Langsung ke konten utama

Pengusaha Cilik part 2

Ekonomi adalah salah satu hal yang mendongkrak kemajuan suatu Negara. Ekonomi tentunya berhubungan dengan uang. Biasanya suatu Negara belum maju jika memiliki tingkat ekonomi yang rendah. Banyaknya pengangguran, adalah salah satu faktornya. Disini kita dituntut untuk selalu aktif dan kreatif untuk terus berkarya dan bekerja.
Kisah atau pengalaman yang pernah saya alami tentang dunia pengusaha yang salah satunya sudah saya sampaikan di Pengusaha Cilik part 1. Kisah lanjutnya yaitu saat saya duduk di bangku tsanawiyah kelas 7 sem 1.
Saat itu saya dan teman-teman satu kelas mendspatkan tugas ekonomi. Yaitu dengan berjualan dengan kelompok masing-masing. Setiap kelompok boleh menjual apa saja yang ingin dijual, namun dengan syarat makanan. Ketua kelompok saya membagi tugas,setiap anak membawa apa yang ingin dijual. Awalnya saya bingung membawa apa. Namun akhirnya saya diberi tahu kakak ada snack yang dibuat tetangganya. Rasanya enak. Mie yang dibumbui dan digoreng lagi. Uhmrasanya enak. Saya putuskan untuk menjual itu. Satu bungkusnya 450 rupiah, bila ingin dijual lagi. Untuk sementara saya hanya beli sekitar 15 bungkus.
Saat praktiknya dimulai, saya dan kelompok mengumpulkan jajanan yang akan dijual. Setelah itu kami berkeliling sekolah menawarkan jajanan yang dijual. Hasilnya dibagi rata satu kelompok.
Ternyata peminat snack yang saya bawa sangat banyak. Sampai akhirnya setiap hari hampir kantong kresek merah besar ditambah dengan 1 kresek hitam sedang berisi snack mie habis terjual. Keuntungan yang saya peroleh setiap harinya hampir 4500 rupiah. Dari 50 rupiah setiap 1 bungkus snacknya. Lumayan-lah jadi setiap keperluan sekolah yang masih bisa saya beli, maka saya beli sendiri. Paling tidak dapat sedikit membantu orang tua.
Namun, hanya sampai semester 2 akhir saya berjualan. Karena harus fokus untuk ulangan kenaikan kelas.

Saat SMA sekarang

Saat SMA sekarang, saya tak lagi berjualan uang mainan ataupun snack seperti saat SD dan tsanawiyah dulu. Karena jaman sudah semakin berkembang dan maju. Banyak siswa SMA yang memiliku HP, bahkan hampir semua.
Pertengahan semester 1 di kelas X,, dengan bermodal HP usang milik kakak yang diberikan kepadaku saat bulan Ramadhan. Agar HP tersebut bermanfaat, saya memutuskan untuk memulai usaha lagi. Dengan berjualan pulsa. Dengan modal 100 ribu rupiah, saya kulakan pulsa electric di salah satu konter celluler yang saya kenal. Saldo awal pun masuk dan saya memulai berjualan pulsa. Dengan langkah awal meng-sms teman-teman bahwa saya dapat mengisi pulsa layaknya konter biasa. Hal ini dapat memudahkan teman-teman untuk membeli pulsa.
Sampai sekarang, sudah hampir 7 bulan saya berjualan Dan alhamdulillah, dengan keuntungan saya sendiri, saya dapat ikut LES di salah satu lembaga bimbingan belajar dengan uang yang saya dapat sendiri.

Semoga pengalaman kerja saya dapat menginspirasi anda untuk selalu kreatif dan berusaha mendapatkan apa yang kita mau dengan uang kerja sendiri.

Wassalam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…