AsaL uSuL KamPuNgQ..

By Ria Lyzara - Maret 05, 2009

ASAL USUL KAMPUNG MADURAN



Pada tahun 1901 datang seorang pengelana masuk ke dalam tegalan.Pengelana tersebut adalah Dul Kiyah. Beliau berasal dari Balega Madura.Bapak Dul Kiyah berkelana dengan ketiga anaknya, satu laki-laki dan dua perempuan serta istrinya. Mereka memebabat pohon-pohon dan mendirikan sebuah rumah.


Anak pertamanya Bapak Dul Kiyah bernama Arsudin, anak perempuannya bernama Arbiah dan Sayah.


Tahun berganti tahun anak-anak Bapak Dul Kiyah sudah tumbuh remaja dan dewasa. Anak pertamanya sudah menika, dia beristrikan seorang Madura juga yang tak lain dari kerabat jauh Pak Dul Kiyah. Begitu juga dengan kedua adiknya merekapun tak lama kemudian menyusul menikah, tapi menikah dengan perjaka Jawa.


Tak lama kemudian Bapak Dul Kiyah wafat. Dan semua perjuangan untuk membuat sebuah kampung di berikan kepada ke tiga anaknya. Karena Arsudin anak laki-laki sendiri, maka dia mendapat bagian tanah lebih luas. Mulai saat itu tegalan tersebut berkembang menjadi sebuah kampung. Kampung tersebut di beri nama Kampung Maduran yang kemudian di bagi menjadi 3 bagian, yaitu Kampung Maduran A, Kampung Maduran B, dan Kampung Maduran C.


Perkembangan penduduk Kampung Maduran begitu cepat karena Bapak Arsudin mendirikan sebuah penginapan yang bernama Hotel Pancasila yang lambat laun di ganti menjadi Losmen Slamet dan akhirnya sekarang menjadi Hotel Slamet, karena pengunjung yang kian lama kian banyak.


Sedangkan kedua adiknya menyewakan petakan-petakan tanah yang disewakan bagi para pengembara dari Madura. Mereka menyewakan petakan tanah tersebut dengan syarat membuat rumah-rumah sendiri untuk di tempati pengembara yang ingin tinggal meskipun sementara.


Hari berganti hari, tahun berganti tahun kehidupan manusia tidak dapat di terka. Pare pengembara tersebut setelah Indonesia merdeka tepatya tahun empat puluhan mereka banyak berhasil dari peraduan nasib di Desa Pare, tepatnya di sebuah Kampung Maduran dan sebagian dari mereka membeli banyak bidang tanah putri Bapak Dul Kiyah. Sehingga sampai sekrang di huni oleh para keturunan suku Madura.



Sumber :


Sesepuh Kampung Maduran



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments