa??Cz "pelajar kok disuruh buatkyak bginian sich?", yach itulah kesan pertamaku saat mendapat tugas ini. But, ternyata. MasyaAllah,,itu semua salah. Ternyata tugas ini sangat bermanfaat. Karena dengan rencana-rencana yang indah ini, kami yakin akan terjadi. Masa depan yang indah itu pasti ada. Dan timbullah rasa Optimis dan berani mentap Masa Depan untuk mewujudkannya.

Salah satu diantaranya ialah "Memilih Pendidikan Lanjutan dan Pekerjaan yang diingikan. Awalnya, saat merencanakan tentang pendidikan lanjutan ini saya sempat ragu karena keadaan ekonomi keluarga. Namun, setelah Bu Peni, guru Bimbingan Konselingku menerangkan bahwa banyak sekali beasiswa yang disediakan berbagai universitas untuk kita. Tinggal kita, ingin berjuang untuk mendapatkannya atau tidak.

> Memilih Universitas / Pendidikan Lanjutan

Pendidikan menurut saya pendidikan itu sangat perlu untuk memperoleh ilmu. Dan itu hukumnya wajib, karena ilmu berguna bagi kehidupan kita. Bukankah dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah, "Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah").

 

Sudah jelas dalam hadist tersebut bahwa menuntut ilmu itu wajib. Salah satunya dengan menuntut ilmu di lembaga pendidikan. Lha, bagaimana sich mencari lembaga pendidikan yang cocok dengan kita??

 

Setelah survei ( sok banget sich..hehe,,cuman tanya-tanya ke kakak kelas 3), kebnyakan mereka memilih Universitas yang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Enggak cuman itu, masalah keuangan, pekerjaan nanti yang didinginkan, dan sebagainya.

 

Yang jelas dalam memilih Universitas nantinya kita harus tahu....:

 

1. Kemampuan kita. Kita harus tahu kemampuan yang kita memiliki agar tak ada salah jurusan dan menyesal nantinya.

2. Bakat (sama dengan kemampuan), minat dan niat. Kalau mempunya bakat atau kemampuan tapi enggak ada niat sama ja bohong. Bukankah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari. "Segala amal tergantung pada niatnya dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa hijrahnya karena duniayang ingin diraihnya atau perempuan yang akan dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya tergantung kepada sesuatu yang ia berhijrah kepadanya"

3. Tempat dan Biaya. Kita harus mensurvei biaya yang harus kita keluarkan selama kita kuliah di situ sesuai atau tidak dengan keadaan ekonomi orang tua. Kalau keekonomian kurang mampu. Kita juga bisa mencari Universitas yang memberi banyak Beasiswa. Misalnya sekarang ada BBIDIK MISI. Kita sebgai pelajar Indonesia berhak memperoleh beasiswa tersebut asalkan kita bisa memenuhi syarat-syaratnya.

4. Dukungan dan spirit dari orang-orang sekitar. Mungkin hal ini sedikit sepele. " Orang yang kilah kita, kenapa yang mesti repot mereka??". Mungkin teman-teman berfikir begitu. Namun tanpa kita sadari bahwa dukungan dari orang tua, kakak, adek, atau sahabat itu sangat diperlukan. Karena dengan dukungan dari mereka kita jadi semangat untuk kuliah.

5. Profesi atau Pekerjaan, dalam memilih perguruan tinggi idaman kita juga harus melihat mutu dari lulusannya. Mudah enggak dalam memperoleh pekerjaan.

Dan enggak kalah pentingnya pergaulan di lingkungan Universitas. Kita harus dan wajib lingkungan sekitar, takutnya terjerumus dalam pergaulan yang tidak jelas. Dan menurutku UII boleh di acungi jempol, karena memiliki Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia yang merupakan salah satu inovasi dalam rangka mengkaitkan antara kehidupan agama dalam kehidupan akademik.

> Universitas Terbaik di Indonesia tahun 2010

Anda bisa buka disini


> Harapan Aku^^

Semoga dengan mencurahkan apa yang ada dalam fikiranku dan hatiku(ceileh lebay buuk..hehe). Saya mampu untuk kuliah di jurusan yang saya inginkan dengan memperoleh Beasiswa. Dan semoga dengan adanya artikel saya, saya bisa membuka wawasan anda, dan membantu anda untuk memilih Universitas Terbaik yang ada di Indonesia. Terakhir..Saya ingin mendapatkan Netbook, agar bisa mengerjakan tugas di SMA yang banyak banget tanpa harus ngerental dulu..^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…