Langsung ke konten utama

Shalihah di Tengah Modernitas

0muslimaKamu kelihatan cantik dan seksi deh, komentar Anto pada Nila di sebuah kafe. Dalam sekejap pipi si gadis tersipu-sipu merah. Ah kamu bisa aja. Denger rayuan sedemikian rupa, perempuan mana yang ga klepek-klepek hatinya. Ga kuku atuh kang. By the way, di lain tempat, seorang cowok ngeledekin dandanan ceweknya yang bakal bareng ama dia jalan-jalan. Dandananmu kok ga matching ya? Pake make up apa tuh. Aaagh, ibarat mau keserempet bajaj, si cewek ngerasa kudu renovasi total neh. Dari kostum, make up, sepatu, tas, pokoknya dijamin harus beda deh! Gals, komentar dua cowok di atas udah ngasih gambaran ama kita, kalo budaya barat telah berhasil nyeting image baru kecantikan dan kepribadian. Gadis modern adalah yang modis, cantik, menarik, trendy, wangi dan cerdas. Perempuan, pada pandangan pertama bakal dinilai dari penampilan fisiknya. Se-oke apapun kualitas personalnya, skill, kecerdasan, talenta, perilaku dan akhlak, tetap saja poin kecantikan lebih tinggi dari yang lain. Ya nggak??? Gals, ga bisa dipungkiri, standar cantik dan menarik udah jadi ukuran masyarakat umum, untuk nentuin nilai sesosok wanita. Seakan-akan, cantik menentukan tinggi rendahnya derajat kaum hawa. Daya tarik fisik identik ama pribadi seseorang. Ini semua udah jadi contoh, ga cuma di kalangan artis. Bahkan anak sekolah, mahasiswa, sampe buruh pabrik, hingga pembantu rumah tangga. Mereka semua ngikut standar gaya hidup yang katanya modern ini (aduh, sedih rasanya). Ga peduli kaya atau miskin, suku, agama dan bahasa. Semuanya berlomba-lomba jadi ranking satu, khususon berwajah cakep dan berbodi aduhai. Bak gayung bersambut, ini semua dibarengi dengan gempuran tanpa henti, promosi berbagai kosmetik dan fashion. Bagai sayur dan garam yang klop, sekolah kepribadian-pun banyak bermunculan. Di dalamnya si cewek diajari cara memandang dan bahasa tubuh. Konon, tujuannya agar memiliki kepribadian yang unggul. Tapi sayang, faktor akhlak, nilai etika dan moral, kecerdasan otak, apalagi agama menjadi faktor kesekian. Parah tuh neng!!! Nah gals, apa memang muslimah yang berpenampilan eye catching adalah nilai plus yang hakiki di benak cewek? Beneran nih? Yuk kita teliti lagi, apa nilai lebih itu memang kudu kita cari? Ehm.., penampilan diri sebatas berpijak pada keindahan, kebersihan, keselarasan dan tentu kehalalan, ga dilarang kok dalam Islam. Suer..., ga dilarang. Allah menyukai segala sesuatu yang indah, bersih dan rapi. Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. (HR. Muslim). Rasulullah juga bersabda: Bersihkan dengan segala apa yang kamu bisa, karena Allah telah mendirikan Islam ini diatas kebersihan, dan tak akan masuk surga melainkan orang-orang yang bersih. Tuh kan, yang jarang mandi...ayo cepet mandi... Gals, memakai pakaian layak, bagus, bergaya dan rapi, itu semua ga dilarang. Asal sesuai aturan Islam lho. Jangan sampe deh kita sebagai muslimah jadi orang yang amit-amit joroknya. Ihh..ga keren. By the way gals, ngebahas tren barat, ga berarti semua dari barat ditolak. Agar bisa milih dan milah tren barat yang sesuai syariat Islam, kita perlu memahami beberapa hal lho gals! Attention please, nah, kalo yang ada tuh berupa ide-ide nyleneh, semisal gay ama lesbi, HAM, kebebasan berpakaian seksi, dan bebas goyang dombret, pastinya ga boleh kita terima, apalagi kita ikuti. So, soal pakaian, sekali lagi, kudu sesuai ama aturan Islam. Yup, pastinya udah tahu jawabnya, kita kudu pake jilbab dan kerudung kan Nah, soal kosmetik yang mayoritas bukan dari timur. Kudu kita jamin, kalo bahan dan model perawatan kulit, ga kecampur ama zat yang haram, semisal enzimnya babi, plasenta (tali pusar) hingga remukan tulangnya bayi..hiii ngeri. Jadi, ati-ati lho, klo beli kosmetik, bedak dan sejenisnya, kudu kita periksa bahan-bahannya. Ga cuma harus aman, tapi juga kudu halal. Iya kan... Nah, selain tentang dua hal di atas, kita juga harus ngerti gimana sih hukumnya benda-benda hasil kemajuan teknologi. Soal benda-benda hasil perkembangan iptek, seperti hairdryer, maskara, dll, monggo keso dipake. Ga haram kok. Asal kita makenya untuk tujuan yang bener gituGampangannya, ga boleh ya hairdryer dipake nimpuk kepala temenmu. hehe. Jadi gals jelas kan, mana yang kudu kita pilih dan mana yang harus dihindari. Kita pasti bisa kok, asal kita mau untuk belajar. Belajar apa? Belajar Islam tentunya. Supaya kita ga gampang dikibuli dan punya pegangan hidup. Gals, walau sekarang budaya barat lagi merajalela, jati diri muslimah kita harus tetep dipegang teguh. Karena cuma itulah yang bisa ngebawa kita menuju jannah-Nya. Siapa sih yang ga pengen masuk surga? Allah SWT berfirman, Hai orang- orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi) dan Ulul Amri diantara kami. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatum, maka kembalilah ia kepada Allah (Al Quran dan Rasul (sunnahnya)), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(TQS. An Nisa : 59). Nah, moga ayat tadi bisa jadi motivasi buat kita yang selalu ingin mulia di hadapan-Nya. Taat pada aturan Allah di masa sekarang memang ga mudah. Tapi bukan berarti ga mungkin. Insya Allah, kalo kita punya tekad, kita bisa kok tetep tegar di bawah naungan Islam. Bahkan, mungkin aja kita bisa menjadikan Islam kembali bercahaya dengan syariah-Nya. Amin (Rh) nah,,artikel di atas itu aQ saDur Dari http://www.islamuda.com/?imud=rubrik&menu=baca&kategori=7&id=496 kunjungi zaw..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 - SIMAK UI

"Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!" ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan rese…

Program Top Contributor atau Kontributor Utama Forum Google Penelusuran Indonesia

Banyak yang mengira bahwa saya kerja di Google. Baik mengkira-kiranya saja tanpa bertanya dan cerita ke orang lain dan ada pula yang langsung bertanya (ah lebih tepatnya langsung ngasih statement) ke saya secara langsung.

“Ria, km masak gak bisa nraktir kita, kan km kerja di Google!”

Pernyataan ini agak parah sih. Kalau misal ditraktir es teh di warung masing mending ya, ini es teh atau segelas kopi di coffee shop ala-ala yang saya masuk aja gak berani.hehe. Namun, kenyataannya adalah saya tidak belum kerja di Google. *Susah atuh mau masuk perusahaan multinasional yang super cool inih!

Biar semua gak pada penasaran, kok bisa sih saya “dekat” sama Google? Ikutan berbagai acaranya, kenal dengan para Googler , bahkan dapat invitation ke Kantor Google, saya bakalan cerita :D

Kembali

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki 3 makna yang semuanya merupakan kata kerja. (1) Balik ke tempat atau keadaan semula, (2) lagi, dan (3) sekali lagi, berulang lagi.

Saya kembali. Yes I am here guys! Setelah sekian lama selalu menutupi rasa malas dengan berbagai alasan untuk tidak kembali menulis disini.
Barangkali ini hal yang klise. But honestly, sulit sekali memulai menulis kembali. Padahal, banyak sekali rasa yang ingin saya ungkap, cerita yang ingin saya tuangkan, kisah yang ingin saya tuliskan, makna dalam hidup yang ingin saya ukir disini sebagai tempat muhasabah diri. Dan barangkali bisa setidaknya sebagai bahan bacaan diwaktu senggang, atau pembelajaran, atau bahkan bisa menginspirasi kamu yang berada di depan monitor atau layar handphone saat ini.
It almost 1,5 years, i am inactive to post in instagram (sometimes I post instagram story, yaa, for keep my moment) dan ternyata hal tersebut memberikan efek gelembung ke sekitarnya. Saya jadi jarang sekali menulis te…