Ngomong-ngomong soal acapella pasti ingat banget ma KTS II Smansa Pare..Lomba Acapella di Smansa berlangsung meriah..Lucu, Unik, Keren..pokoknya menghibur banget...Pa lagi saat salah satu Guru ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Yakni pada saat break, beliau ikut berprtisipasi dengan menyumbangkan sebuah lagu, yang sebelumnya itu merupakan sebuah kuis hiburan bagi penonton.the-best-acapellas-castha-11

Yach satu-per satu group acapella menampilkan kebolehannya menampilkan kemampuannya dalam seni olah instrumen dengan suara ini.

Dan pada saat pengumuman ternyata kelasku CASTHA memperoleh juara..Kami memperoleh juara II..Wow,,aLhamdulilLah...Cayo LAskar CAstha
Kegiatan Tengah Semester II kali ini berlangsung meriah,semua kelas antusias dan ikut berpatisipasi dalam kegiatan ini.KTS II ini bertemakan CLEOPATRA yang mempunyai makna The Competition of Language Education and Art Party of Smansa. KTS II ini di buka dengan di udarakannya balon udara yang di udarakan oleh para guru SMANSA.Tepuk tanganpun membahana di seantero SMANSA.Sorak soraipun terus terdengar,apalagi pada saat tari modern / dance di tampilkan.Wow,,upacara yang pada awalnya berlangsung syakral sempurna dengan lagu Indonesia Raya,sekejab berubah menjadi begitu meriah.Yah,,begitulah darah muda.
Setelah 2 group Dance,dan doa,upacara di tutup.Akupun pergi menuju ruangan-ruangan lomba.Laskar CASTHA (kelasku)pun berpencar,karena sudah ada pembagian tugas untuk lomba.
Aku dan beberapa temanku mewakili Castha untuk lomba Musikalisasi Puisi,,tema yang diambil ialah BUDIDAYA INDONESIA YANG TELAH HILANG.Aku kaget saat mengambil nomor peserta .Waduh! no SijiyaCh Musikalisasi untuk kelas ku maju pada urutan pertama.Jujur aku dan teman-teman belum begitu siap karena kami baru latihan 2 hari kemarin.Tapi,alhamdulillah,penampilan kami cukup membuat penonton merasa harus memberi tepuk tangan pada kami. ^_^
Setelah itu aku dan temanku bergegas keluar ruangan dan menuju Podium,tempat dimana lomba Acapella diadakan untuk memberi semangat pada teman-teman Laskar Castha yang mewakili Castha untuk Lomba Acapella.
Satu persatu group Acapella dari semua kelas 11 dan 10 menampilkan kebolehannya.Bagus,unik,lucu,keren...Itu semua ada.Tapi,hal tersebut tak bisa menurunkan semangatku untuk memberi semangat teman-teman,
Akhirnya gRoup Laskar Castha pun mendapat Juara II,,Meski Lomba musikalisasi kami gagal tapi kami senang karena sudah terobati dengan memperoleh Juara II Acapella.Kami pun tetap semangat menuju KTS selanjutnya.
Kala hujan tiba
Ingatanku melayang
Pada seorang yang ku sayang
Yang kini hanya tinggal kenang

Hampir 10 tahun sudah
Ayahku tlah tiada
Kini,aku hanya bisa mngenang
Sedikit memori yang baru terlintas dalam benak

Tak banyak yang ku ingat
Karena dulu saat aku di tinggal
Aku baru kelas 1 SD
Yang ku ingat adalah sosoknya yang bijaksana
Tak banyak bicara tapi penyayang
Bertindak bijak dan tegas
Sosok yang kini ku kenang

Ayah,, kini kau telah tiada
Ku berdoa semoga kau berada di Surga
Dalam sholatku,,
Al-Fatihah ku panjatkan untukmu
Semoga kau tenang di sisi-Nya
Meski kini kau tinggal kenang
Tapi kau tetap yang ku cinta...

Benarkah Kita Cinta Rasulullah saw.?




Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Bener juga sih kalo mau dipikir-pikir. Gimana nggak, wong kalo gue lagi di kendaraan umum kayak di bis or lagi di kereta api, gue cengok aja sendirian kalo pas nggak ngajak teman jalan bareng. Banyak orang sih di sekitar gue. Tapi yang terjadi kan masing-masing sibuk dengan urusannya. Boro-boro sayang ama gue (gue aja nggak sayang ama mereka), wong kenal aja nggak. Kadang sekedar nyapa pun nggak gue lakuin, kecuali kalo ada yang duluan nyapa gue sekadar basa-basi. Kadang, gue juga nyoba basa-basi nanya ini dan itu. Tapi ya namanya juga belum kenal banget, rada kaku gitu deh.


Bro, ngomong-ngomong soal terkenal atau kenalan supaya sayang, kalo elo ngeh dan tahu, Rasulullah saw. tentu lebih terkenal dari pada selebritis mana pun di dunia ini. Emang sih, gue dan elo tahu juga soal Muhammad saw. Setiap Muslim insya Allah tahu betul kalo Nabi Muhammad saw. adalah Rasulullah. Maklumlah, setiap bulan Rabiul Awwal di masyarakat kita suka diadain peringatan Maulid Nabi. Yup, bulan Rabiul Awwal adalah satu dari 12 bulan dalam kalender Qomariah yang kayaknya kita apal banget. Jujur, gue apal banget.


Bro en Sis, penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia, Michael Hart, menyebutkan, Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini. Keren banget kan?


Karena itu pula, yang gue tahu dan pernah baca keterangannya, Dr. Ahmad Muhammad al-Hufy sebelum menulis Min akhlak an-Nabiy beliau bertutur penuh kerendahan hati, Ya, Rasulullah, junjunganku! Apakah kata-kata yang tak berdaya ini mampu mengungkapkan ketinggian dan keluhuranmu? Apakah penaku yang tumpul ini dapat menggambarkan budi pekertimu yang mulia? Bagaimana mungkin setetes air akan sanggup melukiskan samudera yang luas? Bagaimana mungkin sebutir pasir akan mampu menggambarkan gunung yang tinggi? Bagaimana mungkin sepercik cahaya akan dapat bercerita tentang matahari? Sejauh yang dapat dicapai oleh sebuah pena, hanyalah isyarat tentang keluhuran martabatmu, kedudukanmu yang tinggi, dan singgasanamu yang agung.


Itulah alasannya. Rasulullah memang sosok yang agung, mulia dan bermartabat tinggi. Agak sukar bagi gue untuk menjelaskannya dengan amat detil. Guru ngaji gue pernah ngasih tahu bahwa, Ali bin Abi Thalib ra pernah ditanya sama seseorang dari kalangan Yahudi tentang akhlak Nabi. Apa reaksi Ali? Beliau malah balik bertanya, Lukiskan keindahan dunia ini, dan aku akan gambarkan kepada Anda tentang akhlak Nabi Muhammad saw. Lelaki Yahudi itu berkata, Tidak mudah bagiku. Ali menukas, Engkau tidak mampu melukiskan keindahan dunia, padahal Allah telah menyaksikan betapa kecilnya dunia ketika berfirman, Katakan, keindahan dunia itu kecil (QS an-Nis? [4]: 77)


Bro, Nabi kita, Muhammad saw., adalah sosok pribadi yang hebat dan keren banget. Maka, sekarang adalah saatnya untuk mulai mengenal pribadi Rasulullah saw. Belum terlambat banget kok. Kita kenal pribadinya, biar gue dan elo tahu dan tentu mencintai dan menyayangi beliau juga. Jujur, gue nggak bakalan kenal Islam, kalo beliau nggak membawa pertama kali risalah Islam dari Allah Swt. untuk umat manusia ini. Gue yang hidup di jaman sekarang, tentu nggak ketemu Rasulullah saw., tapi gue bisa kenal Islam yang diajarkan oleh beliau melalui para pewaris kenabiannya, yakni para ulama. Alhamdulillah, gue (dan juga elo) pantas berbahagia dan bersyukur karena kita bisa menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.


Cuma masalahnya nih, meski demikian ternyata banyak kaum muslimin yang nggak kenal lebih jauh dan dalam tentang Rasulullah saw. Kecuali beberapa informasi yang umum aja seperti nama orangtua beliau, tahun kelahirannya, sedikit tentang akhlaknya, dan perjuangan dakwahnya di Mekkah dan Madinah. Tapi, kepribadian dan kehidupan beliau lebih detil, jarang ada kaum muslimin yang tahu: berapa istrinya; namanya siapa aja; nama anak-anak beliau siapa aja; bagaimana perjuangan menegakkan Islam yang beliau lakukan; tugasnya sebagai kepala negara Islam; bagaimana cara beliau memimpinnya; dsb. Sangat boleh jadi, malah ada yang nggak mau tahu. Wah, kalo yang nggak mau tahu itu lebih parah dari mereka yang sekadar belum tahu. Sebab, kalo belum tahu bisa belajar untuk tahu. Tapi kalo mereka yang nggak mau tahu, dikasih info dan diajarin juga nggak bakalan mempan.


Nah, satu-satunya cara untuk mengenal pribadi Nabi Muhammad saw., adalah dengan mempelajari dan memahami kehidupan beliau. Insya Allah udah banyak buku yang mengupas keagungan pribadi Rasulullah saw. Elo bisa belajar dari situ.


Cinta dan taat kepada Rasulullah


Rasulullah saw. telah membawa risalah Allah Swt. ini untuk umat manusia. Penuh cinta beliau sampaikan untuk umat manusia di seluruh dunia ini. Seperangkat aturan dari Allah Swt. beliau sampaikan, baik melalui al-Quran maupun hadis. Harapannya, agar seluruh umat manusia sadar dengan status dirinya sebagai hamba Allah Swt.


Keberadaan Rasulullah saw. harus gue akui sebagai manusia pilihan Allah untuk menyampaikan risalah Islam yang agung ini. Itu artinya, kalo gue menolak keberadaan beliau, berarti secara nggak langsung udah menolak juga keberadaan Allah Swt. Ih, jangan sampe deh gue punya pikiran kayak gitu.


Gue dan elo percaya kepada Allah Swt. tentu udah satu paket bahwa bukan cuma percaya kepada keberadaan Allah Swt. saja, tapi juga wajib percaya kepada aturanNya, dan juga orang-orang pilihanNya, yakni para Nabi dan Rasul. Jadi, kalo untuk kita nih, kaum Muslimin, berarti kita wajib percaya dengan Muhammad saw. karena beliau adalah utusan Allah Swt. yang terakhir untuk umat manusia.


Itu artinya, kalo gue dan elo ngakui sepenuh hati bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah Swt., maka semua aturannya, baik yang bersifat perintah maupaun larangan harus kita perhatiin. Kalo perintah (bisa wajib dan bisa sunnah), kita harus berusaha untuk melaksanakannya. Terutama yang wajib. Begitu pun dengan larangan dari beliau (baik yang haram ataupun makruh), kita harus berusaha untuk menghindarinya.


Lagian kita juga kudu nyadar bahwa apa yang dibawa Rasulullah saw. tuh hakikatnya berasal dari Allah Swt. Gue pernah dikasih tentang firman Allah Swt.: kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (QS an-Najm [53]: 2-4)


Bro and Sis, dengan ayat ini rasa-rasanya gue pantas takut kalo sampe ngelanggar perintah dari Rasulullah saw. Sebab, hakikatnya adalah perintah dari Allah Swt. Maka, biar gue nggak salah jalan dalam hidup ini, selain mempelajari al-Quran, juga kudu gaul ama hadis-hadis Rasulullah saw. Bukan apa-apa, karena adakalanya penjelasan Allah Swt. nggak kita temukan dengan mudah di al-Quran, tapi bisa kita dapatkan di hadis Rasulullah saw. Contohnya adalah perintah shalat, di al-Quran emang ada perintah shalat (baik yang wajib lima waktu maupun shalat sunnah seperti tahajjud), tapi perintah itu nggak dijelaskan dengan detil tatacaranya. Tapi dalam hadis, Rasulullah saw. menjelaskan sabdanya: Shalatlah kalian sebagaimana kalian menyaksikan (cara) aku shalat.


Nah, kalo pengen lebih detil lagi tentang bagaimana cara takbir, cara rukuk, cara sujud, bacaannya, waktunya, dan sejenisnya kita bisa cari di buku-buku fikih. Para ulama udah ngasih kemudahan kita lewat ijtihad yang dilakukannya ketika memahami dalil syara dari al-Quran dan as-Sunnah ini. Ini baru perintah shalat lho. Masih banyak perintah Rasululullah saw. lainnya. So, kalo sampe kita nggak ngeh atau malah dengan terang-terangan menolak berarti kita melawannya. Ih, naudzubillahi min dzalik.


Mencintai dan meneladani Rasulullah


Bro, ngomong-ngomong soal idola, gue jadi kepikiran nih sama idola sepanjang masa, dan kaum muslimin pastinya harus menjadikan beliau sebagai teladan. Meski udah wafat, tapi kharismanya masih bersinar. Tak pupus oleh waktu. Siapakah dia?


Ya, betul! Dia adalah Muhammad Rasulullah saw. Elo pinter deh. Bener. Rasulullah saw. udah diset oleh Allah Swt. agar menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Beda banget dengan idola-idola yang selama ini ada dan diidolakan kebanyakan manusia. Lagian, nggak ada jaminan dari Allah Swt. kalo mereka harus diidolakan. Tapi khusus untuk Rasulullah saw., Allah Swt. menjelaskan dalam firmanNya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS al-Ahzab [33]: 21)


Tuh, jaminan langsung dari Allah Swt. Gimana nggak oke, Bro. Itu artinya, kebenaran dan kebaikannya emang jaminan mutu. Bukan katanya. Tapi udah jelas faktanya. So, nggak meragukan lagi sebagai tokoh yang pantas kita jadikan teladan. Setuju kan?


Gimana tuh biar gue dan elo semua bisa meneladani Rasulullah? Pertama nih, yang gue tahu dari pak ustad gue, makna ittiba adalah mengikuti syariat yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw. Firman Allah Swt.:Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (QS al-Hasyr [59]: 7)


So, kalo emang elo cinta, kagum, dan pengen menjadikan beliau teladan dalam hidup elo, maka elo (termasuk gue) kudu ngikutin semua yang dibawa oleh Rasulullah saw. buat kita semua.


Kedua, syariat Islam diturunkan oleh Allah kepada seluruh manusia dengan melihat bagi kemanusiaannya. Dalam hal ini, syariat tidak mengenal perbedaan suku, bangsa, bahasa, waktu, dan tempat. Artinya, hukum Islam berlaku bagi seluruh manusia kapan pun dan di mana pun. Dan tentu aja bakal cocok untuk semuanya.


Jadi nih, kalo emang mencintai Rasulullah dan meneladaninya, sebenarnya bukan cuma kita doang. Umat lain juga selain harus ngakuin Muhammad saw. sebagai Rasulullah, juga kudu meneladani beliau dalam syariatnya. Dari keterangan yang pernah gue baca, Beliau saw. bersabda: Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, seandainya Musa as. masih hidup lalu kalian mengikutinya dan meninggalkan aku sunguh kalian telah sesat dari jalan yang lurus, seandainya ia (Musa) masih hidup dan mengetahui kenabianku sungguh ia akan mengikuti aku. (HR ad-Darimiy dalam as sunan no. 436)


Itu sebabnya, menurut ustad gue, ada kaidah ushul (fikih), syaru man qablana laisa syaran lana (syariat orang-orang sebelum kita bukanlah syariat bagi kita). Nah, kaidah ini tentu nggak asal dibuat, karena tentunya berdasarkan ijma para shahabat bahwa syariat Muhammad saw. merupakan penghapus seluruh syariat terdahulu. Dengan demikian maka Nasrani dan Yahudi, mereka diseru dengan syariat Islam dan diperintahkan untuk meninggalkan syariat mereka. Karena Islam telah menghapus (menasakh) syariat mereka.


Terus yang ketiga neh, bahwa ittiba alias mengikuti en meneladani Rasulullah saw. emang sesuai fitrah manusia. Kita perlu memahami bagaimana mengikuti Rasul dalam melakukan aktivitas kesehariannya; seperti memperlakukan pekerjanya, istri-istrinya, para sahabatnya, termasuk memimpin negara dalam berbagai urusan; politik, ekonomi, sosial, budaya, pengadilan, hukum, dan pemerintahan. Dan, kita pun insya Allah bisa menjadikan beliau sebagai teladan dalam aktivitas keseharian kita. Siap kan? Insya Allah bisa deh. Oke?


Allah Swt. berfirman:Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 31)


Tuh, jika kita benar-benar mencintai Allah, berarti gue dan elo kudu mengikuti apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Artinya juga, kalo gue dan elo emang mencintai Rasulullah saw. seharusnya udah pasti juga kudu menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan kita. So, udah bener belum ya gue dan elo semua mencintai Rasulullah saw.? Tanya kenapa? [solihin: osolihin@gaulislam.com]



sumber : www.gaulislam.com

ASAL USUL KAMPUNG MADURAN



Pada tahun 1901 datang seorang pengelana masuk ke dalam tegalan.Pengelana tersebut adalah Dul Kiyah. Beliau berasal dari Balega Madura.Bapak Dul Kiyah berkelana dengan ketiga anaknya, satu laki-laki dan dua perempuan serta istrinya. Mereka memebabat pohon-pohon dan mendirikan sebuah rumah.


Anak pertamanya Bapak Dul Kiyah bernama Arsudin, anak perempuannya bernama Arbiah dan Sayah.


Tahun berganti tahun anak-anak Bapak Dul Kiyah sudah tumbuh remaja dan dewasa. Anak pertamanya sudah menika, dia beristrikan seorang Madura juga yang tak lain dari kerabat jauh Pak Dul Kiyah. Begitu juga dengan kedua adiknya merekapun tak lama kemudian menyusul menikah, tapi menikah dengan perjaka Jawa.


Tak lama kemudian Bapak Dul Kiyah wafat. Dan semua perjuangan untuk membuat sebuah kampung di berikan kepada ke tiga anaknya. Karena Arsudin anak laki-laki sendiri, maka dia mendapat bagian tanah lebih luas. Mulai saat itu tegalan tersebut berkembang menjadi sebuah kampung. Kampung tersebut di beri nama Kampung Maduran yang kemudian di bagi menjadi 3 bagian, yaitu Kampung Maduran A, Kampung Maduran B, dan Kampung Maduran C.


Perkembangan penduduk Kampung Maduran begitu cepat karena Bapak Arsudin mendirikan sebuah penginapan yang bernama Hotel Pancasila yang lambat laun di ganti menjadi Losmen Slamet dan akhirnya sekarang menjadi Hotel Slamet, karena pengunjung yang kian lama kian banyak.


Sedangkan kedua adiknya menyewakan petakan-petakan tanah yang disewakan bagi para pengembara dari Madura. Mereka menyewakan petakan tanah tersebut dengan syarat membuat rumah-rumah sendiri untuk di tempati pengembara yang ingin tinggal meskipun sementara.


Hari berganti hari, tahun berganti tahun kehidupan manusia tidak dapat di terka. Pare pengembara tersebut setelah Indonesia merdeka tepatya tahun empat puluhan mereka banyak berhasil dari peraduan nasib di Desa Pare, tepatnya di sebuah Kampung Maduran dan sebagian dari mereka membeli banyak bidang tanah putri Bapak Dul Kiyah. Sehingga sampai sekrang di huni oleh para keturunan suku Madura.



Sumber :


Sesepuh Kampung Maduran



Pada masa sekarang ini, banyak bermunculan sinetron - sinetron di tv. Hampir sebagian waktu anak remaja dihabiskan untuk menonton sinetron.Tidak hanya remaja,namun banyak juga anak-anak usia dini yang nonton sinetron. Maka dari itu banyak remaja zaman sekarang yang mengikuti gaya hidup anak remaja yang ada di sinetron. Contohnya: Cara berpakaian anak remaja disinetron yang memakai baju atau rok yang tidak sepantasnya dipakai anak sekolah. Karena banyak anak remaja yang menonton sinetron seperti itu jadi banyak yang terpengaruh cara gaya anak remaja yang ada di sinetron.

Banyak dampak yang timbul dari menonton sinetron.Di lihatdari segi negatifnya, antara lain:

-Banyak anak remaja yang menjadi malas belajar, karena waktu mereka dihabiskan untuk menonton televisi. Oleh sebab itu, sebaiknya para remaja tidak terlalu menonton sinetron - sinetron yang berdampak buruk untuk kelangsungan hidup mereka.

-Secara umum sinetron hanya menjual fisik tanpa kualitas peran. Padahal insan seni adalah orang-orang yang menghargai karya seni dan mengemas karya tersebut menjadi sebuah tampilan yang menarik. Tetapi pada kenyataannya seni peran di dalam sinetron lebih mengedepankan tampilan fisik pemeran bukan pada kemampuan seni peran aktor dan artis. Sehingga kualitas sinetron menjadi tidak diperhatikan dan semata hanya mengejar keuntungan semata. Banyak artis baru yang bermunculan tanpa memiliki kualitas dan hanya bermodal tampang saja.

- Tidak membawa budaya lokal bangsa atau pun budaya timur yang santun dan memiliki etika dalam berbusana sehingga terkikisnya dengan gaya busana barat yang terbuka.

Lantas nilai apa yang diperoleh oleh ibu rumah tangga yang menyaksikan tayangan sinetron glamour dan gemerlap penuh kemewahan sedangkan kondisi ekonomi mereka berbeda jauh dari tayangan tersebut. Alhasil muncul sikap kontraproduktif dari pemirsa bahkan justru mendorong budaya konsumerisme. Berbeda implikasinya dengan apa yang akan diperoleh oleh remaja ABG. Kehidupan sebagian sinetron yang menampilkan kehidupan yang seperti di atas membawa remaja ke dalam kehidupan fantasi yang luar biasa, kehidupan dianggap mudah dan sederhana. Seseorang memerankan tokoh eksekutif muda yang mapan dengan kekayaan melimpah serta jabatan tinggi? Nilai apa yang bisa diambil dari peran tersebut? Siapa yang dapat mencapai jabatan direktur dalam usia muda dan memiliki harta sedemikian banyak selain bukan warisan? Kalaupun ada kasus yang memang terjadi apakah cukup mewakili kehidupan rakyat Indonesia. Remaja kita diajarkan bermimpi tanpa dorongan untuk bekerja keras.

Sorotan selanjutnya adalah konflik yang muncul bukanlah masalah kehidupan yang primer, malah mengajarkan memilih berkorban demi cinta yang semu seolah-olah hidup ini hanya untuk cinta tanpa perjuangan untuk hidup. Implikasi logis dari hal tersebut menimbulkan apakah kita belajar untuk menderita atau mencoba untuk menderita. Tetapi konflik yang muncul malah seputar interaksi sosial manusia yang itu-itu saja. Bukan ingin mengecilkan masalah konflik yang dimunculkan tetapi ada tanggung jawab yang lebih besar dari hal tersebut yaitu membentuk generasi pejuang dan penuh kerja keras. Bukankah nasib itu tidak akan berubah bila bukan kita yang mengubahnya.

Namun tak hanya dampak dari segi negatif yang ditimbulkan.Kita dapat melihat dari segi pendidikan. Sesungguhnya setiap cerita yang disajikan memiliki pesan moral (amanat) yang bagus, namun sayangnya hal itu tertutupi oleh cara penyajian yang terlalu kelewatan dan sangat jauh dari realita kehidupan masyarakat. Sehingga yang diambil oleh masyarakat setelah menonton sinetron adalah kebanyakan hal-hal negatif. Kita ambil contoh sinetron yang berlatar sekolah, lalu kita lihat bagaimana penampilan para siswa-siswi di sinetron itu. Subhanallah sangat tidak sopan sekali. Dan celakanya hal inilah yang dicontoh oleh para pelajar kita.

Sinetron sebenarnya memberikan warna terhadap dunia pertelevisian kita. Kita bisa melihat bintang-bintang muda yang penuh bakat beraksi mempertontonkan kelebihannya. Namun apakah kalian sadar maaf bahwa sinetron yang hadir di hadapan anda tak lain hanya sebuah cerita bodoh yang akan membodohkan kalian??!!<maaf>;-)

Lalu bila kita melihat dari segi seni peran itu sendiri, Lola Amaria, artis muda Indonesia, menyatakan bahwa sinetron saat ini hanya berupa pembodohan, pembodohan nasional itu bisa terlihat pada jalan cerita yang hanya menjual mimpi dan tema yang tak mau beranjak dari persoalan roman picisan (sumber di sini). Tema-tema picisan yang digarap dengan sistem manajemen ala warung ikut memicu dangkalnya seni peran dalam sinetron.
Begitu banyak judul sinetron yang tayang di tv, dan ternyata hampir seluruh sinetron itu adalah produk jiplakan. Dalam dunia seni kita mungkin mengenal pepatah mulailah berkarya dari meniru karya orang lain, tapi yang dimaksud di sini adalah kita boleh menjiplak namun tetap harus memiliki ciri khas yang positif yang kedepannya mampu membentuk karakter kita sebagai individu yang unik atau berbeda.

Bila kalian ingin tahu sinetron-sinetron Indonesia yang merupakan hasil jiplakan dari produk luar negeri coba klik di sini dan di sini. Lalu lihat betapa memalukannya bangsa Indonesia yang hanya bisa menjiplak dan menjiplak saja!! Apa salahnya membuat cerita baru atau minimal ambil dari cerita-cerita novel karya anak bangsa ini.

Kita Terlalu Bodoh Untuk Menilai dan Memilih

Bila kita perhatikan kembali, para konsumen sinetron-sinetron Indonesia adalah kebanyakan pelajar, ibu-rumah tangga, dan para pembantu yang pada dasarnya tingkat intelektualitasnya masih rendah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para produser film untuk membuat film murah dengan kualitas rendah namun laku dijual. Kenapa?? Karena kita belum cukup pintar untuk menilai kualitas sebuah karya seni.

Bagi mereka yang terpelajar dan memiliki intelektualitas tinggi (kita masuk gak ya??) mungkin mereka akan memilih tontonan-tontonan yang lebih bermanfaat bagi diri mereka ketimbang menonton sinetron.

Sampai kapan fenomena ini bertahan? Sulit ditentukan. Selama jumlah penontonnya masih banyak, selama production house masih produktif memproduksi (baca: menjiplak), dan sampai kita masih belum tersadarkan diri, fenomena ini masih akan berlangsung lama.

=>Sinetron Indonesia selalu tampil dengan artis-artis cantik, cowok keren, latar belakang keluarga kaya-raya, dsb. Itu semua akan membawa kita ke dalam pemikiran hedonisme (pandangan yang menganggap kesenangan adalah tujuan utama hidup). Sebenarnya hal ini sudah menjadi perdebatan panjang sehingga pada tahun 2004 lalu pemerintah China mengumumkan bahwa serial sinetron dari Korea dan Taiwan dilarang tayang di negerinya. (Hebat!!!!!).
Mengapa kita tak dapat mencontoh China!?Seharusnya kita dapat mencontoh China demi kelangsungan bangsa ini.Bayangkan jika seluruh anak usia dini menonton Sinetron Indonesia,maka 10 tahun mendatang bagaiman anasib bangsa Indonesia!?