"Assalammu'alikum"..adalah bahasa yang merupakan salam dalam bahasa arab yang merupakan kultur dari kita seorang muslim. "Assalammu'alikum" dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Untuk kita yang mengucapkan salam, hukumnya adalah Sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya.

Namun dengan berkembangnya zaman, "Assalammu'alikum" yang bermakna kesejahteraan ini semakin berkembang.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mu'min" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu lalu Allah menganugerahkan ni'mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." ( An-Nisa:94)

Tau enggak bagaimana teman-teman di zaman sekarang mengucap salam??

"Cemlekum...."..biyuh,,enak banget ngucapnya..Imut,,but, artinya pasti berbeda dengan "assalammu'alikum"..

Terus,,bagaimana hukumnya??Saya sich tak berani mengambil kesimpulan sendiri.
Saya hanya mencoba membalasnya dengan benar, dengan mengucapkan Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Dalam Islam, menyebarkan salam itu sunnah dan disukai. Dan menjawab salam hukumnya wajib. Jadi, saya hanya bisa menjawabnya dengan baik saja..^^



Kata Rival, mungkin terlalu berlebihan. Namun, ini sebuah kenyataan menurutku. Saingan dalam nilai. Ya. Temanku yang merupakan rivalku dalam memperoleh nilai ini baru menginjak 2 semester ini satu kelas denganku. Mungkin, aku tak pantas juga menyebutnya rival, karena aku begitu jauh dibawahnya. Dia terlalu hebat bila ditandingankan denganku. Siapakah dia??
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S At Taubah: 18)

Dalam surat tersebut telah disebutkan bahwa memakmurkan masjid termasuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan diharapkan termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Seperti halnya akhir-akhir ini, mushola kita terasa begitu ramai dan tak sepi pengunjung. Mengapa??


Dari hasil wawancara kami tim Religi Gesit(lebai yach??^^) dengan beberapa pengunjung Mushola banyak sekali versi jawaban tentang ramainya mushola kita ini. Misalnya saja saat waktu istirahat. Sekarang, siswa siswi SMA Negeri I Pare tak hanya meramaikan kantin saja. Sewaktu istirahat mereka memanfaatkan waktunya untuk meminta petunjuk kepada Allah. Mulai dari sholat Dhuha dan berdiam diri di Mushola untuk berdoa.



Dengan semakin dekatnya Ujian Nasional semakin ramai pula mushola kita. Bukan hanya karena ada jadwal bimbingan bagi siswa-siswi kelas XII sehingga saat Dhuhur harus sholat di Sekolah, bukan. Melainkan saat Sholat Dhuha juga. Kakak kelas XII menunaikan Sholat Dhuha saat istirahat. Mereka yakin bahwa dengan mendekatkan diri kepada Allah, disaat kesulitan pasti akan mendapatkan petunjuk. Sesuai dengan apa yang didalilkan oleh Allah dalam Al Quran Surat At Taubah ayat 18.


Hal ini merupakan sesuatu yang positif bagi kita sebagai seorang muslim. Namun, sepatutnya tak hanya pada saat tertentu saja kita mendekatkan diri kepada-Nya. Seharusnya kita setiap saat senantiasa mendekattkan diri kepada-Nya dan selalu memperbaiki diri.Musahabahlah!?