Langsung ke konten utama

Pengusaha Cilik part 1

Sebetulnya SDM di Indonesia sangat banyak. Namun mengapa masih banyak pengangguran di Indonesia?? Pertanyaan yang selaluterngiang di telinga. Tentuya karena lapangan pekerjaan yang sempit.
Sebenarnya Indonesia penuh dengan berbagai budaya. Di sini dapat diartikan bahwasanya rakyat Indonesia memiliki sisi kekreatifan tersendiri. Seharusnya sisi kreatif inilah yang harus dimanfaatkan. Karena dengan kreatif dan aktif tentunya kita dapat mendapatkan apa yang kita mau dari hasil kekreatifan kita.
Sebetulnya banyak peluang yang dapat menghasilkan uang meski kita masih di bangku sekolah. Misalnya saja seperti penalaman yang pernah saya alami dulu semasa SD. Dan mungkin dapat menginspirasi kita untuk berwirausaha meski kita masih muda.
Dulu semasa SD. Kelas 2 SD tepatnya, dalam sehari saya bisa memperoleh keuntungan sebesar 4000 rupiah dalam sehari. Dengan modal yang sama yaitu 4000 rupiah pula. Dengan menjual uang mainan atau yang dulu lebih mudah dikenal dengan duit-duitan. Mungkin hal tersebut sangat sepele, namun saat SD uang mainan masih sangat trend. Mugkin pertama ibu tak setuju karena ia tak tega. Namun karena saya benar-benar ingin, akhirnya beliau meng-iyakan keinginan saya untuk mengkulak uang mainan.

Namun usaha saya itu tak berjalan lama,maklum karena saat SD keperluan jajan lebih besar daripada memperoleh keuntungan.:-P
Tapi tentunya hal ini dapat menginspirasi anda untuk terus ber-usaha meski kita masih muda.

Banyak kisah yang saya alami di dalam dunia ini di bidang pengusahaan. Tunggu Pengusaha Cilik part 2

to be continued

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…