Langsung ke konten utama

AL QURAN di Zaman MODERN

AL QURAN MODERN



Sebagai seorang muslim pastinya kita mempunyai paling tidak satu Al Quran di rumah, bahkan bisa lebih. Sudahkah kamu membukanya? membacanya?


Al Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama agama Islam, serta petunjuk kehidupan umat manusia yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta. Maka sangat jelas bagi kita bahwa didalamnya terkumpul wahyu Ilahi, yang akan menjadi petunjuk, pedoman, dan pelajaran bagi siapa saja yang mengamalkannya.


Dalam salah satu surat yang ada didalamnya yaitu surat Al Qiyaamah (17-18) yang artinya Sesungguhnya mengumpulkan Al Quran ( di dalamdadamu ) dan menetapkan bacaannya ( pada lidahmu ) itu adalah tanggungan kami, ( karena itu ), jika kami telah membacanya, hendaklah kamu ikut membacanya.


Jelas dalam ayat tersebut, hendaklah kita membaca Al Quran. Baik mengetahui artinya maupun tidak, adalah ibadah, amal saleh yang dapat memberi rahmat dan manfaat bagi kita. Hal tersebut dijelaskan dalam hadist nabi yang diriwayatkan Muslim, yaitu Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia datang memberi syafaat bagi pembacanya dihari kiamat.


Namun di zaman yang serba modern sekarang ini, Al Quran seperti telah dilupakan. Anak anak enggan mengaji, para remaja malu tadarus bersama di masjid, dan orang tua tak lagi susah melihat anaknya tidak bisa mengaji ( membaca Al Quran ). Mereka susah jika melihat anaknya tidak bisa mengerjakan soal soal di sekolah. Pada hal dalam sebuah hadist Rosullah memerintahkan Perbanyaklah membaca Al Quran di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah tak ada orang membaca Al Quran, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumahmu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.


Keutamaan membaca Al Quran pernah dijelaskan oleh Rosullah dalam sebuah hadist, yang maksudnya ialah ada dua golongan manusia yang sungguh sungguh orang dengki kepadanya, yaitu orang yang diberi oleh Allah kitab suci Al Quran in, dibacanya siang dan malam, dan orang yang dianugerahi Allah kekayaan harta, siang dan malam, kekayaan itu digunakan untuk segala sesuatu yang diridhai Allah SWT.


Dalam ajaran agama Islam, mendengarkan bacaan Al Quran pun merupakan ibadah dan amal yang akan mendapatkan rahmat dari Allah. Mendengar bacaan Al Quran dengan baik, dapat menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras. Itulah yang dusebut rahmat Allah. Seperti dalam surat Al Araaf ayat 201, dijelaskan bahwa dengan mendengar dibacakannya Al Quran dengan baik dan memperhatikannya dengan tenang, kita akan mendapat rahmat.


Demikian besar mukjizat Al Quran sebagai wahyu ilahi, maka seharusnya Al Quran tak lagi menjadi pengisi almari kaca saja. ayat ayat sucinya tak lagi hanya menjadi hiasan dinding semata. Seharusnya kita tak bosan bosan untuk membacanya dan mendengarkannya. ( Ria Lyzara)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…