Langsung ke konten utama

Merakit Masa Depan yang Sukses (Mimpi atau Realita??)

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.

Begitulah kalimat yang diucapkan Rosevelt, tokoh politik Amerika Serikat pada dekade 40-an. Masa depan hanyalah adalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka. Kalimat yang membuat saya yakin akan indahnya masa depan saya nanati karena mimpi-mimpi indah saya. Mimpi yang bukan hanya sekedar bunga tidur. Namun, mimpi atau impian yang merupakan sebuah ambisi dalam diri yang merupakan penggerak hasrat hati untuk meraihnya. Bahkan menjadi motivator bagi saya untuk mencapainya dengan optimis bisa mendapatkanya.

Saya juga pernah membaca sebuah kalimat yang diucapkan seorang pakar managemen kenamaan dunia. Peter F. Bruken. Ia berkata bahwa cara terbaik mendapatkan masa depan anda ialah menciptakan masa depan itu sendiri. Dari kalimat tersebut juga, saya mendapatkan suatu inspirasi untuk merakit masa depan sukses saya. Menciptakan masa depan saya sediri. Dengan Impian dan Harapan saya. Untuk merakit masa depan sukses dan indah tersebut, guru BP saya, bapak Hilal memberikan tugas kepada kami untuk membuat makalah tentang Merakit Masa Depan yang Sukses, ada beberapa point yang perlu saya bahas dalam pembuatan makalah tersebut. Antara lain:
>Mencari pasangan atau pacar yang ideal
>Tanggapan terhadap penjodohan orang tua
>Pekerjaan yang diimpikan
>Kuliah atau bekerja
>Menentukan batas akhir pernikahan
>Merencanakan kelahiran anak
>Model pendidikan untuk anak yang diharapkan
>Pandangan saya akan Kegagalan atau keberhasilan?

Dan bagaimanakah makalah yang saya buat tentang Merakit Masa Depan yang Sukses. Mimpi atau Realita??


InsyaAllah setiap pointnya akan saya posting..Nantikan ya!!?^^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…