Seminar Indahnya berjilbab

By Ria Lyzara - Juli 25, 2009

Isra dan Mi'raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi besar kita Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Hari ini, tanggal 25 Juli 2009 SMA Negeri I Pare tercinta melaksanakan kegiatan yang dalam tiap tahunnya selalu dilaksanakan.

Peringatan Isra Miraj 1430 H kali ini berlangsung meriah karena pada acara kali ini panitia dari osis menampilakan sesuatu yang berbeda dan baru dalam peringatan Isra miraj hari ini. Tahun lalu panitia osis memakai tema ISQ berlangsuk menarik. Dan tema yang disajikan hari ini tak kalah menarik lagi SEMINAR INDAHNYA BERJIBAB. Di awali dengan sholat Dhuha dan pembukaan oleh panitia dan disusul dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, maka Seminar-pun dimulai.









From Isra' Mi'raj

Seminar ini dimoderatori oleh Sdr. Fuad selaku ketua panitia acara Isra Miraj ini. Selanjutnya diisi oleh pembahasan materi oleh ustadz. Tatak Widi H. Acara sangat menarik karena Ustdz. Tatak yang pembawaannya lucu dan humoris membuat acara seminar tidak membosankan. Karena biasanya mendengarkan seminar seperti ini cenderong melihat saja bosan apalagi mendengarkan. Namun, untuk seminar kali ini, para muslim-muslimah SMA N 1 Pare mendengarkannya dengan antusias dan semangat.








From Isra' Mi'raj

Mungkin, tema yang beliau sampaikan sedikit menyimpang dari tema yang seharusnya disampaikan. Namun, masih ada hubungannya yaitu Menjaga pergaulan yang di hubungkan dengan berjilbab. Beliau memberi sebuah pengertian tentang jilbab versi-nya. Beliau lebih senang jilbab diartikan sebagai penutuop aurot , Hijab ( batas ) serta penjaga pergaulan kita. Beliau juga membacakan arti dari salah satu surat Al Quran yang berkaitan dengan materi yang beliau sampaikan.

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS. An-Nur:30-31)

Ayat inilah yang disebut oleh Ustdz. Tatak sebagai pedoman pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Dan dari ayat inilah, beliau menggugah para muslimah Smansa untuk berhijab, untuk membatasi diri, untuk menutupi diri, untuk berjilbab, untuk menjaga pergaulan dengan menjaga diri dan mulai berjilbab. Tak hanya menjilbab-i fisik saja namun, juga menjilbab-i hati. (Rl)

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments