Langsung ke konten utama

AsaL uSuL KamPuNgQ..

ASAL USUL KAMPUNG MADURAN



Pada tahun 1901 datang seorang pengelana masuk ke dalam tegalan.Pengelana tersebut adalah Dul Kiyah. Beliau berasal dari Balega Madura.Bapak Dul Kiyah berkelana dengan ketiga anaknya, satu laki-laki dan dua perempuan serta istrinya. Mereka memebabat pohon-pohon dan mendirikan sebuah rumah.


Anak pertamanya Bapak Dul Kiyah bernama Arsudin, anak perempuannya bernama Arbiah dan Sayah.


Tahun berganti tahun anak-anak Bapak Dul Kiyah sudah tumbuh remaja dan dewasa. Anak pertamanya sudah menika, dia beristrikan seorang Madura juga yang tak lain dari kerabat jauh Pak Dul Kiyah. Begitu juga dengan kedua adiknya merekapun tak lama kemudian menyusul menikah, tapi menikah dengan perjaka Jawa.


Tak lama kemudian Bapak Dul Kiyah wafat. Dan semua perjuangan untuk membuat sebuah kampung di berikan kepada ke tiga anaknya. Karena Arsudin anak laki-laki sendiri, maka dia mendapat bagian tanah lebih luas. Mulai saat itu tegalan tersebut berkembang menjadi sebuah kampung. Kampung tersebut di beri nama Kampung Maduran yang kemudian di bagi menjadi 3 bagian, yaitu Kampung Maduran A, Kampung Maduran B, dan Kampung Maduran C.


Perkembangan penduduk Kampung Maduran begitu cepat karena Bapak Arsudin mendirikan sebuah penginapan yang bernama Hotel Pancasila yang lambat laun di ganti menjadi Losmen Slamet dan akhirnya sekarang menjadi Hotel Slamet, karena pengunjung yang kian lama kian banyak.


Sedangkan kedua adiknya menyewakan petakan-petakan tanah yang disewakan bagi para pengembara dari Madura. Mereka menyewakan petakan tanah tersebut dengan syarat membuat rumah-rumah sendiri untuk di tempati pengembara yang ingin tinggal meskipun sementara.


Hari berganti hari, tahun berganti tahun kehidupan manusia tidak dapat di terka. Pare pengembara tersebut setelah Indonesia merdeka tepatya tahun empat puluhan mereka banyak berhasil dari peraduan nasib di Desa Pare, tepatnya di sebuah Kampung Maduran dan sebagian dari mereka membeli banyak bidang tanah putri Bapak Dul Kiyah. Sehingga sampai sekrang di huni oleh para keturunan suku Madura.



Sumber :


Sesepuh Kampung Maduran



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…